Belajar Copywriting bagi Pemula untuk Tingkatkan Penjualan

Devi Lianovanda Agu 23, 2021 • 8 min read


belajar copywriting

Artikel ini membahas cara belajar copywriting mulai dari definisi, formula copywriting beserta contohnya, dan psychological triggers dalam copywriting.

--

Iklan pasti bukan hal asing lagi buat kita semua. Karena iklan ada di mana-mana. Di TV, radio, billboard, e-mail, YouTube, dan sosial media. Jadi, pasti kamu pernah melihat iklan. Kalau diperhatikan, iklan biasanya terdiri dari kalimat yang pendek tapi catchy. Singkat tapi membekas. Misalnya, iklan sari roti, sosis so nice, Indomie, dan lainnya. Nggak jarang lagunya terngiang-ngiang, kan? Nah itu adalah contoh dari copywriting.

Untuk membuat copy iklan yang menarik dan powerful tentu diperlukan riset, latihan, dan juga belajar. Yuk, belajar copywriting bareng di sini!

Apa itu copywriting?

Copywriting adalah kegiatan menulis teks pemasaran atau iklan dengan tujuan memersuasi atau membujuk konsumen untuk melakukan action sesuai dengan goals yang ingin dicapai. Misalnya, pembelian produk, donasi, klik, download, subscribe, dan lainnya. Orang yang menulis copywriting disebut Copywriter.

Kenapa copywriting penting? Iklan dengan copywriting yang powerful bisa membuat seseorang yang awalnya nggak mau beli jadi mau beli, yang nggak tahu jadi penasaran dan klik. Misalnya, iklan sepatu lagi promo buy 1 get 1 free, padahal lagi nggak perlu sepatu, tapi copy iklannya menarik, akhirnya beli. Atau paling nggak kita jadi penasaran dan pengin lihat sepatu yang dijual.

Baca juga: Apa Bedanya Content Writer, Copywriter, dan UX Writer? Simak Penjelasan Ini!

pentingnya copywriting untuk pemasaran

Nah, kelihatan kan kalau copywriting punya kekuatan yang penting untuk pemasaran. Ternyata, menulis copy yang menarik dan powerful itu susah-susah gampang, lho. Karena menulis copy iklan berbeda dengan menulis biasa. Ada teknik atau formula yang bisa kamu gunakan. Apa aja, sih, teknik copywriting itu? Yuk, simak penjelasannya!

Formula copywriting

Formula copywriting adalah teknik membuat copy yang efektif untuk meningkatkan penjualan. Tujuan penggunaan formula atau teknik copywriting adalah agar kamu punya panduan yang memudahkan dalam menulis sebuah copy. Berikut adalah formula copywriting yang menjual dan paling sering digunakan:

1. AIDA/AIDCA

Attention: menarik perhatian target audiens, biasanya melalui headline. Biasanya headline ditulis dalam ukuran yang lebih besar agar menarik perhatian konsumen.

Interest: Membangkitkan minat konsumen terhadap produk dengan menawarkan sesuatu yang dibutuhkan konsumen, value position, dan manfaat yang didapatkan dengan menggunakan produk yang kamu tawarkan. Biasanya melalui sub-headline.

Desire: Buat konsumen semakin menginginkan produk tersebut, beritahu juga manfaat apa yang akan mereka dapatkan jika membeli produk itu. Kamu juga dapat menyelipkan kata-kata atau kalimat yang dapat memengaruhi sisi emosi maupun pikiran. Misalnya, produk atau waktu terbatas.

Action: Mengarahkan konsumen untuk melakukan tindakan sesuai goals (call to action). Misalnya: Download sekarang, Coba gratis 3 bulan, Donasi Sekarang, dan lainnya.

Formula AIDA ini sudah berkembang dan menambahkan satu aspek yaitu Caution atau Conviction.

Caution/conviction: membuat target konsumen yakin dengan kualitas produk yang kamu tawarkan dan nggak perlu khawatir karena produk tersebut worth to buy. Misalnya testimoni, tester, atau garansi.

Ikuti kelas: Menulis Naskah Iklan (Copywriting) dan Menerapkan SEO untuk Menjadi Spesialis Periklanan

 

2. PAS (Problem, Agitate, Solution)

Problem: Memasarkan atau menawarkan produk dengan mengangkat masalah yang dialami oleh konsumen. Sentuh mereka dengan masalah yang relate dengan kehidupan sehari-hari.

Agitate: Mendramatisir masalah yang dialami konsumen adalah masalah yang harus segera diselesaikan.

Solution: Memberikan solusi kepada masalah yang dialami konsumen dengan menawarkan produk atau jasa yang kamu jual.

Contoh copywriting dengan teknik ini:

Contoh copywriting formula PAS

Problem: Tidak memberikan pelatihan karyawan ternyata bisa memberi dampak negatif

Agitate: Menjelaskan 4 poin dampak negatif bagi perusahaan akibat tidak melakukan pelatihan karyawan

Solution: Bergabung dengan Skill Academy for Enterprise untuk kemudahan meningkatkan SDM perusahaan

 

3. FAB (Feature, Advantage, Benefit)

Dengan formula ini, kamu bisa membuat copy dengan menonjolkan keunggulan dari produk seperti fitur atau nilai yang nggak dimiliki produk lain. Selain itu, kamu juga bisa menjelaskan manfaat atau benefit yang diperoleh konsumen dengan membeli produk tersebut. 

Feature: Tonjolkan fitur utama dari produk atau jasa yang ditawarkan.

Advantage: Jelaskan keunggulan atau kelebihan fitur tersebut untuk konsumen.

Benefit: Manfaat apa yang akan diperoleh konsumen jika membeli atau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Kalau kamu bingung membedakan feature, advantage, dan benefit, coba perhatikan contoh ini:

Feature: Sebuah handphone dengan kamera 108 MP.

Advantage: Dengan fitur tersebut, kamu bisa menghasilkan foto dengan kualitas yang lebih baik.

Benefit: Kamu nggak perlu beli kamera profesional lagi, karena kualitas dari kamera handphone ini sudah cukup. 

 

Psychological triggers dalam copywriting

Psychological triggers adalah kemampuan sebuah copy untuk memberikan sentuhan emosional kepada target konsumen agar melakukan tindakan sesuai dengan tujuan iklan. Misalnya beli produk karena idol kita adalah brand ambassador-nya, atau karena packaging-nya lucu, dan lainnya. Kamu bisa menggunakan beberapa dorongan psikologis berikut ini dalam sebuah copy:

1. Curiosity

Membangkitkan rasa penasaran kepada konsumen. Misalnya memberikan teaser atau kisi-kisi launching produk terbaru. Dengan meningkatkan perasaan ini, konsumen akan terdorong untuk mencari tahu lebih besar, sehingga kemungkinan melakukan tindakan jadi lebih besar juga.

2. Promise

Copy yang kamu buat harus bisa membuat konsumen yakin atau percaya dengan kualitas produk yang dijual. Misalnya, garansi 5 tahun, jaminan uang kembali, dan lainnya.

3. Halo effect

Kalau kamu punya pengalaman positif terhadap suatu brand atau produk, kamu juga bisa menyukai produk lain dari brand tersebut. Ini biasa dilakukan dengan endorsement atau penggunaan brand ambassador. Citra positif dari public figure bisa mendorong followers untuk menggunakan produk atau jasa serupa. Misalnya, Skill Academy menggandeng Nicholas Saputra sebagai instruktur untuk kelas fotografi. Selain karena kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Nicholas Saputra, citra positif yang dimilikinya mendorong orang lain untuk semangat belajar fotografi.

 

Nah, itu dia pembahasan tentang belajar copywriting, khususnya tentang teknik atau formula copywriting dan psychological triggers. Dengan banyak latihan dan belajar, kamu pasti bisa membuat copy yang powerful dan sangat menjual.  

Skill Academy menyediakan kelas copywriting yang bisa kamu ikuti. Ini merupakan Kelas Sukses Kerja yang telah diverifikasi secara optimal dan sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Di kelas ini, kamu akan belajar mulai dari dasar-dasar copywriting, step membuat copy, sampai membuat copy sesuai dengan Search Engine Optimization (SEO). Belajarnya tentu bersama instruktur yang kompeten dan berpengalaman. Tunggu apa lagi? Manfaatkan saldo prakerjamu untuk upgrade kualitas diri bersama Skill Academy.

Kelas Sukses Kerja Skill Academy

Referensi: 

Nabila, Aidid. ‘Kelas Copywriting: Trik Merangkai Kata untuk Tingkatkan Penjualan’ [daring]. Tautan: https://skillacademy.com/course-detail/copywriting-trik-merangkai-kata-untuk-tingkatkan-penjualan/COURSE-2WQZ79EL?courseType=SingleCourse (Diakses pada: 20 Agustus 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Content Writer at Ruangguru. Terima kasih sudah baca sampai sini!

Beri Komentar