PKWT dan PKWTT, Apa Sih Perbedaan Keduanya?

Devi Lianovanda Des 7, 2021 • 7 min read


PKWT dan PKWTT

Perjanjian kerja di Indonesia terbagi menjadi dua jenis: PKWT dan PKWTT. Apa perbedaan keduanya? Ayo kita cari tahu bersama!

--

Buat kamu yang sudah bekerja atau masih mencari kerja, pasti pernah mendengar istilah PKWT dan PKWTT. Keduanya adalah jenis perjanjian kerja yang ada di Indonesia. Sebagian dari kita, mungkin ada yang masih asing banget sama istilah ini, ada yang tahu tapi nggak terlalu paham, dan ada yang mengira keduanya sama. Biar nggak bingung lagi, kita ulik bareng, yuk apa itu PKWT dan PKWTT serta perbedaan keduanya!

 

Apa itu PKWT?

Berdasarkan PP No 35 tahun 2021, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau yang disingkat PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha/ pemberi kerja untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.

Jadi PKWT ini mengikat karyawan dalam perjanjian kerja yang sifatnya sementara, ada batas waktunya. Pekerja yang terikat perjanjian ini sering kita dengar sebagai karyawan kontrak dan juga pekerja lepas.

Penentuan batas waktu perjanjian kerjanya, bisa berdasarkan waktu atau berdasarkan selesainya pekerjaan. Kalau berdasarkan selesainya pekerjaan, misalnya proyek A dapat diselesaikan dalam waktu 2 tahun, maka perjanjian kerja dilakukan selama 2 tahun. Ini bisa diperpanjang oleh perusahaan jika ada kondisi khusus yang menyebabkan selesainya pekerjaan memerlukan waktu yang lebih lama. Kalau berdasarkan waktu, tergantung kebutuhan perusahaan, apakah 1 tahun kontrak, 2 tahun, dan seterusnya.

 

Apa itu PKWTT?

Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha/ pemberi kerja untuk mengadakan hubungan kerja yang sifatnya tetap atau tidak terbatas waktu.

Kalau PKWT mengikat karyawan dalam kontrak kerja sementara, PKWTT mengikat karyawan dalam perjanjian kerja yang tidak berbatas waktu, sifatnya tetap. Karena itu, karyawan dengan PKWTT biasa disebut dengan kartap alias karyawan tetap.

 

PKWT dan PKWTT, apa saja perbedaannya?

Biar nggak bingung atau tertukar antara keduanya, berikut merupakan perbedaan PKWT dan PKWTT. Simak sampai habis, ya!

 

1. Lama perjanjian dan jenis pekerjaan

PKWT merupakan perjanjian dengan batas waktu tertentu. Perjanjian ini hanya boleh digunakan untuk jenis pekerjaan yang sifatnya musiman, pekerjaan sekali selesai, pekerjaan yang ada hubungannya dengan produk baru, atau kegiatan baru. Bila dibuat berdasarkan waktu, PKWT dibuat maksimal untuk 5 tahun termasuk perpanjangan kontrak (kalau ada). Tapi, kalau dibuat berdasarkan selesainya pekerjaan, maka kontrak dapat diperpanjang sampai batas waktu tertentu atau sampai selesainya pekerjaan.

Kalau PKWTT, perjanjian kerjanya tidak punya batas waktu atau bersifat tetap. Perjanjiannya bisa berakhir ketika pekerja meninggal dunia, pensiun, atau mengajukan pengunduran diri. Jenis pekerjaan apa saja diperbolehkan dalam PKWTT, baik yang sifatnya pekerjaan tetap maupun tidak tetap.

Baca juga: 15 Pertanyaan Interview Kerja Paling Sering Diajukan dan Cara Menjawabnya!

 

2. Masa percobaan

Untuk PKWT, perusahaan tidak boleh mensyaratkan masa percobaan atau probation kepada karyawan baru mereka. Kalau masa percobaan tetap diberlakukan, maka masa percobaan tersebut akan otomatis batal secara hukum.

PKWTT boleh mensyaratkan masa percobaan atau probation dengan durasi paling lama 3 bulan. Saat sedang melakukan masa percobaan, perusahaan tidak boleh membayar upah di bawah upah minimum yang berlaku.

 

3. Pelaporan dokumen perjanjian kerja

Dalam PKWT, perusahaan wajib melakukan pelaporan ke instansi ketenagakerjaan secara daring paling lama 3 hari sejak perjanjiannya ditandatangani. Kalau secara daring belum tersedia, maka perusahaan harus melakukan pelaporan secara tertulis di instansi ketenagakerjaan paling lama 7 hari sejak perjanjiannya ditandatangani.

Sedangkan PKWTT, perusahaan tidak harus melakukan pencatatan dokumen perjanjian kerja ke instansi ketenagakerjaan.

 

Ikuti kelas: Rahasia Sukses Melamar Kerja

 

4. Hak yang diterima ketika pekerja di-PHK

Untuk pekerja dengan PKWT, ketika diputus hubungan kerja oleh perusahaan, maka berhak menerima kompensasi sesuai masa kerja yang sudah dijalani. Kompensasi ini biasanya diberikan ketika masa perjanjian kerja sudah berakhir. Jika salah satu pihak mengakhiri perjanjian kerja sebelum waktunya, pihak yang mengakhiri wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya seharga sisa nilai kontrak.

perbedaan PKWT dan PKWTT

Kalau PKWTT, ketika di-PHK, hak yang akan diterima berupa pesangon, uang penghargaan masa kerja, sisa cuti tahunan yang belum digunakan, dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima yang diatur dalam perjanjian kerja (misalnya, uang perjalanan pulang-pergi ke kantor, uang makan).

 

5. Bentuk perjanjian kerja

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dibuat secara tertulis, harus menggunakan bahasa Indonesia, dan ditulis dalam huruf latin. Berdasarkan pasal 54 UU No 13 tahun 2003, surat perjanjian kerja, sekurang-kurangnya memuat informasi:

  1. Nama, alamat, dan jenis usaha perusahaan
  2. Nama, jenis kelamin, alamat, dan umur pekerja
  3. Jabatan atau jenis pekerjaan
  4. Besaran upah dan cara pembayarannya
  5. Hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja
  6. Tempat dan tanggal surat perjanjian kerja dibuat
  7. Tanda tangan pengusaha dan pekerja

Dalam PKWTT, perjanjian kerja bisa dibuat dalam bentuk lisan maupun tertulis. Namun, perusahaan wajib membuat surat pengangkatan. Berdasarkan pasal 63 UU No 13 tahun 2003, surat pengangkatan pekerja tetap minimal memuat informasi:

  1. Nama dan alamat pekerja
  2. Tanggal mulai bekerja
  3. Jenis pekerjaan
  4. Besaran upah yang diterima

Baca juga: Cara Membuat CV, Contoh dan Template Gratis!

 

6. Hak-hak lain yang diterima

Kita sudah melihat beberapa perbedaan antara PKWT dan PKWTT. Namun, baik perjanjian waktu tertentu atau tidak tertentu, keduanya memiliki beberapa hak yang sama untuk pekerjanya. Di antaranya adalah: BP Jamsostek, BP Kesehatan, cuti tahunan, tunjangan hari raya (THR), dan cuti keperluan khusus. Untuk benefit lain, biasanya tergantung perusahaan. Ada yang memberikan benefit yang sama antara PKWT dan PKWTT, ada juga yang memberikan benefit yang berbeda.

---

Itu dia pembahasan tentang perbedaan PKWT dan PKWTT. Semoga membantu dan jadi mengerti perbedaan keduanya, ya! Untuk mempersiapkan diri mengejar pekerjaan impian, Skill Academy punya banyak kelas persiapan karier mulai dari membuat CV, wawancara kerja, personal branding, dan banyak kelas lainnya. Dengan video belajar yang menarik dan instruktur yang kompeten, kamu bisa merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Tunggu apa lagi? Untuk kepoin kelas-kelasnya, kamu bisa klik banner di bawah ini!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan [daring]. Tautan: https://www.kemenperin.go.id/kompetensi/UU_13_2003.pdf (Diakses pada: 03 Desember 2021)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja [daring]. Tautan: https://jdih.kemnaker.go.id/asset/data_puu/PP352021.pdf (Diakses pada: 03 Desember 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Content Writer at Ruangguru. Terima kasih sudah baca sampai sini!

Beri Komentar