Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV yang Baik dan Contohnya

pengalaman kerja di cv

Banyak pencari kerja yang salah ketika menulis pengalaman kerja mereka. Lalu bagaimana cara menulis pengalaman kerja yang baik dan benar? Yuk, simak tips dan contohnya!


CV merupakan berkas lamaran kerja yang penting dalam proses melamar kerja dan selalu diminta oleh perusahaan. Ini menjadi screening awal HRD untuk menentukan apakah kamu sesuai dengan kualifikasi yang diminta perusahaan atau tidak.

Pengalaman kerja dalam CV adalah salah satu bagian yang penting. Dengan informasi ini, HRD bisa melihat di perusahaan mana saja kamu pernah bekerja, apakah kamu sering berganti-ganti pekerjaan, kesesuaian pengalaman dengan posisi yang kamu lamar, dan pencapaian yang pernah kamu dapatkan pada pekerjaan sebelumnya.

Menulis pengalaman kerja di CV tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kamu harus memilih pengalaman mana saja yang dapat menambah nilai dan sesuai posisi yang kamu lamar. Kalau kamu masih bingung bagaimana cara menulis pengalaman kerja di CV, yuk kita bahas dan belajar bareng!

 

Tips menulis pengalaman kerja di CV

Sebelum masuk ke contoh penulisan, kita simak dulu yuk beberapa tips menuliskan pengalaman kerja di CV berikut ini.

1. Pengalaman terbaru ditulis di paling atas

Pertama, tuliskan pengalaman kerja dengan format kronologi terbalik. Kronologi terbalik adalah menceritakan pengalaman dari akhir ke awal. Jadi, pengalaman terbaru di tulis di paling atas dan pengalaman yang lebih awal ditulis di bawahnya.

Misalnya, kamu pernah kerja di 3 perusahaan pada tahun 2018, 2020, dan 2021. Maka, pengalaman di tahun 2021 dituliskan di paling atas, lalu 2020 di urutan kedua, dan 2018 terakhir. Menulis pengalaman dengan format ini membantu perekrut melihat pengalaman kerja terbaru dan paling relevan dengan posisi yang dilamar.

Contoh:

Dwi, pernah bekerja sebagai Copywriter pada tahun 2018–2020 dan menjadi Social Media Specialist pada tahun 2020 sampai saat ini. Maka, penulisan dengan kronologi terbalik adalah sebagai berikut:

 

PT BAHAGIA SELALU, Surabaya

Social Media Specialist

2020 – Saat ini

  • Melakukan riset mendalam untuk sumber konten yang kredibel
  • Membuat perencanaan konten bulanan untuk Instagram, TikTok, dan YouTube
  • Bekerja sama dengan tim design dalam pembuatan visual asset untuk diunggah di media sosial

 

PT SATU DUA TIGA, Semarang

Copywriter

2018-2020

  • Membuat copy untuk tagline, iklan, dan konten Instagram, TikTok, serta LinkedIn
  • Bekerja sama dengan tim pemasaran dan brand creation untuk mengembangkan strategi promosi yang efektif
  • Meningkatkan Instagram engagement rate sebesar 20% dalam waktu satu bulan

Nah, kurang lebih penulisannya seperti contoh di atas. Jadi, pengalaman bekerja terbaru ditulis di paling atas ya. Lalu pengalaman sebelumnya mengikuti di bawahnya.

Ikuti kelas: Bedah CV untuk Sekolah ke Luar Negeri, Beasiswa, dan Lamaran Kerja

 

2. Tulis pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar

Bagi kamu yang sudah lama bekerja dan memiliki pengalaman yang banyak, mungkin kamu berpikir untuk menulis semuanya. Namun, tidak semua pengalaman kerja harus kamu tulis di CV. Lalu, berapa banyak pengalaman yang harus ditulis? Tulis pengalaman terbaru dan relevan dengan lowongan atau posisi yang kamu lamar agar memberikan nilai tambah dan CV-mu tidak terlalu penuh.

Misalnya, kamu memiliki 6 pengalaman kerja yang berbeda, coba pilih dan tuliskan pengalaman kerja yang terbaru dan paling relevan dengan posisi yang kamu lamar. Misal dari 6, ternyata ada 3 pengalaman yang cocok, kamu cukup menuliskan 3 saja.

Perekrut atau HRD tidak membaca CV kita secara mendalam, tapi secara singkat untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. Dari satu iklan lowongan pekerjaan saja, HRD bisa menerima ratusan CV. Karena ada banyak CV yang harus di-review, jadi mereka membacanya dengan cepat sehingga kamu tidak perlu menulis semua pengalaman di CV, ya!

Baca juga: Cara Membuat CV, Lengkap dengan Contoh dan Template Gratis!

 

3. Tuliskan deskripsi pekerjaan dengan bullet point

Saat menuliskan deskripsi pekerjaan, lebih baik kamu menulisnya dengan bullet point, bukan paragraf. Banyak orang yang menulis deskripsi pekerjaan mereka dalam bentuk paragraf sehingga terlihat panjang dan bertele-tele. Selain itu, HRD juga sulit memahami deskripsi tersebut.

Maka dari itu, lebih baik kamu menulisnya dalam bentuk poin-poin yang ringkas, jelas, dan mudah dimengerti HRD.

Dari satu job title, mungkin kamu melakukan berbagai pekerjaan, namun tidak perlu menulis semua deskripsi pekerjaan di CV. Dilansir dari zety.com, kamu bisa menuliskan 3–6 bullet point untuk setiap pengalaman kerja yang kamu tulis. Jangan terlalu sedikit, tapi juga jangan terlalu banyak.

Contoh menceritakan deskripsi pekerjaan dalam bullet point:

  • Membuat 10 aplikasi dalam 1 tahun
  • Mengembangkan strategi pemasaran baru dan meningkatkan penjualan sebesar 15% pada Q1
  • Menulis 15 artikel yang SEO friendly setiap minggu

Tuliskan kata-kata kunci yang menarik perhatian perekrut dalam setiap deskripsi pekerjaan. Misalnya: Membuat, meningkatkan, mengembangkan, menganalisis, dan lainnya. Sertakan juga pekerjaan yang memiliki hasil terukur dengan angka untuk menonjolkan pencapaianmu.

Baca juga: 30 Pertanyaan Interview Kerja Paling Sering Diajukan dan Cara Menjawabnya

 

4. Cek kembali detail penulisan

Ketika sudah selesai menuliskan semua pengalaman di CV yang kamu buat, jangan lupa untuk mengecek lagi semuanya, ya. Pastikan kalimat yang kamu tuliskan mudah dimengerti dan tidak ada kesalahan penulisan atau typo. Ini juga bisa menunjukkan bahwa kamu adalah calon karyawan yang rapi dan teliti.

Baca juga: Cara Menulis Skill di CV dengan Baik dan Benar Beserta Contohnya

 

5. Tulis dengan jujur

Setiap orang tentu ingin menulis CV yang menarik dan terlihat sempurna agar kesempatan diterima di pekerjaan yang kamu impikan semakin besar. Tapi, nggak perlu berbohong dalam menulis pengalaman kerjamu dan informasi lainnya di CV. Jika HRD atau perekrut tahu kamu memalsukan pengalaman atau tahun bekerja, kamu bisa gagal untuk diterima di perusahaan tersebut dan merusak reputasimu. Maka dari itu, tuliskan pengalaman kerja tersebut dengan jujur, ya!

cara menulis pengalaman kerja di cv

Mungkin ada yang bertanya-tanya, bagaimana dengan fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja sama sekali?

Jangan khawatir, jika kamu adalah fresh graduate yang belum memiliki pengalaman, kamu bisa menulis pengalaman lain. Kamu tentu memiliki pengalaman organisasi atau magang, KKN, atau PKL, ‘kan? Nah, kamu bisa kok menceritakan pengalaman saat magang (internship) di kolom pengalaman kerja dalam CV. Tapi, jangan lupa untuk menuliskan posisi kamu sebagai intern, ya!

Kalau kamu nggak pernah magang, kamu juga bisa menuliskan pengalaman organisasi yang kamu miliki saat kuliah atau SMA/SMK. Pengalaman organisasi juga bisa menjelaskan kemampuan yang kamu miliki seperti leadership, komunikasi, perencanaan, teamwork, dan lainnya.

Baca juga: Perbedaan CV dan Resume: Pengertian, Jumlah Halaman dan Tujuannya

 

Contoh penulisan pengalaman kerja di CV

Ada 4 hal yang harus kamu cantumkan saat menulis pengalaman kerja di CV, yaitu

  1. nama dan lokasi perusahaan;
  2. jabatan (job title);
  3. durasi bekerja (tahun mulai–tahun selesai bekerja); dan
  4. deskripsi pekerjaan (job description) dan pencapaian.

Jadi, ketika menuliskan pengalaman kerja atau pengalaman organisasi di CV, kamu harus mencantumkan 4 informasi di atas, ya.

Agar lebih jelas, kamu bisa simak contoh pengalaman kerja di CV ini:

contoh pengalaman kerja di cv
Bisa kita lihat pada contoh di atas, pengalaman kerja yang tertulis adalah sebagai Content Writer. Dalam pengalaman tersebut, termuat informasi tentang nama dan lokasi perusahaan, jabatan (job title), jangka waktu bekerja, dan deskripsi pekerjaan serta pencapaian seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Kalau kamu menemukan referensi atau contoh CV yang menuliskan jabatan terlebih dahulu baru nama perusahaan juga benar kok. Yang penting informasi yang dimuat tetap sama.


Nah itu dia tips dan cara menulis pengalaman kerja di CV yang baik dan benar, semoga membantu, ya. Selain pengalaman kerja, ada banyak hal juga yang harus diperhatikan saat menulis CV. Mulai dari deskripsi diri sendiri sampai penulisan skill. Saat ini, CV bisa dibuat secara online atau menggunakan Microsoft Word.

Agar CV-mu maksimal dan bisa tembus lamaran kerja, kamu bisa ikut kelasnya di Skill Academy. Ada banyak kelas persiapan karier yang bisa kamu ikuti di sana, bahkan ada Career Mentoring juga, lho. Kamu bisa konsultasi dan dapat tips langsung dari praktisi HR professional. Lengkap deh pokoknya! Untuk kepoin kelasnya, klik banner di bawah ini. Selamat belajar~

Kelas Sukses Kerja - Skill Academy

Referensi:

Kurtuy, Andrei. ‘Work Experience on a Resume – How to List it Right’ [daring]. Tautan: https://novoresume.com/career-blog/how-to-list-work-experience-on-a-resume

Indeed Editorial Team. 2021. ‘How to Write Work Experience on a Resume’ [daring]. Tautan: https://www.indeed.com/career-advice/resumes-cover-letters/write-work-experience-on-a-resume

Tomaszewski, Michael. 2022. ‘Resume Work Experience, History & Job Description Examples’ [daring]. Tautan:  https://zety.com/blog/work-experience-resume

(Diakses pada: 30 – 31 Mei 2022)

Devi Lianovanda