Dighosting HRD? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Salsabila Nanda Apr 7, 2021 • 7 min read


SA_-_HRD_Ghosting-01

Artikel ini membahas penyebab HRD menghilang saat proses lamaran kerja. Dan cara yang bisa dilakukan jobseeker untuk mengatasinya.

---

"Terima kasih atas ketertarikannya, silahkan menunggu 2 minggu untuk tahap selanjutnya," 

Kalimat ini jadi makanan sehari-hari para jobseeker setelah melamar kerja. Biasanya, HRD memerlukan waktu sebelum menginformasikan kembali apakah kandidat tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diminta. Namun kenyataannya, beberapa HRD justru menghilang berbulan-bulan tanpa memberi kejelasan status jobseeker.

Fenomena “hilangnya” HRD ini disebut sebagai ghosting.

Sebelum membahas penyebab dan cara mengatasinya, mari kita lihat asal mula istilah ini diciptakan. Menurut Urban Dictionary, ghosting artinya mengakhiri sebuah hubungan tanpa memberi peringatan terlebih dahulu. Penggunaan kata ghosting muncul akibat tren aplikasi kencan online yang memungkinkan seseorang dapat berkenalan dengan orang lain dalam waktu singkat. 

Sebagai contoh, A berkenalan dengan B lewat aplikasi kencan online. Namun saat proses PDKT, A merasa kurang cocok dengan gebetannya. Karena takut menyakiti perasaan B, akhirnya A menghilang dan memblokir akun media sosial B. Menurut A, hal itu lebih baik daripada menolak B terang-terangan. 

Padahal, apa yang dilakukan A itu berbahaya, lho! Mungkin saja B merasa frustasi karena kehilangan akses untuk menghubungi A. Ghosting menyebabkan seseorang merasa dipermainkan dan tidak dihargai atas usahanya selama ini. 

Kini, ghosting tak hanya berlaku dalam percintaan. Kata tadi juga menggambarkan situasi di dunia kerja. Banyak kandidat yang mengeluh karena usaha yang dikeluarkan untuk melamar kerja tak sebanding dengan perlakuan HRD. “Apa susahnya sih ngabarin kalau kita lolos atau enggak?” ujar seorang teman saat berbagi pengalaman di-ghosting HRD.

Penyebab HRD Sering Ghosting

Digantungin itu memang nggak enak, apalagi jika berhubungan dengan pekerjaan. Tentu kamu penasaran, kira-kira apa sih yang menjadi alasan HRD suka ghosting calon karyawan? Ini dia penjelasannya!

1. Kandidat yang Terlalu Banyak

Tau nggak? Setiap harinya, portal job Glassdoor menerima 250 CV (Curriculum Vitae) dari satu lowongan pekerjaan yang di-posting. Angka ini meningkat jika lowongan tersebut disebarluaskan ke media sosial Linkedin. Bayangin, berapa lembar CV yang harus dilihat sama Mas dan Mbak HR?

Hal ini jadi salah satu alasan lamaran pekerjaanmu tidak digubris oleh HRD. Atau mungkin mereka sudah menemukan kandidat lain sehingga lupa untuk mengabari bahwa posisi tersebut telah terisi.

2. Keinginan User

User adalah atasan di tempat kita bekerja. Dialah yang menyusun persyaratan dan jobdesk di sebuah lowongan pekerjaan. User sendiri yang menentukan apakah seorang kandidat memenuhi kualifikasi atau justru sebaliknya.

HR dituntut untuk mendapatkan karyawan sesuai soft skills dan hard skills yang diminta User. Kita tahu bahwa setiap orang nggak sempurna. Barangkali User menginginkan kandidat yang lebih berpengalaman di bidang yang kamu lamar.

3. Masalah Internal Perusahaan

Sebelum nge-judge kenapa HRD tiba-tiba menghilang, kamu harus tahu kalau perusahaan punya banyak urusan yang harus dibenahi. Kantor yang kamu lamar mungkin sedang mengalami penurunan omzet, peresmian cabang baru, pergantian posisi head, dan sebagainya.

Urusan di atas bisa jadi lebih mendesak dibanding perekrutan pegawai baru. Sebagai jobseeker, kamu tak perlu khawatir memikirkan hal-hal tadi. Jika waktunya sudah tepat, mereka dengan senang hati menghubungimu kembali.

4. Sulit Menolak

Setiap harinya, HRD bertemu banyak pelamar dari penjuru daerah. Ada yang datang dari pagi, bahkan rela menginap di rumah kerabat agar tidak telat ke tempat interview. Situasi ini mengharuskan HRD untuk bersikap sopan dan menghargai perjuangan para kandidat untuk melamar.

HRD kadang nggak tega buat menolak. Mereka juga manusia yang punya rasa iba. Kurang etis rasanya menyampaikan berita buruk di hari H setelah wawancara atau pengumpulan berkas. Selain itu, HRD juga perlu berdiskusi dengan User sebelum mengambil keputusan. 

Cara Mengatasi HRD yang Suka Ghosting

Pertanyaannya, cara apa yang harus dilakukan jika setelah 2 minggu kamu belum menerima kabar dari HRD? Jangan panik, Skill Academy punya tipsnya!

1. Mengganti Format CV

Masih ingat ‘kan alasan pertama HRD ghosting lamaran kamu? Ya, betul sekali! Jumlah CV yang diterima recruiter tentunya nggak sedikit, apalagi jika kamu melamar di perusahaan besar yang memiliki banyak peminat. Ada kemungkinan jika CV-mu tidak dibaca. Lalu, harus gimana ya?

Beberapa perusahaan menggunakan aplikasi ATS (Applicant Tracking System) untuk menyeleksi CV yang cocok dengan kualifikasi.  Application Tracking System adalah aplikasi penyaring kandidat berdasarkan persamaan kata kunci yang tertera di CV dan lowongan pekerjaan. Setelah CV diterima, ATS mengirimkan balasan otomatis ke email kandidat untuk memberi tahu bahwa lamaran sedang diseleksi.

Jika CV kamu lolos seleksi ATS, peluang untuk lanjut ke tahap wawancara menjadi lebih besar. Contoh CV ATS kayak apa sih? Lihat di gambar berikut!

contoh dan tips membuat cv format ats

2. Follow Up HRD

HRD bakal maklum kalau kamu menanyakan status kejelasan kepada mereka setelah 2 minggu berlalu. Jadi, nggak perlu merasa sungkan untuk menghubungi duluan. Sebelum bertanya, pastikan kamu menyusun kalimat dengan baik dan sopan ya. Di bawah ini contoh cara follow up lamaran kerja.

contoh email follow up lamaran kerja

Menanyakan status lamaran kerja menunjukkan tanda bahwa kamu benar-benar serius dan tertarik dengan posisi tersebut. Kirim pesan di hari kerja melalui email atau WhatsApp. Tetapi, jangan mengirim pesan secara terus-menerus. Kamu bisa memberi jeda 2-3 hari untuk menunggu HRD membalas pesanmu. Ingat, attitude is a must!

3. Introspeksi Diri

Bagaimana jika HRD tak kunjung membalas pesan padahal status WhatsApp-nya online? Apakah ini tanda-tanda ghosting? Mungkin jawabannya iya. Namun, yang perlu kamu lakukan adalah introspeksi diri. Apakah kamu benar-benar memenuhi kualifikasi?

Terkadang, ada kandidat yang asal melempar jala. Mereka sebenarnya nggak tahu posisi apa yang sedang dilamar. Tak peduli apakah background pendidikan atau pengalamannya cocok dengan jobdesk yang dicantumkan. Kalau sudah begini, bisa jadi HRD benar-benar nge-ghosting kamu.

4. Move On!

Banyak ikan di laut, tapi setiap ikan punya umpan yang berbeda. Artinya, kamu harus sadar bahwa masih banyak pekerjaan di luar sana, tetapi dengan persyaratan yang bermacam-macam. Siapkan dirimu dengan skill yang dibutuhkan industri saat ini. Mulai rombak CV, berlatih wawancara, dan move on!

Mencari pekerjaan sama seperti mencari pasangan hidup. Tak terhitung lika-liku dan proses panjang yang harus dihadapi. Semoga artikel ini bisa menjawab kegundahanmu tentang HRD yang suka ghosting. Kalau kamu punya pengalaman di-ghosting, bisa banget lho cerita di kolom komentar di bawah ini!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi:

Alasan HRD Ghosting [Daring]. Tautan: 

https://www.expertemployee.com/reasons-why-recruiters-ghost-candidates/ (diakses 03 April 2021)

CV ATS [Daring]. Tautan: 

https://resources.urbanhire.com/yang-perlu-diketahui-tentang-ats/ (diakses 04 April 2021)

Follow up Lamaran Kerja [Daring]. Tautan:

https://zety.com/blog/how-to-follow-up-on-a-job-application (diakses 04 April 2021)

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar