Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Memulai Bisnis Restoran

Memulai Bisnis Restoran

Berniat memulai bisnis restoran? Sebelum itu, ketahui peluang usahanya dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memulai bisnis restoran!


Apakah kamu gemar memasak dan berencana memulai bisnis restoran? Bisnis kuliner memang selalu menarik minat banyak orang karena berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar. Seperti apa peluang bisnis restoran di Indonesia saat ini dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis restoran? Yuk, simak penjelasan berikut!

 

Peluang bisnis restoran di Indonesia

Menurut medcom.id, pada tahun 2024, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia diperkirakan mencapai 7%. Hal ini didorong oleh pertumbuhan kelas menengah sekitar 53 juta orang. Kelas menengah menjadi penggerak utama karena banyak menghabiskan uang untuk makanan dan minuman. 

Sebanyak 49,25% populasi Indonesia menghabiskan uang untuk makanan dan minuman. Selain itu, secara demografi, 53,81% populasi Indonesia diisi oleh generasi milenial dan Z yang suka mencoba produk dan pengalaman baru. Hal ini menciptakan peluang bagi bisnis makanan dan minuman.

Di sisi lain, gaya hidup yang sibuk di daerah perkotaan mendorong tingginya makan di luar. Orang memiliki waktu terbatas untuk masak di rumah, sehingga memilih makan di restoran atau memesan makanan secara online.

Berdasarkan data BPS tahun 2022, terdapat 11.223 usaha kuliner di seluruh Indonesia pada tahun 2020, dimana 71,65% diantaranya merupakan bisnis restoran atau rumah makan. Data ini menunjukkan banyaknya bisnis restoran di Indonesia. 

Kenapa bisnis restoran sangat diminati di Indonesia? Berikut beberapa alasan yang dilansir economy.okezone:

  • Potensi pasar yang besar dan terus berkembang karena konsumsi makanan yang terjadi setiap hari secara berulang memberikan peluang bisnis yang besar.
  • Bisnis kuliner memiliki fleksibilitas yang tinggi karena bisa dimulai dari skala kecil dengan modal yang terjangkau.
  • Bisnis restoran menawarkan berbagai variasi produk, termasuk minuman, hidangan utama, hidangan penutup, dan makanan cepat saji.
  • Bisnis kuliner menjanjikan keuntungan yang besar, dengan rata-rata margin keuntungan di atas 20%, bahkan mencapai sekitar 40% untuk segmen kelas menengah.

Melihat peluang dan persaingan bisnis restoran di Indonesia, kamu harus terus berinovasi dan berkreasi. Hal ini tidak terbatas pada makanan dan minuman, tapi juga pelayanan dan adaptasi terhadap perkembangan digital seperti metode pembayaran yang variatif, menu digital, dan ekspansi pasar melalui aplikasi ojek online.

Baca juga: Analisis SWOT dalam Bisnis: Pengertian, Tips, dan Contohnya

 

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk memulai bisnis restoran

Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis restoran? Yuk, simak penjelasan berikut!

1. Menentukan konsep restoran 

Pertama, kamu perlu menentukan konsep restoran yang akan dibuka. Apakah restoran cepat saji, restoran fine dining, kafe, atau restoran dengan tema khusus, seperti suasana tropis khas Bali atau tema lainnya. Konsep dapat menentukan aspek lainnya dalam bisnis restoran, seperti menu, dekorasi, harga, dan lain sebagainya.

Pastikan konsep restoran sesuai dengan target pasar yang kamu tuju dan minat pelanggan potensial. Sehingga, kamu bisa menarik dan mempertahankan pelanggan yang loyal. Memilih konsep restoran juga dapat menciptakan pengalaman kuliner yang unik bagi para pengunjung.

Baca juga: 12 Cara Memulai Bisnis Makanan untuk Pemula

 

2. Modal usaha

Modal adalah uang atau sumber daya yang dibutuhkan untuk memulai bisnis restoran. Ini mencakup biaya sewa tempat, membeli peralatan dapur, bahan makanan, staf (jika ada), dan biaya operasional lainnya. Untuk mendapatkan modal, kamu bisa mencari investor, mengambil pinjaman dari bank, menggunakan tabungan pribadi, atau meminjam dari keluarga atau teman. 

Menyusun business plan akan membantumu mengatur dan memperkirakan berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk memulai dan menjalankan bisnis restoran.

 

3. Lokasi yang strategis 

Memilih lokasi sangat penting, pilih lokasi yang mudah dijangkau dan ditemukan oleh pelanggan. Lokasi yang strategis, mudah ditemukan, dan dekat dengan keramaian akan membuat orang lebih tertarik untuk datang dan makan di restoranmu.

Misalnya, kamu membangun restoran di pinggir jalan atau area kampus, maka akan banyak orang yang melihatnya dan mungkin mampir untuk makan. Selain itu, pastikan tersedia tempat parkir yang cukup agar pelanggan tidak kesulitan memilih tempat parkir.

 

4.Target pasar

Selanjutnya adalah menentukan target pasar. Kita perlu tahu siapa orang-orang yang akan datang ke restoran kita. Misalnya, umur mereka, jenis makanan yang mereka sukai, dan daya beli. 

Kamu bisa mengenali target pasar dengan melakukan survei sederhana atau ngobrol dengan buyer persona. Dengan tahu lebih banyak tentang target pasar, kamu bisa menyesuaikan menu, harga, dan strategi promosi yang tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jadi, pastikan kamu tahu siapa yang menjadi target untuk makan di restoranmu, ya!

 

5. Menu dan harga 

Kamu harus memikirkan makanan dan minuman apa yang akan kamu jual. Pastikan menu memiliki variasi mulai dari makanan utama, camilan, dan minuman. Jangan lupa mempertimbangkan kebutuhan pelanggan seperti menu anak-anak.

Saat menyusun harga, kamu harus mempertimbangkan biaya bahan baku, operasional, dan margin yang kamu inginkan. Pastikan harganya tetap bersaing dengan restoran sejenis dan sekitar, tapi kamu tetap dapat untung.

 

6. Izin usaha restoran

Sebelum membuka restoran, pastikan kamu memiliki izin usaha dan operasional yang diperlukan. Beberapa perizinan yang diperlukan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) usaha, dan perizinan lainnya.

Dengan melengkapi perizinan, kamu bisa menjalankan bisnis restoran dengan aman dan tidak ada masalah dengan hukum. Selain itu, perizinan juga menunjukkan bisnismu diakui secara legal oleh pemerintah.

Baca juga: 8 Cara Memulai Bisnis Frozen Food (Makanan Beku) untuk Pemula

 

7. Membeli peralatan yang diperlukan

Perlengkapan restoran termasuk alat-alat masak seperti kompor, panci, pisau, tabung gas, dan lainnya. Selain itu, kamu juga perlu membeli perlengkapan lain seperti meja dan kursi, peralatan makan, perlengkapan toilet, meja kasir, serta perlengkapan di meja makan seperti tisu, wadah bumbu, dan lainnya. 

Pilih peralatan dengan kualitas bagus agar umur pakainya panjang. Jangan lupa untuk membandingkan kualitas dan harga dari berbagai tempat sebelum membelinya, ya!

 

8. Mencari supplier bahan makanan atau minuman 

Supplier adalah pihak yang menyediakan berbagai bahan makanan, minuman, perlengkapan dapur, atau peralatan lainnya yang dibutuhkan sebuah restoran. Peran supplier sangat penting karena mereka memastikan restoran memiliki pasokan yang cukup dan berkualitas untuk mempertahankan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan.

Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dalam memilih supplier. Cari supplier dengan bahan makanan dan minuman yang selalu fresh, waktu pengiriman, dan biaya yang sesuai. Jangan terburu-buru dan lakukan perbandingan beberapa supplier untuk menemukan yang terbaik.

 

9. Pemasaran

Siapkan strategi pemasaran agar orang-orang tahu tentang restoran dan tertarik untuk datang. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah menggunakan media sosial, seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti festival makanan untuk mempromosikan restoranmu.

Kamu juga bisa memanfaatkan ads dan menautkan restoran dengan Google My Business (GMB) agar restoran lebih mudah ditemukan di Google Maps dan hasil pencarian Google. Calon pelanggan bisa menemukan lokasi, jam buka, nomor telepon, dan review pelanggan lain.

Tidak hanya itu, dengan Google My Business, kamu bisa memperbarui informasi tentang jam buka atau menu secara real-time dan berinteraksi dengan pelanggan seperti membalas review atau menjawab pertanyaan.

Ikuti kelas: Mengembangkan Restoran Jawa untuk Spesialis Pengembangan Bisnis


Itulah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai bisnis restoran. Meskipun bisnis ini berpotensi menghasilkan keuntungan yang tinggi, tingkat persaingan yang kompetitif juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kamu perlu terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengembangkan bisnis.

Semoga penjelasan di atas membantu, ya! Kamu bisa belajar lebih banyak mengenai bisnis dengan mengikuti kelas dari Skill Academy. Di sini, kamu bisa belajar tentang pemasaran, business plan, bisnis online, dan kelas bisnis lainnya. Cepetan kepoin kelasnya!

Devi Lianovanda