Pentingnya Career Mentoring untuk Memilih Pekerjaan Pertama

Devi Lianovanda Apr 13, 2021 • 7 min read


pentingnya-career-mentoring

Artikel ini membahas mengenai pentingnya memiliki mentor untuk memilih pekerjaan pertama dan perjalanan karier.

--

“Pengen cepet lulus ah, terus kerja, punya uang yang banyak.”

Siapa yang pernah berpikir begitu pas masih kuliah? Kamu? Berarti kita sama. Tapi, pas selesai sidang terus wisuda, malah jadi bingung “Habis ini harus gimana, ya?”. Selama sekolah dan kuliah, yang kita tahu kan belajar, ikut organisasi, kepanitiaan, lomba, gitu-gitu aja. Tapi, kita nggak tahu dan nggak dikasih tahu sebenarnya kita harus ngapain sih setelah lulus kuliah?

Mau kerja, tapi bingung. Mulainya dari mana, apa saja yang harus disiapkan, bagaimana cara menyiapkannya, bahkan kadang bingung “Gue sebenernya bisa apa, sih?”

Bagi fresh graduate, pekerjaan pertama itu penting. Selain akhirnya bisa kerja dan punya uang sendiri, dari pekerjaan pertama juga kamu akan belajar banyak hal. Bisa jadi tangga karier selanjutnya. Miliarder terkenal, Jack Ma juga pernah bilang kalau pekerjaan pertama adalah yang terpenting. Banyak yang bisa kamu dapatkan, lebih dari sekedar uang.

Baca juga: 3 Alasan Pentingnya Pekerjaan Pertama untuk Perjalanan Kariermu

Nah, karena pekerjaan pertama penting, biar nggak bingung dan salah pilih, kamu perlu sudut pandang orang lain. Bisa teman, orang tua, mantan, kakak tingkat jaman kuliah, atau siapa saja yang punya pengalaman berkarier lebih dulu dari kamu.

Dengan belajar dari mereka yang berpengalaman, kamu akan dapat banyak insight, nasihat, atau tips berdasarkan pengalaman trial & error mereka. Bisa dibilang mereka ini seperti mentor untuk jalan karier kamu.

 

Apa itu career mentoring?

Mentor dalam karier adalah seseorang yang berbagi pengetahuan dan keahliannya untuk membantu kamu menetapkan tujuan, memperbaiki masalah, dan membuat pilihan yang tepat untuk jalan karier kamu. Sederhananya, career mentoring adalah program di mana kamu akan dibantu oleh seorang mentor untuk hal-hal yang berhubungan dengan karier. 

Misalnya, cara menentukan pekerjaan pertama yang baik, apa saja yang harus disiapkan, kalau dapat jadwal 2 interview yang bentrok solusinya bagaimana, cara follow up kalau di-ghosting HRD, dan masih banyak lagi.

mentor-untuk-karier

(Sumber: giphy.com)

Kenapa career mentoring penting?

Setelah tahu apa itu career mentoring, berikut adalah pentingnya career mentoring:

1. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi

Komunikasi, bentuknya tidak selalu lisan, bisa juga tertulis. Poin pentingnya adalah bagaimana orang lain bisa menerima pesan sesuai yang ingin kamu sampaikan. Mentor dapat membina kamu mengenai bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk dunia profesional. Seperti membuat cover letter, menulis body email, dan etika mengirim email follow up ke HRD. Ini termasuk komunikasi tertulis antara kamu dan juga recruiter.

Selain itu, kamu juga dibina untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan interview dengan jawaban yang tepat, gaya komunikasi yang sesuai, penjelasan yang runut, bahasa tubuh yang tepat saat interview, dan lainnya.

Berinteraksi dengan profesional seperti mentor, bisa membuatmu mengamati gaya komunikasi yang digunakan dan mengadopsinya. Jadi, secara perlahan, kemampuan komunikasi kamu akan berkembang.

Ikuti kelas: Tingkatkan Kemampuan Komunikasi untuk Menunjang Karier

 

2. Mendapat tips & trik dari pengalaman mereka

Seorang mentor tentu sudah memiliki pengalaman di dunia karier lebih dulu dari kamu yang masih newbie. Sebelum mereka sampai di titik ini, mereka juga melewati proses yang mungkin sama dengan kamu. Nyebar CV ke sana kemari tapi tidak dapat panggilan, gugup jawab pertanyaan saat interview, nggak dapat kepastian dari HRD, dapat panggilan interview tapi ternyata modus penipuan, dan kejadian lainnya.

Karena sudah melalui hal-hal itu, mereka bisa memberikan tips dan trik agar kamu tidak mengalami hal serupa. Misalnya, kamu sering gugup dan tiba-tiba nge-blank saat menjawab pertanyaan interview. Mereka bisa memberi tips cara menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, bagaimana agar tidak gugup saat interview, dan lainnya sesuai pengalaman mereka.

3. Memperluas jaringan

Pekerja profesional seperti mentor biasanya memiliki rekan kerja atau relasi di dunia profesional. Mereka bisa memperkenalkan kamu dengan relasi mereka untuk bertukar ide, memberi pengetahuan baru, atau berbagi pengalaman mereka saat baru mulai mencari kerja, dan bagaimana mereka bisa survive sampai ada di titik mereka saat ini. 

Jika kamu memiliki skill dan attitude yang baik, mentor juga bisa merekomendasikan kamu kepada rekan kerja atau atasan mereka. Tak hanya itu, mereka juga bisa berbagi informasi lowongan kerja yang sesuai dan bisa kamu apply.

4. Menyarankan pengembangan diri yang tepat

Seringnya, kita tidak tahu apa kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Kita juga tidak tahu keterampilan apa yang kita miliki dan keterampilan apa yang harus kita kembangkan untuk mendapat pekerjaan impian. Seorang mentor, bisa membantu kamu untuk mengidentifikasi hal ini.

Mentormu mungkin sudah terbiasa melihat perubahan industri atau mengetahui tren rekrutmen. Mereka bisa menyarankan kamu untuk mengembangkan keterampilan tertentu agar kamu bisa memenuhi requirement pekerjaan impianmu.

Mereka mungkin bisa mengajari kamu bagaimana mengembangkan suatu keterampilan, tapi jika tidak bisa, mereka bisa memberitahu kamu kemana kamu bisa mengembangkan keterampilan tersebut.

5. Mentor dapat memotivasi

Mentor pasti membagikan pengalaman, usaha, kesulitan, kegagalan, dan keberhasilan mereka sampai saat ini. Kamu bisa menjadikan mentor sebagai contoh dan motivasi kalau suatu saat kamu bisa seperti dia. Dengan usaha dan tekad yang kuat, kamu pasti akan sampai di titik itu.

Selain itu, mentor juga akan memberi motivasi agar kamu tidak patah semangat ketika gagal seleksi kerja, misalnya. Memberikan input positif dari proses seleksi kerja yang kamu lewati dan membantu menyusun strategi baru untuk rekrutmen selanjutnya. Mereka juga akan mendukungmu untuk lebih percaya diri dan berani mencoba hal-hal baru. Tapi, kamu juga harus terbuka dan mengkomunikasikan kesulitan yang kamu hadapi agar mereka bisa tahu.

 

Dengan memiliki mentor untuk persiapan karier, kamu jadi tidak terlalu meraba-raba apa yang sebenarnya harus dilakukan. Kamu jadi tahu “Oh, ternyata sekarang banyak perusahaan pakai sistem ATS untuk menyaring CV” , “Oh, ternyata begini cara bikin CV yang ramah sistem ATS”, dan banyak “Oh, ternyata” lainnya.

Jika kamu kesulitan menemukan orang yang tepat untuk dijadikan mentor, kamu bisa mengikuti career mentoring. Selain kelas pelatihan untuk reskilling dan upskilling, Skill Academy juga memiliki program career mentoring.

Dengan membeli 2 kelas di  Skill Academy, kamu bisa ikut program career mentoring ini GRATIS! Dibimbing sampai dapat kerja mulai dari pembuatan CV, cover letter, branding LinkedIn, hingga teknik menghadapi interview. Tentunya dibantu oleh mentor yang kredibel. Setelah belajar skill baru buat persiapan kerja, akan semakin lengkap dengan ikut career mentoring. Tunggu apa lagi? Yuk, #BeraniMaju bersama Skill Academy!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

 

Referensi: 

Doyle, Alison. 2019. ‘How to Find a Career Mentor’ [daring]. Tautan: https://www.thebalancecareers.com/how-to-find-a-career-mentor-2059757 (Diakses pada: 09 April 2021)

Mentoring Complete. ‘The Benefits of Mentoring Career Development’ [daring]. Tautan: https://www.get.mentoringcomplete.com/blog/benefits-of-mentoring-career-development (Diakses pada: 09 April 2021)

4 Corner Resources. 2020. ‘6 Reasons to Have a Career Mentor’ [daring]. Tautan: https://www.4cornerresources.com/6-reasons-to-have-a-career-mentor/ (Diakses pada: 10 April 2021)

Indeed. 2021. 10 Reasons to Participate in a Mentoring Program [daring]. Tautan: https://www.indeed.com/career-advice/career-development/mentoring-programs (Diakses pada: 10 April 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Satu individu dari 7,9 miliar manusia di bumi. Terimakasih sudah mampir baca tulisan ini :)

Beri Komentar