5 Tips Berhenti Jadi People Pleaser Di Tempat Kerja

Devi Lianovanda Feb 15, 2021 • 5 min read


SA_-_Dampak_negatif_jadi_people_pleaser-01

People pleaser adalah sebutan untuk mereka yang selalu berusaha menyenangkan orang lain. Sekilas mungkin terdengar baik, namun menjadi people pleaser justru bisa merugikan diri sendiri. Dilansir dari healthline.com, menjadi people pleaser bisa meningkatkan risiko stres dan burnout.

Menjadi orang yang nggak enakan dan selalu bilang ‘iya’ untuk permintaan orang lain, akan membuatmu capek sendiri. Waktumu akan habis untuk memenuhi keinginan orang lain. Jadi sulit menyelesaikan kepentinganmu sendiri, karena kepentingan orang lain lebih kamu utamakan. Bahkan lama-lama, kebaikanmu mungkin malah dimanfaatkan rekan kerja.

Kalau kamu punya sikap demikian, coba beberapa hal ini yuk biar bisa berhenti jadi people pleaser!

1. Berani bilang ‘tidak’

Di tempat kerja, semua orang punya pekerjaan masing-masing yang harus diselesaikan. Tapi kadang, rekan kerja akan meminta bantuanmu untuk mengerjakan tugasnya. Seorang people pleaser selalu ingin memenuhi keinginan dan menyenangkan orang lain. Padahal, kamu bisa memilih mana yang perlu di-iya-kan dan mana yang tidak.

Misalnya kamu bekerja di sebuah creative agency sebagai seorang Account Executive (AE). Setiap AE punya tugas menangani 5 klien. Suatu hari, salah satu rekan kerja sesama AE memintamu untuk membantu meng-handle 2 kliennya. Jika kamu mengiyakan permintaannya, kamu akan meng-handle 7 klien yang tentunya lebih menguras waktu dan energi. Kamu jadi tidak fokus dengan klienmu sendiri. 

Dan selanjutnya, temanmu mungkin akan terus meminta bantuan karena selalu kamu iyakan.

Sebelum mengiyakan permintaan orang lain, coba pikirkan dulu kerugian dan keuntungan yang kamu dapat. Jika kamu sedang sibuk dan banyak kerjaan, kamu bisa menolak dengan tegas. Menolak bukan berarti jahat, dengan berani menolak, rekan kerjamu justru jadi segan karena kamu punya batasan yang jelas.

(Sumber: freepik.com)

2. Bersikap lebih tegas

Untuk berhenti jadi people pleaser, kamu harus belajar untuk bersikap lebih tegas kepada diri sendiri dan orang lain. Salah satu yang membuat kamu mudah dimanfaatkan adalah sikapmu yang terlalu baik dan selalu iya-iya saja. Berikan batasan yang jelas seberapa kamu ingin memberikan bantuan atau melakukan kebaikan. Misalnya temanmu meminta bantuan untuk mengerjakan tugasnya, berikan batasan yang jelas dan tegas bahwa kamu tidak akan membantu mengerjakan semua tugasnya tetapi lebih baik mengajarinya agar di lain hari, ia bisa mengerjakan tugasnya sendiri. Bersikap tegas bukan berarti galak, tolak dengan cara yang sopan.

(Sumber: freepik.com)

3. Jangan terlalu sering minta maaf

Jika melakukan kesalahan, kamu memang harus mengaku dan minta maaf. Tapi, kamu tidak perlu meminta maaf untuk hal-hal tidak perlu dan sesuatu yang bukan salahmu. Menurut seorang psikoterapis, Beverly Engel, terlalu sering minta maaf menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang tidak percaya diri. Selain itu, kamu akan dianggap sebagai orang lemah dan rekan kerjamu akan menjadi kurang respect.

People pleaser terlalu takut melakukan kesalahan dan takut orang lain tidak menyukainya. Coba kurangi kebiasaan ini supaya kamu tidak diremehkan oleh rekan kerjamu. Melakukan kesalahan itu manusiawi kok, nggak selalu buruk. Kamu jadi bisa belajar dan lebih hati-hati. 

(Sumber: giphy.com)

Baca juga: Toxic People yang Perlu Kamu Hindari Di Tempat Kerja

4. Jangan terlalu memikirkan apa kata orang

Overthinking alias terlalu memikirkan yang tidak perlu akan membuatmu susah berhenti jadi people pleaser. Kamu terlalu memikirkan apa yang orang katakan padamu. Bagaimana pandangan orang terhadapmu. Apakah yang kamu katakan menyinggung perasaan mereka, dan pikiran-pikiran lainnya.

Misalnya, suatu hari kamu berpapasan dengan rekan kerja atau atasan di kantin kantor. Karena tidak memakai kacamata, kamu jadi ragu untuk menyapa atau tidak. Akhirnya kamu tidak menyapa karena takut salah orang. Tapi, setelahnya kamu malah kepikiran karena tidak menyapa, takut dikira sombong atau tidak sopan. Padahal, bisa saja rekan kerjamu juga tidak terlalu memperhatikan keberadaanmu karena kantin sedang ramai.

Kebiasaan memikirkan hal-hal seperti ini akan membuat pikiranmu jadi tidak fokus dan berujung pada produktivitas kerja yang ikut menurun. 

(Sumber: pexels.com)

5. Lakukan juga sesuatu untuk diri sendiri

People pleaser terlalu sering memikirkan kebahagiaan dan perasaan orang lain. Akhirnya jadi lupa memikirkan kebahagiaan diri sendiri. Coba lakukan juga sesuatu yang bisa bikin kamu happy. Misalnya, jalan-jalan ke tempat yang ingin kamu datangi, beli barang yang sudah lama kamu inginkan, movie marathon, atau makan makanan yang kamu sukai.

Sediakan waktu luang untuk diri sendiri. Hilangkan sejenak pikiran yang tidak perlu dan fokus pada hal-hal menyenangkan yang bisa kamu lakukan. Jadikan ini sebagai kebiasaan rutin agar kamu bisa tetap bahagia.

(Sumber: pixabay.com)

Untuk bisa produktif dan mencapai kesuksesan di tempat kerja, kamu harus bisa fokus pada hal-hal yang memang harus kamu kerjakan. Jika kamu terus menerima banyak permintaan dari rekan kerjamu, maka energi, waktu, dan pikiranmu tidak bisa fokus pada tujuan yang seharusnya kamu capai. Cukup iyakan yang menurutmu penting, dan tolak yang tidak penting.

Menjadi karyawan idaman tidak harus menyenangkan hati semua orang yang ada di perusahaan. Kamu bisa mulai dengan berkontribusi sesuai dengan yang harus kamu lakukan. Dapatkan tips lain menjadi karyawan idaman dan kompeten di perusahaan dengan mengikuti kelas dari Skill Academy. 

Untuk informasi lebih lengkap seputar Skill Academy, klik CTA di bawah ini ya! Selamat belajar!

   #MUDAHUPGRADESKILL DI SKILL ACADEMY!

Beri Komentar