Mengenal Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill (Beserta Contoh-contohnya)

Devi Lianovanda Okt 11, 2021 • 7 min read


hard skill vs soft skill

Artikel ini membahas perbedaan hard skill dan soft skill serta contoh hard skill dan soft skill yang banyak dicari perusahaan.

--

Hard skill dan soft skill sepertinya bukan istilah yang asing lagi bagi sebagian orang. Terutama bagi para fresh graduate, pencari kerja, atau pekerja.

Ketika mau melamar sebuah pekerjaan, kita pasti butuh CV. Di dalam CV, biasanya kita mencantumkan hard skill dan soft skill yang kita miliki agar perekrut tahu, kalau kita memenuhi requirements yang diberikan perusahaan.

Tapi, kamu pernah nggak bingung dan nggak tahu harus mencantumkan skill apa aja di dalam CV? Bahkan nggak jarang masih susah membedakan antara hard skill dan soft skill. Karena nggak bisa bedain, akhirnya malah jadi skill yang tertukar. Hard skill ditaruh di soft skill, dan soft skill ditaruh di hard skill. :(

Biar nggak bingung atau tertukar lagi, cari tahu perbedaan & contoh hard skill dan soft skill, yuk!

 

Perbedaan hard skill dan soft skill

 

Hard skill

Dilansir dari themuse.com, hard skill adalah keterampilan atau pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Misalnya, Network Engineer, maka hard skill yang harus dimiliki adalah paham standar OSI Layer 7, subnetting IP, routing, switching, dan lainnya. Tapi, kalau kamu mau melamar pekerjaan lain, misalnya Akuntan, Graphic Designer, Copywriter, maka hard skill yang dibutuhkan pasti berbeda.

Setiap pekerjaan membutuhkan hard skill yang berbeda-beda. Tergantung pekerjaan apa yang kamu jalani.

Hard skill adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan terukur. Hard skill bisa dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal, kursus, pelatihan perusahaan, atau sertifikasi. Nah, ijazah, sertifikat pelatihan, atau penghargaan adalah alat untuk mengukur seberapa kamu menguasai hard skill tertentu. Ijazah dan sertifikat juga bisa membuktikan kalau kamu memang menguasai hard skill tersebut.

Misalnya, kamu mau belajar bahasa Inggris. Lalu kamu mengikuti kursus di lembaga tertentu. Setelah semua kursus selesai, kamu mengikuti tes TOEFL atau IELTS dan mendapatkan sertifikat yang berisi skor tes. Nah, nilai TOEFL ini menjadi bukti kamu mahir berbahasa Inggris dengan level tertentu.

Karena itu, biasanya para engineer, akuntan, dan beberapa pekerjaan lain sering mengambil sertifikasi ini dan itu. Selain untuk memenuhi syarat lowongan pekerjaan, sertifikasi juga bisa membantu meningkatkan karier, mendapatkan kenaikan gaji, dapat promosi, dan lainnya.

Ikuti kelas: Rahasia Sukses Berkarier

 

Soft skill

Setelah hard skill, sekarang waktunya kenalan dengan soft skill.

Apa itu soft skill? Soft skill adalah atribut pribadi atau bisa juga disebut kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Kemampuan ini, lebih ke cara kamu berinteraksi dengan orang lain.

Kalau hard skill adalah kemampuan yang spesifik, soft skill sifatnya lebih general. Maksudnya, pekerjaan apapun pasti memerlukan soft skill. Misalnya, komunikasi, manajemen waktu, motivasi, kecerdasan emosional, dan lainnya. Apapun pekerjaanmu, pasti perlu komunikasi, dong.

Sama seperti hard skill, soft skill bisa dipelajari dan dikembangkan. Bisa dipelajari melalui kursus atau pelatihan. Tapi, karena soft skill adalah kepribadian dasar dari seseorang atau bawaan, maka cara terbaik untuk meningkatkannya adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar.

Misalnya, kamu mau mengembangkan skill komunikasi. Kamu bisa belajar teorinya melalui kursus atau pelatihan. Tapi untuk meningkatkannya, kamu harus praktik. Belajar untuk ngobrol dengan orang lain, belajar mendengarkan, dan juga menyimak. Bisa dengan ikut komunitas, ikut project di tempat kerja, gabung ke kelompok belajar, dan lainnya. Dengan praktik, pelan-pelan kemampuan komunikasi akan berkembang.

perbedaan hard skill dan soft skill

Meskipun soft skill yang kamu miliki mengalami peningkatan atau perkembangan, sayangnya hal ini sulit untuk diukur dan dibuktikan. Sulit untuk mengukur kemampuan komunikasi, kepemimpinan, atau kemampuan mengambil keputusan seseorang. Karena sifatnya sangat personal dan subjektif.

Baca juga: Skill Penting yang Perlu Kamu Kuasai untuk Survive di Masa Depan

 

Contoh hard skill

Hard skill membantu kamu untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Sifatnya spesifik tergantung pekerjaan tertentu. Berikut adalah beberapa contoh hard skill:

  1. Bahasa pemrograman (C++, Java, JavaScript, Phyton)
  2. UI/UX Design
  3. Keamanan jaringan
  4. Kemampuan berbahasa asing (bilingual/multilingual)
  5. SEO/SEM marketing
  6. Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint)
  7. Copywriting
  8. Video editing
  9. Digital marketing
  10. Google Ads, dan lainnya.

contoh hard skill dan soft skill

Contoh soft skill

Kalau hard skill membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, soft skill membantumu untuk berkembang di tempat kerja dengan kemampuan berinteraksi secara positif dengan orang lain. Contoh soft skill yang dicari perusahaan adalah:

  1. Kreativitas
  2. Kerja sama team
  3. Komunikasi
  4. Empati
  5. Kepemimpinan
  6. Adaptif
  7. Manajemen waktu
  8. Detail-oriented
  9. Problem solving
  10. Kecerdasan emosional, dan lainnya. 

 

Hard skill dan soft skill, keduanya sama-sama penting

Mungkin ada yang berpikir hard skill lebih penting daripada soft skill. Karena hard skill bisa membantu kita bekerja dengan baik. Tapi soft skill juga nggak kalah penting, lho. Charles Riborg menuliskan di laporannya yang berjudul A Study of Engineering Education bahwa 85% kesuksesan dalam pekerjaan didukung oleh soft skill, dan 15%nya didukung oleh hard skill.

Di tahap melamar kerja, hard skill bisa membuat kamu diundang interview karena memenuhi kualifikasi yang ada. Tapi, soft skill bisa membuatmu lolos interview dan diterima kerja. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kamu bisa menjawab rentetan pertanyaan wawancara dengan baik. Dan dengan hard skill yang baik, kamu bisa membuktikan kalau keahlianmu sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.

Di tahap sudah bekerja, hard skill tetap membantumu menyelesaikan pekerjaan. Tapi soft skill membantumu bertahan dan berkembang. Dalam bekerja, pasti diperlukan koordinasi, komunikasi, problem solving, dan lainnya. Dengan soft skill yang baik, masalah-masalah pekerjaan bisa kamu selesaikan dengan baik.

Jadi, hard skill dan soft skill sama-sama penting untuk dipelajari dan dikembangkan, ya. Karena kombinasi keduanya sangat berpengaruh untuk pekerjaan.

---

Itulah pembahasan tentang perbedaan hard skill dan soft skill. Kamu bisa belajar atau mengembangkan soft skill dan hard skill dengan mengikuti kelas dari Skill Academy. Kelas Sukses Kerja bisa jadi pilihan yang tepat untukmu. Di kelas-kelas ini, kamu bisa belajar keterampilan dari pekerjaan tertentu secara lengkap dan spesifik. Selain itu, kamu juga akan belajar bersama instruktur yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Tunggu apa lagi? Yuk, upgrade kualitas diri bersama Skill Academy!

Kelas Sukses Kerja Skill Academy

Referensi: 

Borsellino, Regina. ‘Hard Skill vs Soft Skill: What the Heck’s the Difference’ [daring]. Tautan: https://www.themuse.com/advice/hard-skills-vs-soft-skills (Diakses pada: 07 Oktober 2021)

Yeh, Alyssa. 2021. ‘Hard Skill vs Soft Skill: What's the Difference, and How to Improve Both’ [daring]. Tautan: https://blog.hubspot.com/marketing/hard-skills-soft-skills (Diakses pada: 07 Oktober 2021)

Bleich, Corey. ‘Hard Skill vs Soft Skills: Examples and Definitions’ [daring]. Tautan: https://www.edgepointlearning.com/blog/hard-skills-vs-soft-skills/ (Diakses pada: 07 Oktober 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Satu individu dari 7,9 miliar manusia di bumi. Terima kasih sudah baca sampai sini :)

Beri Komentar