Pentingnya Kemampuan Public Speaking dan Cara Meningkatkannya

Devi Lianovanda Okt 28, 2021 • 9 min read


skill public speaking

Public speaking adalah skill yang penting banget buat karier kamu, lho. Yuk, cari tahu apa saja pentingnya dan cara meningkatkannya!

--

Public speaking adalah kemampuan yang dibutuhkan banyak orang, untuk banyak pekerjaan. Meskipun terlihat mudah seperti “kan cuma ngomong doang”. Tapi ternyata, public speaking menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi banyak orang.

Ada banyak penelitian yang menyebutkan tentang ketakutan terhadap public speaking. Salah satunya, CNBC News menuliskan bahwa, ketakutan untuk berbicara di depan umum dirasakan oleh 75% orang dewasa. Jadi, bukan cuma kamu yang tiba-tiba deg-degan, keringat dingin, dan gugup kalau disuruh ngomong di depan umum. Yang merasa demikian ada banyak banget.

ketakutan public speaking

Meskipun menakutkan bagi banyak orang, kabar baiknya, public speaking adalah soft skill yang bisa dipelajari dan dikembangkan.

Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

 

Apa itu public speaking?

Sebelum membahas jauh tentang cara atau tips meningkatkan public speaking, kita cari tahu dulu, apa itu public speaking?

Dilansir dari Virtual Speech, Public speaking adalah tindakan berbicara di depan audiens secara langsung dengan terstruktur untuk menyampaikan informasi, menghibur, dan membujuk audiens. Sederhananya, public speaking itu, kamu berbicara kepada sekelompok orang atau pendengar.

Ada banyak yang harus dipersiapkan untuk sebuah public speaking, seperti memilih topik, menulis skrip, menjawab pertanyaan audiens, dan lainnya.

 

Kenapa public speaking penting?

Public speaking adalah kemampuan komunikasi yang penting. Nggak hanya untuk karier, tapi juga kehidupan sehari-hari. Kamu akan mengalami momen di mana harus berbicara di depan umum. Misalnya, presentasi di depan kelas, memimpin rapat, presentasi di depan tim atau klien, dan lainnya.

Dengan kemampuan public speaking yang baik, kamu bisa menyampaikan gagasan, ide, informasi atau hal lainnya dengan baik. Selain itu, kamu juga jadi lebih percaya diri, bisa memimpin orang lain, dan memengaruhi orang lain.

Kemampuan public speaking juga bisa memperluas networking kamu. Ketika berbicara di depan umum dengan baik, orang bisa menjadi kagum dan ingin berbicara denganmu. Ini bisa jadi kesempatan bagus untuk membangun relasi baru untuk memulai banyak hal positif yang baru, misalnya: membangun bisnis bersama dan berkolaborasi untuk project tertentu.

Ikuti kelas: Kuasai Berbicara di Depan Umum dengan Teknik NLP

 

Cara meningkatkan kemampuan public speaking

Sama seperti skill lainnya, public speaking juga bisa dipelajari dan dikembangkan. Berikut beberapa tips public speaking yang bisa kamu coba:

1. Latihan dan latihan

Perasaan deg-degan, takut, dan gugup ketika akan melakukan public speaking itu wajar. Untuk mengurangi perasaan itu, bisa dengan melakukan persiapan yang baik dan juga banyak latihan.

Banyak latihan atau praktik, mungkin nggak akan bikin penampilanmu jadi sempurna. Akan ada kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin terjadi. Tapi, dengan banyak praktik, kamu akan menjadi semakin baik dalam hal yang sedang kamu praktikkan itu.

Latihan public speaking bisa kamu lakukan di depan cermin, di depan temanmu, atau direkam menggunakan handphone-mu. Kamu akan menemukan hal-hal yang kurang, misalnya, masih terbata-bata, terlalu cepat berbicara, terlalu banyak mengucapkan filler words (emm, anu, eh, apa itu, dan lainnya).

Kekurangan yang kamu temukan itu, bisa diperbaiki pelan-pelan. Kalau kamu latihan di depan teman, kamu bisa minta feedback langsung, kalau direkam, kamu bisa menganalisis sendiri kekurangan yang perlu diperbaiki, lalu latihan lagi.

 

2. Kenali audiensnya

Public speaking, berarti kamu menyampaikan pesan atau gagasan untuk audiens. Agar pesan bisa tersampaikan secara efektif, kamu perlu mengenali siapa audiensmu. Misalnya, berapa usia mereka, hobi dan minat mereka, tingkat pendidikan, status ekonomi sosial, dan lainnya.

Dengan mengenali audiens, kamu jadi bisa menyusun dan menyampaikan informasi yang tepat untuk mereka.

Misalnya, kamu diundang jadi public speaker di acara pelatihan kesehatan di Sekolah Dasar. Usia anak SD adalah 7-12 tahun. Berbicara dengan anak-anak nggak akan cocok kalau kamu pakai bahasa ilmiah, menunjukkan jurnal penelitian atau data-data tertentu. Mereka nggak akan mengerti, dan mereka akan bosan. Tapi, akan cocok kalau kamu bicara dengan gaya yang santai, sambil bermain, banyak gambar, pakai bahasa sederhana, dan lainnya.

Jadi, mengenali audiens bisa bantu kamu untuk menyampaikan pesan secara efektif agar pesan bisa benar-benar diterima dan dipahami dengan baik.

 

3. Kuasai materinya

Pernah nggak kamu melihat orang yang lagi ngomong atau presentasi di depan tapi dia membaca? Benar-benar membaca semua yang mau dibicarakan. Bagaimana menurutmu? Terlihat kurang profesional, kaku, dan membosankan, bukan?

Karena itu, penting banget untuk menguasai materi yang akan disampaikan. Jadi, kamu bisa membahas materi itu dengan bahasa yang lebih sederhana dan improvisasi, sehingga audiensnya nggak bosan. Selain itu, kamu juga jadi terlihat profesional dan bisa membuat audiens percaya dengan apa yang kamu sampaikan. Kalau bikin catatan kecil untuk menyontek sedikit, nggak apa-apa, tapi jangan membaca semuanya, ya.

 

4. Membuat skrip

Untuk menghindari lupa materi atau membahas materi yang terlalu melebar kemana-mana, kamu bisa bikin skrip atau kerangka materi.

Skrip ini bentuknya catatan kecil yang bisa jadi contekan. Kamu bisa menuliskan urutan poin-poin yang akan disampaikan, keyword untuk pembahasan tertentu, games (kalau ada), sesi tanya jawab, dan lainnya.

Ketika kamu tiba-tiba lupa poin selanjutnya apa, misalnya, kamu bisa melihat catatan itu dan melanjutkan pembicaraan dengan lancar.

Baca juga: Skill Penting yang Perlu Kamu Kuasai untuk Survive di Masa Depan

 

5. Selipkan humor dan cerita

Dalam public speaking, kamu nggak harus selalu terlihat serius dan kaku. Kamu bisa menyelipkan humor untuk menarik perhatian audiens dan mengurangi kebosanan. Kalau kamu nggak bisa menggunakan humor atau takut lelucon yang kamu sampaikan garing, kamu bisa pakai cerita.

cara meningkatkan public speaking

Cerita bisa memberikan sentuhan emosional secara pribadi kepada audiens. Tapi, pastikan ceritanya masih nyambung dengan topik yang dibahas, ya. Jangan nggak nyambung dan malah melebar kemana-mana.

 

6. Bertutur dengan jelas

Agar pesan tersampaikan dengan baik ke audiens, maka kamu harus berbicara atau bertutur dengan jelas. Maksudnya bertutur jelas adalah, tidak bergumam, artikulasinya jelas, penggalan kata atau kalimat juga jelas. 

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan pengaturan nada dan suara. Seperti, tekanan suara dan kecepatan berbicara. Misalnya, bicara terlalu cepat bisa bikin audiens kesulitan menerima informasi, selain itu kamu juga jadi lebih cepat lelah dan sulit mengatur nafas.

Materi yang bagus tanpa penyampaian yang jelas tentu sangat disayangkan.

 

7. Pelajari dan perhatikan bahasa tubuh

Bahasa tubuh atau body language adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan tanpa rekayasa oleh seseorang. Bahasa tubuh ini termasuk bentuk komunikasi non-verbal dan bisa mempertegas gagasan atau pesan yang kamu sampaikan.

Nggak terbatas di gerakan tubuh aja, bahasa tubuh juga termasuk ekspresi wajah, eye contact, pergerakan badan, dan lainnya.

Misalnya, eye contact. Ketika berbicara di depan audiens, usahakan pandangan tetap ke depan dan memandang audiens secara merata. Ini dilakukan agar audiens merasa terlibat dalam pembicaraan. Contoh lainnya, ekspresi wajah, tersenyum kepada audiens sesekali bisa membuat mereka merasa nyaman.

Kamu bisa mempelajari bahasa tubuh apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari saat public speaking dan mempraktikkan nya.

Baca juga: Cara Meningkatkan Kemampuan Problem Solving dan Tips Mengatasi Masalah

 

8. Gunakan audio visual 

Untuk membuat presentasi atau public speaking jadi lebih menarik, kamu bisa memanfaatkan bantuan audio visual. Misalnya, tampilkan gambar-gambar, video, atau audio yang bisa mendukung topik yang sedang kamu bahas.

Kamu juga bisa memanfaatkan konten audio visual sebagai kuis agar interaksi dengan audiens terjadi. Misalnya, kamu sedang membawakan materi tentang brand dan melakukan tebak-tebakan logo brand dalam waktu 5 detik, atau mendengar jingle sebuah brand selama 5 detik lalu menebaknya, dan lainnya.

Tapi pastikan penggunaan audio visual tidak berlebihan, karena bintang utamanya tetap kamu, audio dan visual hanya pelengkap.

---

Nah, itu dia pembahasan tentang apa itu public speaking, pentingnya public speaking di tempat kerja, dan cara meningkatkannya. Belajar public speaking tentu butuh waktu, konsistensi, dan proses yang nggak sebentar, tapi pelan-pelan kamu pasti akan berkembang. 

Kamu bisa juga ikut kelas public speaking, presentasi, atau cara berkomunikasi lainnya dengan ikut kelas dari Skill Academy. Ada banyak banget pilihan kelasnya. Kamu akan belajar dengan instruktur yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Jadi nggak perlu diragukan lagi kualitas materinya. Tunggu apa lagi? Yuk, upgrade skill public speaking bareng Skill Academy!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi:

North, Marjorie. 2020. ‘10 Tips for Improving Your Public Speaking Skills’ [daring]. Tautan: https://professional.dce.harvard.edu/blog/10-tips-for-improving-your-public-speaking-skills/ (Diakses pada: 22 Oktober 2021)

Martin, Hannah. 2017. ‘15 Body Language Tips to Improve Your Public Speaking’ [daring]. Tautan: https://www.talentedladiesclub.com/articles/15-body-language-tips-to-improve-your-public-speaking/ (Diakses pada: 22 Oktober 2021)

Waters, Shonna. 2021. ‘How to Improve Your Public Speaking Skills’ [daring]. Tautan: https://www.betterup.com/blog/how-to-improve-public-speaking (22 Oktober 2021)

Barnard, Dom. 2018. ‘Brief History of Public Speaking and Famous Speakers through the Ages’ [daring]. Tautan: https://virtualspeech.com/blog/history-public-speaking (Diakses pada: 22 Oktober 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Satu individu dari 7,9 miliar manusia di bumi. Terima kasih sudah baca sampai sini :)

Beri Komentar