Bingung Cara Melamar Kerja Lewat Email? Perhatikan Dulu 7 Hal Berikut!

Devi Lianovanda Jun 11, 2021 • 6 min read


cara-mengirim-lamaran-kerja-via-email

Artikel ini membahas cara mengirim lamaran kerja via email dengan baik agar menarik perhatian HRD.

--

Kalau kamu perhatikan, sekarang perekrutan karyawan lebih banyak dilakukan secara virtual. Kamu bisa apply kerja lewat portal job, website resmi perusahaan, atau email. Bahkan, kini job fair juga dilakukan secara virtual.

Society for Human Resource Management (SHRM) melakukan survei kepada 1500 perekrut profesional. Hasilnya, 70% perekrut akan terus mempertahankan rekruitasi virtual karena lebih hemat biaya dan waktu. Perubahan ini memudahkan kamu dan juga perekrut.

Sebenarnya, mengirim lamaran kerja secara daring melalui email bukan hal baru. Namun, nggak sedikit dari kita masih suka bingung dan melakukan kesalahan. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab email lamaranmu nggak mendapat respons dari HRD. Lalu, bagaimana cara mengirim lamaran kerja lewat email yang benar?

 

1. Sertakan subject

Biasanya, di iklan lowongan kerja, perusahaan akan mencantumkan subject untuk kamu gunakan saat mengirim email. Misalnya, (nama)_(posisi yang dilamar). Tapi, nggak sedikit yang nggak memperhatikan itu dan berujung mengirim email tanpa subject.

Memangnya kenapa kalau nggak pakai subject?

Dari satu lowongan pekerjaan yang diunggah, ada ratusan atau ribuan orang yang melamar. Kebayang nggak, berapa banyak email yang harus dibuka Akang & Teteh HRD?

Biar nggak ribet, biasanya HR akan mem-filter email masuk berdasarkan subject. Nah, kalau kamu mengirim email tanpa subject atau subjectnya nggak sesuai, nanti nggak muncul. Jadi emailmu nggak dilihat atau dihapus sama HRD karena dianggap spam.

Cukup chat ke gebetan aja yang nggak di-read, email lamaran kerja ke HRD jangan.

Kalau lowongan pekerjaan nggak mencantumkan subject apa yang harus ditulis, kamu bisa tulis dengan lamaran pekerjaan: (posisi yang dilamar)_(nama).

 

2. Isi body email

Setelah subject, body email juga penting. Nggak jarang, body email ini dibiarkan kosong saat mengirim lamaran kerja. Entah karena bingung fungsi body email buat apa, atau bingung mau nulis apa, ya di body email.

Body email ini bisa dikatakan kayak salam pembuka dari kamu untuk perekrut. Ini bisa memberi impresi atau kesan baik untuk HRD. Selain itu, ini juga bisa memberikan sedikit gambaran tentang kamu kepada HRD.

contoh-email-lamaran-kerja

Nggak harus panjang, kok. Beberapa hal yang bisa kamu tuliskan seperti, perkenalan diri, posisi yang kamu lamar, kualifikasi apa yang kamu punya untuk posisi itu, atau cerita singkat pengalaman kerja yang relevan, ucapan terima kasih, dan juga kontak yang bisa dihubungi. Perhatikan penulisan, ya, pastikan nggak ada yang typo. Kalau kamu menulisnya pakai bahasa Inggris perhatikan juga grammar-nya.

 

3. Lampirkan dokumen yang sesuai

Dokumen yang diminta setiap perusahaan biasanya beda-beda. Misalnya, iklan lowongan kerja yang kamu lihat mencantumkan kalimat “Kirimkan CV dan portofolio Anda ke alamat email perusahaan.”

Ini juga perlu diperhatikan. Pastikan kamu melampirkan dokumen sesuai dengan yang diminta. Kalau yang diminta CV aja, kirim CV aja. Kalau CV sama portofolio, berarti CV dan portofolio. Jangan mengirimkan berkas lainnya seperti KTP, Ijazah, atau Kartu Keluarga kalau itu nggak diminta. Hati-hati kalau mau mengirim dokumen pribadi, karena banyak lowongan kerja fiktif.

Selain itu, perhatikan juga penamaan file sebelum dikirim. Kalau nama CVnya masih ‘CV’ aja, kamu bisa ubah jadi CV_(nama)_2021, misalnya. Oh iya, pastikan kamu rajin update isi CV kamu biar menarik hati perekrut. Nama file portofolio juga jangan lupa diperhatikan. Kamu bisa menamai file tersebut dengan Portofolio_(nama)_2021, yang menandakan kalau ini adalah portofolio terbarumu.

Baca juga: 3 Cara Membuat Portofolio yang Menarik Agar Mudah Diterima Kerja

 

4. Perhatikan ukuran lampiran

Saat membuka email lamaran kerjamu, HRD juga akan membuka atau mengunduh berkas yang kamu laporkan. Kalau sizenya terlalu besar, waktu untuk mengunduhnya jadi lebih lama. Kemungkinan akan dilewati sama HR karena lamaran yang harus dicek masih banyak banget.

Jadi, waktu mau attach lampiran, coba cek lagi sizenya. Kalau masih terlalu besar, bisa dikompres dulu sampai ukurannya sesuai. Baiknya, size lampiran nggak lebih dari 2 MB.

Selain itu, hindari mengirim lampiran dalam format zip, rar, atau HTML. Kirim lampiran dengan format PDF. Format ini bisa diakses di banyak perangkat dan nggak merubah tata letak jadi dokumennya tetap rapi.

 

5. Gunakan email profesional

Ini mungkin kelihatan sepele buat kamu. Tapi, kalau nama emailmu masih kelihatan kurang profesional, coba ganti mulai sekarang. Gunakan email yang lebih sederhana dan mudah dibaca.

nama-email-profesional

Nama email yang profesional ini bisa menunjukkan kesan profesional juga buat kamu. Selain itu, kamu nggak akan dikira bot atau email spam. Jadi kemungkinan email kamu dibuka dan dibaca HRD jadi lebih besar.

 

6. Jangan mengirim email ke banyak perusahaan sekaligus

Misalnya, kamu ingin melamar 5 pekerjaan dengan posisi yang sama. Terus kamu berpikir begini “Hm, biar nggak ribet dan cepat, 1 email ini gue blast ke 5 perusahaan langsung aja ah.”

Iya, sih, jadi cepat mengirim lamaran kerjanya. Tapi, kalau begitu, malah bikin kamu terlihat nggak profesional. Tindakan ini bisa memberi kesan kamu nggak serius dan malas.

Jadi, sebaiknya kamu mengirim satu email lamaran kerja untuk satu lowongan pekerjaan. Meskipun posisi yang kamu lamar sama, kamu harus mengirimnya satu per-satu. Ini menunjukkan kalau kamu beneran serius ingin bekerja di perusahaan tersebut.

 

7. Waktu mengirim email

Setelah 6 tips di atas kamu terapkan, satu lagi yang nggak kalah penting. Yap, waktu untuk mengirim email.

Kamu bisa mengirim email di hari dan jam kerja. Berdasarkan penelitian Campaign Monitor, jam 9 sampai dengan 11 pagi adalah waktu terbaik untuk mengirim email. Biasanya saat pagi hari, HRD mengecek email masuk. Kalau kamu mengirimnya pagi, kemungkinan ada di paling atas dan akan terlihat oleh HRD.

Hindari mengirim email di hari libur atau di luar jam kerja. Karena HRD juga manusia, waktu hari libur kemungkinan mereka nggak akan mengecek email. Lalu biasanya di hari senin akan banyak email yang masuk. Entah lamaran kerja atau email lainnya. Nah, ini bisa membuat lamaran kerjamu jadi tenggelam. Tertimbun email-email lain. Kemungkinan untuk terlihat dan dibaca HRD jadi semakin kecil.

 

Itu dia 7 tips mengirim email lamaran kerja yang baik. Bisa kamu terapkan untuk apply kerja selanjutnya, nih. Semoga membantu dan kamu bisa segera dapat panggilan interview. Kalau kamu tertarik untuk belajar lebih banyak lagi seputar dunia kerja, kamu bisa mengikuti kelas Skill Academy. Ada banyak pilihan kelas yang bisa bantu kamu sukses memulai dan mengembangkan karier. Selamat belajar~

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi: 

Glassdoor. 2021. ‘How to Write the Perfect Job Application Email’ [daring]. Tautan: https://www.glassdoor.co.uk/blog/write-jobwinning-email-pitches/ (Diakses pada: 8 Mei 2021)

Doyle, Alison. 2020. ‘Job Application Email Examples and Writing Tips’ [daring]. Tautan: https://www.thebalancecareers.com/sample-email-job-application-letter-2061608 (Diakses pada: 8 Mei 2021)

Maurer, Roy. 2021. ‘2021 Recruiting Trends Shaped by the Pandemic’ [daring]. Tautan: https://www.shrm.org/resourcesandtools/hr-topics/talent-acquisition/pages/2021-recruiting-trends-shaped-by-covid-19.aspx (Diakses pada: 9 Mei 2021)

Ellering, Nathan. ‘Best Time to Send Email Backed by 14 Data Driven Studies’ [daring]. Tautan: https://coschedule.com/blog/best-time-to-send-email (Diakses pada: 9 Mei 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Satu individu dari 7,9 miliar manusia di bumi. Terimakasih sudah mampir baca tulisan ini :)

Beri Komentar