Database Technologies for Full Stack Developers, Senjata Tepat Menyimpan Data

Database Technologies for Full Stack Developers


Sebagai Full Stack Developer, memahami dan menggunakan database merupakan keahlian yang krusial. Database berfungsi untuk menyimpan, mengelola, dan mengambil data secara efisien untuk aplikasi web kamu. Namun, dengan berbagai pilihan database yang ada, seperti relational database dan NoSQL database, mungkin kamu bingung memilih mana yang tepat untuk project-mu. Artikel ini akan membahas dua jenis database tersebut beserta kelebihan, kekurangan, dan skenario penggunaan yang ideal.

 

1. Relational Database (Database Relasional)

Relational database adalah jenis database yang paling umum digunakan. Strukturnya didasarkan pada tabel (table) yang saling berhubungan melalui relasi (hubungan). Tiap tabel memiliki baris (row) dan kolom (column) yang mendefinisikan data yang disimpan.

Kelebihan Relational Database

  • Strukturnya terstruktur: Data disimpan dengan skema yang jelas, memudahkan organisasi dan pengelolaan data.
  • Memiliki query language yang kuat: Relational database menggunakan Structured Query Language (SQL) untuk query dan manipulasi data secara efisien.
  • Transaksi ACID: Relational database mendukung konsep ACID (atomicity, consistency, isolation, durability) yang menjamin integritas data selama operasi perubahan.
  • Relasi antardata: Relasi antartabel memungkinkan query data yang kompleks dan saling berhubungan.

 

Kekurangan Relational Database

  • Kurang fleksibel untuk data yang tidak terstruktur: Relational database kurang ideal untuk menyimpan data yang tidak memiliki struktur tetap, seperti dokumen JSON atau data multimedia.
  • Skalabilitas horizontal yang terbatas: Menambah kapasitas storage pada relational database biasanya dilakukan secara vertikal (upgrade server) yang bisa menjadi mahal seiring dengan pertumbuhan data.
  • Kompleksitas untuk big data: Relational database mungkin kurang efisien untuk menangani volume data yang sangat besar (big data).

 

Contoh Penggunaan Relational Database

  • Aplikasi e-commerce yang membutuhkan penyimpanan data produk, pengguna, pesanan, dan transaksi keuangan.
  • Sistem pengelolaan inventaris yang melacak stok barang, pemasok, dan informasi produk.
  • Aplikasi perbankan yang menyimpan data nasabah, rekening, dan transaksi keuangan.

Baca juga: Konsep JavaScript Tingkat Lanjut untuk Full Stack Developer

 

2. NoSQL Database (Database Non-Relational)

NoSQL database adalah jenis database yang tidak mengikuti struktur relasi tabel seperti relational database. NoSQL database lebih fleksibel dan dapat menyimpan berbagai macam data, termasuk data terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur.

Kelebihan NoSQL Database

  • Fleksibel: NoSQL database dapat menyimpan berbagai jenis data, termasuk data JSON, dokumen, dan data multimedia.
  • Skalabilitas yang horizontal: NoSQL database mudah di-scale secara horizontal (menambah server baru) untuk menangani pertumbuhan data yang besar.
  • Performa untuk data tertentu: NoSQL database seringkali menawarkan performa query yang lebih cepat untuk tipe data tertentu.

 

Kekurangan NoSQL Database

  • Kurangnya dukungan ACID: Tidak semua NoSQL database mendukung konsep ACID secara penuh yang dapat memengaruhi konsistensi data.
  • Query Language Beragam: Berbeda dengan SQL yang universal, tiap NoSQL database mungkin memiliki query language sendiri.
  • Struktur datanya kurang terdefinisi: Fleksibilitas NoSQL database terkadang membuat pengelolaan data dan query yang kompleks menjadi lebih challenging.

 

Contoh Penggunaan NoSQL Database

  • Aplikasi media sosial yang menyimpan postingan pengguna, komentar, dan relasi pertemanan (bisa menggunakan data dokumen).
  • Aplikasi real-time chat yang membutuhkan penyimpanan data chat secara cepat dan efisien (bisa menggunakan key-value store).
  • Aplikasi mobile yang membutuhkan penyimpanan data lokal di device pengguna dengan skema yang fleksibel (bisa menggunakan document store).

 

Memilih Database yang Tepat

Pemilihan database yang tepat tergantung pada kebutuhan spesifik project kamu. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  • jenis data: apakah data kamu terstruktur, semiterstruktur, atau tidak terstruktur;
  • skalabilitas: seberapa besar potensi pertumbuhan data project kamu;
  • performa: seberapa penting kecepatan query dan response time untuk aplikasi kamu;
  • konsistensi data: seberapa penting integritas data dan dukungan ACID transactions; dan
  • keahlian tim: apakah tim developer kamu memiliki pengalaman dengan jenis database tertentu?

Baik relational database maupun NoSQL database memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai Full Stack Developer, penting untuk memahami karakteristik kedua jenis database tersebut agar dapat memilih senjata yang tepat untuk project kamu. Pelajari lebih lanjut mengenai database yang kamu pilih, dalami query language-nya, dan praktikkan penggunaannya untuk membangun aplikasi web yang andal dan efisien.

Ikuti kelas: Membuat Data Warehouse untuk Arsitek Database (Data Engineer)


Yuk, belajar menjadi Full Stack Developer yang andal di Skill Academy. Klik banner di bawah ini untuk mendaftarkan diri kamu untuk menjadi Full Stack Developer yang andal. Kamu tentunya akan dibimbing oleh instruktur yang kompeten dan berpengalaman! Klik banner di bawah, ya!

"

Ricky Kurniawan