Apa itu Workaholic? Beserta Tanda-tandanya

Gulman Azkiya Jan 15, 2021 • 3 min read


apa-itu-workaholic

Apa kamu pernah melihat teman atau rekan mu begitu rajin dakam bekerja? sehingga kamu kebingungan melihat tingkahnya. Eits, mungkin kamu beranggapan temanmu tersebut sedang bekerja keras, tetapi juga bisa tidak. Temanmu kemungkinan adalah seorang workaholic. Workaholic adalah orang yang mementingkan pekerjaan dari segala hal. Apakah mungkin kamu juga seorang seperti paparan diatas? Berikut penjelasan mengenai apa itu workaholic beserta tanda-tandanya.

Apa itu Workaholic?

Menurut Machlowitz dalam bukunya yang berjudul Workaholics: Living with Them, Working with Them, menjelaskan bahwa workaholic adalah gambaran atas individu yang keinginannya untuk bekerja lama dan keras yang bersifat ekspresif. 

Selain itu, kebiasaan kerja orang yang workaholic hampir selalu melebihi persyaratan pekerjaan dan harapan dari atasan mereka. Hal ini juga disebut sebagai kecanduan kerja.

Machlowuitz menambahkan bahwa kecanduan kerja bukan berasal dari motivasi untuk mendapatkan lebih banyak uang, melainkan untuk mendapatkan apa yang sebut sebagai 'pendapatan psikis', yang juga didefinisikan sebagai tanggung jawab, makna, peluang, dan pengakuan. Dikutip dari psychologytoday berikut tanda-tanda kalau kamu seorang workaholic.

Tanda-tanda Workaholic

 

1. Kamu berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan banyak waktu untuk bekerja

Kamu merasa tidak puas dengan waktu kerja yang diberikan kantor atau perusahaan. Kamu selalu berusaha untuk meluangkan waktu mu untuk melakukan pekerjaan. Kondisi paling parahnya kamu bahkan menggunakan waktu yang seharusnya untuk istirahat sebagai perluang untuk bekerja.

2. Kamu bekerja untuk mengurangi perasaan bersalah, kecemasan, dan bahkan depresi

Tahapan ini adalah hal yang cukup parah, dimana kamu merasa pekerjaan dapat mengurangi semua masalah kamu. Kamu memaksakan untuk bekerja dengan tujuan semua masalah, kecemasan, bahkan depresi yang kamu alami dapat teralihkan. Hal ini tentu saja dapat berbahaya bagi kesehatan mental mu.

Kamu berpikir bahwa rasa bersalah hingga depresi tersebut bisa dihilangkan dengan fokus bekerja, namun hal tersebut hanya bersifat sementara, ketika semua urusan pekerjaan kamu selesai, perasaan buruk tersebut juga akan kembali.

3. Kamu tidak peduli dengan nasihat orang terdekatmu

Beberapa orang terdekat mungkin sudah ada yang mecoba menasehati cara bekerja kamu. Teman dan keluarga mencoba memberi masukan bahwa kamu sering melewati batas pada saat bekerja. Namun, tanpa kamu sadari, kamu tidak meperdulikan nasihat mereka. Kamu tetap fokus dengan pekerjaan mu.

Pada kondisi yang paling buruk kamu tidak lagi memiliki tujuan lain bahkan kamu bisa bertengkar dengan orang terdekatmu hanya karena masalah cara bekerjamu yang berlebihan.

4. Stress ketika dilarang bekerja

Stress

(Sumber: Unsplash.com)

Kamu seakan-akan tidak bisa mejalani hari tanpa bekerja. Kamu berpikir bahwa bekerja telah menjadi passion kamu. Ketika ada yang melarang untuk melakukan pekerjaan mu, kamu merasa stress. Selain itu, ketika atasan tidak memberikanmu pekerjaan, kamu merasa tidak puas dan berusaha mencari pekerjaan lain atau meminta pekerjaan tambahan.

5. Tidak memikirkan kesehatan

Kembali ke definisi awal, bahwa kamu mementingkan pekerjaan dari segala hal. Kamu selalu serius dalam bekerja hingga dianggap sebagai perfectionist. Kamu tidak akan berhenti dan puas sebelum apa yang kamu inginkan selesai. Saking pentingnya pekerjaan, kamu tidak lagi memperhatikan kesehatanmu.

Gaya hidupmu pun berubah seperti makan tidak teratur, melewati sarapan, makan sambil bekerja, hingga begadang. Kamu berusaha agar bekerja setiap saat. Dampak dari aktivitas yang berlebihan tentu saja berbahaya. Beberbagai penyakit mengintai kamu setiap saat hingga kamu bisa saja tiba-tiba tumbang ketika bekerja.

Gimana guys? Apakah kalian memiliki tanda-tanda diatas. Itulah penjelasan mengenai apa itu workaholic beserta tanda-tandanya.

 

Beri Komentar