Kupas Tuntas Cara Memulai dan Mengembangkan Bisnis Ikan Hias

Devi Lianovanda Sep 17, 2021 • 8 min read


memulai bisnis ikan hias

Punya hobi memelihara ikan hias? Bisa jadi sumber penghasilan, lho. Yuk, simak cara memulai dan mengembangkannya!

--

Kamu punya hobi memelihara ikan hias? Seperti yang pernah kita bahas beberapa waktu lalu tentang hobi yang menghasilkan uang, hobi yang satu ini juga termasuk di dalamnya.

Nah, sekarang, kita akan belajar cara memulai dan mengembangkan bisnis ikan hias ini. Kali ini, kita akan belajar dari pengalaman Kak Dito Riswandi. Kak Dito ini seseorang yang punya hobi memelihara ikan hias dan berhasil mengubah hobinya menjadi bisnis d2_aquafish.jambi yang sekarang banyak menjual ikan predator juga. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Sejak kapan, sih kak memulai bisnis ini?

→ Bisnis ikan hias ini dimulai Juni 2020. Berarti sudah setahun lebih, ya nggak kerasa.

 

Awal mula memulai bisnis ikan hias ini karena apa kak? 

→ Awalnya karena saya hobi memelihara ikan aja sih sebenarnya. Terutama jenis koki, koi, molly, komet, ya ikan hias yang kecil-kecil gitu. Jadi tiap minggu saya beli. Karena senang aja melihat ikan berenang di akuarium.

Pas saya lagi senggang, biasanya saya story-in ikan-ikan saya di sosial media. Eh, dari situ ada teman-teman yang tertarik dan mulai nanya-nanya “di mana, sih beli ikan itu?”, “gimana cara merawat ikan hias”, “di mana bisa dapat akuarium yang bentuknya unik-unik gitu.” jadi awalnya emang nggak kepikiran sampai bisa jadi bisnis sih.

Tapi lama-lama ikan saya kok mati satu persatu. Akhirnya saya nanya-nanya ke penjual ikan tempat saya biasa beli. Bagaimana, sih cara merawat ikan biar nggak gampang mati?

Akhirnya lama-lama tahu dan pelan-pelan bisa memelihara ikan hias sendiri. Terus, karena setiap bikin story tentang ikan di sosial media selalu ada yang tertarik, saya jadi berpikir apa ikan-ikan ini dibisnisin aja, ya, gitu.

 

Ikuti kelas: Raup Untung Lewat Bisnis Budidaya Ikan Cupang

 

Kalau mau mulai bisnis ikan hias, apakah harus punya modal yang besar?

→ Nggak kok. Awal memulai bisnis ini, saya cuma punya modal Rp 75.000. Tapi saya punya tekad dan semangat pengin bisa jualan ikan hias. Akhirnya, dengan modal seadanya ini, saya coba datang ke penjual ikan yang biasanya saya beli, terus saya bilang mau beli ikan dalam jumlah agak banyak untuk dijual lagi. Jadi awalnya saya reseller. Waktu itu saya mau beli ikan hias seharga Rp 150.000, tapi karena uang saya cuma ada Rp 75.000, saya bayar setengahnya dulu. Untung penjualnya baik jadi saya boleh bayar sisanya kalau ikannya sudah laku terjual.

Selain itu, saya juga diberitahu ikan apa aja, sih yang lagi ramai saat ini, dan cara merawat ikan biar nggak banyak yang mati, gitu. Jadi modalnya nggak harus besar, kok.

Awal mulai bisnis ini, saya juga belum punya toko untuk jualan. Jadi saya mulai aja dari rumah. Saya bikin rak-rak sederhana dari kayu untuk ikan-ikan ini. Dulu, pelanggan saya itu anak-anak yang suka sama ikan hias kecil-kecil gitu. Dari situ, perlahan ada keuntungan Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Meskipun terbilang sedikit, tapi saya sudah senang banget karena bisnisnya mulai jalan. Keuntungannya saya tabung biar bisa diputar lagi.

 

Boleh diceritain nggak kak gambaran singkat perkembangan bisnisnya?

→ Awalnya yang tadi saya ceritain, ya. Dari hobi, terus nekat beli ikan dengan modal seadanya. Terus, saya mulai jualan dari rumah, dan rumah saya ini kebetulan agak jauh dari pusat kota dan agak sepi. Tapi karena lewat sosial media jadi bisa dapat pelangganlah pelan-pelan.

Selama bisnis ini jalan, saya terus belajar buat memelihara ikan dengan baik. Nanya ke penjual ikan yang lebih berpengalaman, baca di internet, dan nonton tutorial di YouTube. Akhirnya lama-lama berhasil, saya bisa ternak ikan cupang sendiri waktu itu. Mulai dari baby yang ukurannya kecil banget sampai bisa dijual. Biasanya selang 3 bulan, sih siap dijual ikannya.

Waktu itu, ada teman saya di Malaysia menelepon minta dikirim ikan cupang ke sana. Akhirnya saya coba kirim, dan ternyata teman saya ini senang banget. Lalu dia share ke teman-temannya dan permintaan ke sana jadi bertambah. 

Saya juga beberapa kali dapat pembeli dari luar kota Jambi. Jadi sering mengirim ikan ke luar daerah. Biasanya lewat ekspedisi atau kalau mau cepat biasanya pakai travel atau bus.

Selama pandemi, orang kan lebih banyak di rumah. Mungkin banyak yang bosan dan coba hobi baru. Salah satunya pelihara ikan hias. Dari situ jadi banyak peminatnya, dan pelan-pelan saya bisa nabung untuk buka toko ikan dan nambah koleksi baru. Sekarang lagi banyak koleksi ikan Channa, karena memang lagi ramai ya, banyak yang cari.

 

Promosi bisnis ikannya di media apa aja kak?

→ Untuk pemasaran dan promosi ini, saya sempat survei ke toko-toko ikan hias di daerah sini (Jambi). Nah, ternyata yang jual rata-rata itu bapak-bapak, ya usianya lebih tua dari saya, lah. Dan mereka memasarkan ikannya masih tradisional, ya dari toko aja gitu. Terus kepikiran aja untuk coba memasarkan ikan secara online. Lewat Instagram, Facebook, dan beberapa e-commerce.

Konten yang biasa saya unggah itu, biasanya ikan-ikan yang lagi ada stoknya, update stok ikan tiap bulan, testimoni pembeli, dan informasi tentang ikan-ikan yang saya jual. Bisa lewat feeds sama Instagram story.

Selain itu, saya juga bergabung ke grup pecinta ikan daerah Jambi gitu di Facebook. Di situ saya join sebagai admin, kak. Biasanya banyak yang nanya-nanya dan nyari ikan hias. Nah, saya aktif ngerespon di situ, akhirnya beralih ke WhatsApp untuk tanya-tanya, negosiasi harga, sampai tahap transaksi.

 

Baca juga: Cara Menerapkan Digital Marketing untuk UMKM

 

Biasanya orang sering pesan ikan hias ini lewat media apa kak?

→ Banyaknya sih lewat Instagram dan Facebook, kalau lewat e-commerce belum terlalu banyak, ya. Karena biasanya pelanggan kan nanya-nanya dulu dan komunikasinya lebih enak lewat sosial media. Kalau lewat e-commerce kadang notifikasinya terlewat, telat masuk, dan lainnya jadi lebih sering lewat Instagram dan Facebook. Kalau yang sudah kenal, biasanya juga order lewat WhatsApp gitu.

 

Maaf kepo ya kak, kalau untuk omzet penjualan sendiri gimana?

→ Ikan hias ini sebenarnya musiman, kak. Kadang yang nge-tren ikan cupang, misalnya. Lalu sekarang berubah tren, yang ramai ikan predator kayak Channa gitu-gitu. Jadi omzetnya ya naik turun ya namanya usaha. Tapi alhamdulillah berprogress sih dari yang awalnya untung Rp 1.000 sampai Rp 2.000, sekarang bisa sampai jutaan rupiah. Bisa untuk buka toko, nambah koleksi ikan baru, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari gitu.

 

Kalau jualan ikan hias ini kan macem-macem ya kak jenisnya. Perawatannya susah dan mahal nggak?

→ Nggak susah kok, kak. Sekarang kan banyak ya informasi-informasi buat itu. Sederhananya, sih kalau mau pelihara ikan yang penting untuk disiapkan adalah wadahnya dulu. Ya, akuarium tadi, terus cari tahu pH air yang cocok untuk ikan itu berapa, suhunya berapa. 

Misalnya, kita mau pelihara ikan Channa, ikan ini kan lagi viral ya. Ikan ini perawatannya sangat mudah, jadi yang perlu disiapkan cuma akuarium, dan air yang sudah diendapkan 1-2 hari. Lalu masukkan air dan ikannya ke akuarium, hias kalau mau, dan diberi makan. Untuk ikan predator kayak Channa ini makannya juga nggak terlalu sering.

Kalau untuk pembersihan akuarium bisa dilakukan seminggu sekali atau kalau airnya sudah keruh banget. Nggak usah setiap hari karena nanti ikannya malah stres dan cepat mati. Menguras akuarium juga nggak harus sampai habis terus akuariumnya dicuci sampai bersih, nggak perlu sampai begitu. Cukup kuras aja airnya sampai 30%, habis itu ditambah pakai air yang sudah diendapkan 1-2 hari tadi. Jadi ikannya nggak kaget atau stres karena perubahannya nggak terlalu drastis.

 

Ada tips atau pesan gitu nggak kak buat teman-teman yang mungkin mau mulai bisnis ikan hias juga?

→ Untuk teman-teman yang mau mulai bisnis ikan hias, sama kayak bisnis lainnya, prosesnya nggak akan berjalan mudah dan lancar. Tapi nikmatin aja semuanya. Ingat saja kalau kita ini lagi menikmati hobi dan bonusnya bisa dapat uang.

Dan kalau mau mulai bisnis, kita harus berani dan mulai aja dulu. Karena saya juga awalnya kan modal nekat dengan uang Rp 75.000 tadi. Nggak usah terlalu dikejar kalau ikannya harus laku dan gini gitu karena nanti malah jadi stres. Malah nggak bisa menikmati hobi lagi.

Tenang saja, meskipun ikan belum laku, kalau kita rawat dengan baik dia akan semakin bagus dan harga jualnya bisa naik nantinya.

Terus, harus pintar-pintar memilih target pasar dan juga harga ikan yang dijual. Karena setiap orang kan beda-beda, ya. Ada yang suka ikan hias kecil-kecil yang harganya murah meriah, tapi ada juga yang suka pelihara ikan predator yang harganya bisa sampai jutaan. Itu disesuaikan saja sama target pasarnya.

--

Nah, itu tadi cara memulai dan mengembangkan bisnis ikan hias. Bagaimana? Seru, ya bisa belajar dari pengalaman orang lain. Dari Kak Dito, kita bisa belajar kalau untuk memulai bisnis itu modalnya nggak harus banyak, berproses pelan-pelan, dan harus terus belajar biar terus berkembang.

Kalau kamu mau belajar lebih dalam lagi bersama instruktur yang kompeten dan berpengalaman, kamu bisa ikut kelas tentang bisnis ikan cupang dari Skill Academy. Kamu akan belajar bersama Kak Sarjana yang sudah berkecimpung dalam budidaya dan penjualan ikan cupang sejak 2015. Tunggu apa lagi? Yuk, kunjungi Skill Academy!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Profile

Devi Lianovanda

Satu individu dari 7,9 miliar manusia di bumi. Terima kasih sudah baca sampai sini :)

Beri Komentar