Influencer Marketing: Pengertian, Strategi, dan Manfaatnya untuk Bisnis

influencer marketing adalah

Mau menggandeng influencer untuk mempromosikan produk atau brand? Yuk, belajar dulu apa itu influencer marketing secara lengkap di sini!

Marketer dan para pelaku bisnis, selalu punya cara untuk mempromosikan brand atau produknya. Berbagai aktivitas marketing dilakukan, mulai dari social media marketing, digital marketing, internet marketing, dan lainnya.

Sosial media adalah salah satu platform yang digunakan oleh berbagai bisnis untuk melakukan pemasaran. Karena sosial media lebih real-time, hemat waktu dan biaya, serta bisa berkomunikasi dengan audiens 24/7. Salah satu strategi social media marketing yang banyak digunakan adalah influencer marketing.

Apa itu influencer marketing? Kenapa influencer marketing penting untuk bisnis dan bagaimana strateginya? Simak penjelasan lengkapnya, ya!

Apa itu Influencer marketing?

Dilansir dari Influencer MarketingHub, influencer marketing adalah sebuah brand yang berkolaborasi dengan influencer untuk memasarkan atau mempromosikan produk atau jasa secara online.

Apa itu influencer?

Influencer adalah orang yang memiliki kemampuan untuk memberi pengaruh kepada orang lain. Biasanya, opini dari influencer didengarkan oleh followersnya karena mereka dinilai ahli dalam bidang tertentu.

Misalnya, influencer di bidang kecantikan ada Tasya Farasya, Abel Cantika, Suhay Salim, dan lainnya. Lalu di bidang pendidikan, ada Jerome Polin, Gita Savitri Devi, Nadhira Nuraini Afifa, dan masih banyak lagi.

Istilah influencer tidak terbatas pada artis atau selebriti saja. Saat ini, siapapun bisa disebut influencer. Selebgram, seleb TikTok, selebTweet atau siapapun yang punya banyak banyak pengikut di media sosial bisa disebut sebagai influencer.

Influencer marketing bisa bekerja karena tingginya tingkat kepercayaan yang telah dibangun oleh para influencer dengan pengikut mereka. Rekomendasi dari influencer biasanya dipercaya dan diikuti oleh pengikutnya.

kategori influencer

Jadi simple-nya, influencer marketing itu kamu bekerja sama dengan seorang influencer untuk mempromosikan produk atau brand yang kamu punya.

Baca juga: Belajar Internet Marketing: Pengertian, Manfaat, dan Strateginya

 

Kegiatan influencer marketing mencakup:

Ada beragam konten dan cara yang bisa dilakukan oleh influencer untuk mempromosikan brand atau produk kamu. Berikut merupakan beberapa aktivitasnya:

  1. Review produk di media sosial
  2. Video unboxing
  3. Penempatan produk dalam konten kreatif (bisa di-mention atau tidak)
  4. Membagikan kode kupon unik agar audiens influencer bisa mendapatkan benefit ketika melakukan pembelian. Misalnya diskon atau cashback.
  5. Melakukan kolaborasi dengan influencer untuk membuat produk bersama.
  6. Mengadakan giveaway melalui platform influencer

 

Ikuti kelas: Menyusun Strategi Pemasaran Digital untuk Spesialis Periklanan (Digital Marketing)

 

Manfaat influencer marketing itu apa saja?

Menggunakan influencer marketing tentu memberikan keuntungan bagi para pemasar. Apa saja itu? Berikut penjelasannya!

1. Meningkatkan brand awareness

Kalau produk atau brand-mu masih kategori baru dengan jumlah followers akun media sosial masih sedikit, influencer marketing bisa membantu kamu meningkatkan brand awareness.

Misalnya, kamu menggandeng influencer dengan followers 70.000. Jumlah ini jauh lebih banyak kalau dibandingkan dengan akun media sosial bisnismu sendiri. Nah, orang-orang bisa mengetahui, mengenal, mempelajari tentang brand atau produk kamu melalui konten yang dibuat influencer. Jadi, influencer marketing bisa membantu brand untuk meningkatkan reach dan juga kesadaran merek.

2. Meningkatkan penjualan

Influencer biasanya memiliki hubungan dan telah membangun kepercayaan yang baik dengan audiensnya. Ketika influencer menyebutkan atau merekomendasikan merek tertentu di media sosial, itu dapat membuat pengikutnya percaya dan terdorong untuk mencari tahu atau membeli produk yang sama. Bahkan, pengikut sering menanyakan rekomendasi produk apa yang harus mereka beli kepada para influencer.

3. Membangun kepercayaan terhadap brand lebih cepat

Influencer atau orang yang ahli dibidang tertentu dan punya banyak followers di media sosial bisa meningkatkan kredibilitas untuk merek yang mereka promosikan melalui konten yang mereka bagikan. Misalnya, di TikTok, ada seorang Dokter Estetika yang sering membagikan informasi dan tips tentang cara merawat kulit, menggunakan skincare, dan lainnya.

Nah, dokter Zie ini juga sering memberikan informasi tentang produk kecantikan tertentu. Misalnya, tentang produk sunscreen, nah nanti dr. Zie akan menyebutkan brand tertentu serta kandungan dan manfaatnya. Kalau kamu mencari skincare tertentu dan sudah direview bahkan direkomendasikan oleh Dokter Estetika, pasti kamu langsung percaya kan sama produk atau brand-nya.

Baca juga: Mengenal Content Marketing dan Pentingnya bagi Sebuah Bisnis

 

4. Menjangkau target audiens dengan efektif

Dengan memilih influencer yang tepat dan relevan dengan produk, kamu bisa menjangkau target audiens yang tidak hanya banyak tapi juga efektif. Misalnya, kamu punya produk makanan, kamu bisa menggandeng influencer yang sering bikin konten makan atau review makanan. Kalau yang terkenal banget contohnya, Magdalena dan Ria SW. Magdalena dan Ria SW terkenal banget suka mereview jajanan dan makanan. Kalau produk makanan kamu direview oleh mereka, tentu audiens lebih tertarik karena nichenya sesuai.

 

Strategi menggunakan influencer marketing

1. Kenali target audiens

Seperti strategi pemasaran lainnya, kamu harus menentukan target audiens terlebih dahulu. Ini untuk memudahkan kamu memilih influencer yang akan digandeng, menentukan cara penyampaian pesan, konten yang akan dibuat, media, dan lainnya.

Kenali, bentuk informasi apa yang mereka sukai, influencer yang paling terkenal di kalangan mereka, dan media sosial yang sering digunakan.

2. Tentukan tujuan pemasaran

Tujuan dari kegiatan pemasaran bisa berbeda-beda. Bisa untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan engagement dengan audiens, meningkatkan penjualan, menaikkan jumlah followers, menjaga loyalitas konsumen, atau menarik konsumen baru. Setelah itu buat Key Performance Indicator (KPI) yang bisa mengukur keberhasilan tercapainya tujuan pemasaran. Misalnya, tujuan pemasarannya adalah meningkatkan brand awareness, KPI nya bisa dilihat dari impressions, reach, peningkatan followers, engagement, dan lainnya.

 

3. Pilih media yang tepat

Ada banyak media sosial yang digunakan influencer. Ada TikTok, Instagram, Twitter, Blog, YouTube, atau Facebook. Misalnya, target audiens kamu adalah generasi milenial dan Z, maka Instagram dan TikTok bisa jadi pilihan media yang tepat. Karena kedua media tersebut sangat populer digunakan saat ini.

strategi influencer marketing

Tapi, nggak semua influencer di Instagram membuat konten serupa di TikTok, begitupun sebaliknya. Jadi, influencer yang kamu pilih juga bisa menentukan media yang akan digunakan nantinya.

4. Tetapkan budget untuk campaign

Seperti yang sudah disinggung di atas, influencer terdiri dari beberapa kategori berdasarkan jumlah pengikutnya. Biasanya, semakin banyak jumlah pengikutnya, maka semakin besar pula biaya yang harus kamu bayarkan, dan sebaliknya. Kalau budget yang ada nggak terlalu banyak, kamu bisa mulai dari influencer nano atau micro. Karena budgetnya lebih rendah, kamu bisa menggandeng lebih dari 1 nano atau micro influencer untuk jangkauan yang lebih luas.

 

5. Pilih influencer yang tepat

Influencer yang kamu pilih sangat berpengaruh dengan keberhasilan pemasaran. Karena itu, kamu harus pilih yang tepat, jangan asal terkenal. Cara memilih influencer bisa dengan:

  • Menyesuaikan budget (untuk memilih tingkatan influencer)
  • Sesuai atau tidak dengan produk dan target pasar kamu
  • Pastikan citra yang dibangun positif
  • Intensitas dalam membagikan konten yang cukup baik
  • Engagement nya baik. Bisa dilihat dari like dan komentarnya.

 

6. Susun dan jalankan campaign

Setelah 5 hal di atas sudah selesai, kamu bisa mulai menyusun dan menjalankan campaign. Biasanya, konten promosi memang dibuat oleh influencer, tapi kamu bisa memberikan brief tentang poin-poin apa aja yang harus disebutkan, product knowledge, CTAnya, kode diskon (kalau ada), harus diunggah di media sosial apa saja, dan lain sebagainya. Jadi, kamu harus menjelaskan secara rinci tentang campaign tersebut.

Ikuti kelas: Kuasai Dasar Konten Marketing dan Digital Marketing

 

7. Review dan evaluasi strategi

Setelah campaign berjalan, hal yang harus kamu lakukan adalah me-review dan mengevaluasi strateginya. Apakah goals dan KPI  nya tercapai atau tidak. Jika tidak, maka kamu harus menganalisis apa yang harus diperbaiki untuk menjalankan campaign berikutnya.

Nah, itu tadi pembahasan tentang influencer marketing. Mulai dari pengertian influencer, influencer marketing, kegiatannya, sampai strateginya. Semoga membantu kamu yang lagi mau coba pakai strategi ini, ya.

Kalau mau tahu lebih banyak tentang pemasaran dan strateginya, kamu bisa ikut kelas dari Skill Academy. Ada banyak pilihan kelas pemasaran yang bisa kamu pilih. Ada internet marketing, digital marketing, cara bikin konten marketing, dan masih banyak lagi. Tunggu apa lagi? Langsung aja kunjungi Skill Academy!

SKill Academy - CTA

Referensi:

SendPulse. 2021. ‘Whats Is Influencer Marketing: Complete Guide’ [daring]. Tautan: https://sendpulse.com/support/glossary/influencer-marketing (Diakses pada: 15 Oktober 2021)

Geyser. Werner. 2021. ‘What is Influencer Marketing: An in Depth Look at Marketing’s Next Big Thing’ [daring]. Tautan: https://influencermarketinghub.com/what-is-influencer-marketing/amp/ (Diakses pada: 15 Oktober 2021)

Donawerth, Sarah. ‘What is Influencer Marketing? Here’s How Influencer Marketing Works’ [daring]. tautan: https://getcarro.com/blog/what-is-influencer-marketing/ (Diakses pada: 15 Oktober 2021)

Huff, Travis. 2017. ‘6 Big Benefits of Using Influencer Marketing in Your Social Strategy’ [daring]. Tautan: https://www.socialmediatoday.com/social-networks/6-big-benefits-using-influencer-marketing-your-social-strategy (Diakses pada: 15 Oktober 2021)

Devi Lianovanda