Stakeholder: Definisi, Jenis, Contoh, Beserta Peran dan Tugasnya dalam Bisnis

Gulman Azkiya Mei 19, 2022 • 7 min read


stakeholder-adalah

Artikel ini membahas mengenai apa itu stakeholder, jenis, contoh, dan tugasnya.

--

Stakeholder adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam dunia kerja. Nantinya ketika kamu bekerja dan terlibat dalam aktivitas perusahaan, kamu akan sering mendengar istilah ini.  Oleh karena itu, bagi kamu yang bertanya-tanya stakeholder artinya apa? Yuk, tanpa basa-basi lagi, mari kita cari tahu apa itu stakeholder, contoh, jenis, hingga peran dan tugasnya.

Apa itu stakeholder?

Dikutip dari Corporate Finance Institute pemangku kepentingan atau stakeholder adalah setiap individu, kelompok, atau pihak yang memiliki kepentingan dalam suatu organisasi (perusahaan) dan hasil dari tindakannya dapat mempengaruhi atau dipengaruhi jalanya bisnis. Contoh stakeholder adalah karyawan, pelanggan, pemegang saham, masyarakat umum, dan pemerintah.

Pada dasarnya sebuah bisnis tidak dapat bekerja sendiri. Agar bisnis dapat berkembang dengan baik, maka perusahaan perlu untuk berhubungan dengan para stakeholder agar tujuan bisnis dapat dicapai. Misalnya, sebuah perusahaan ingin mengembangkan sebuah proyek/produk baru. Penting bagi perusahaan untuk menentukan siapa stakeholder-nya, baik secara langsung ataupun tidak.  Dengan memahami peran stakeholder atau pemangku kepentingan, perusahaan dapat mengidentifikasi tujuan dan harapan terkait proyek yang ingin dijalankan.

Stakeholder yang terlibat langsung dengan urusan bisnis (internal) seperti owner, pemegang saham, hingga karyawan, memiliki dampak yang besar terkait proyek yang dikerjakan. Berhasilnya proyek tersebut sangat bergantung pada kerjasama yang dilakukan stakeholder ini. Mulai persetujuan dari pemilik dan pemegang saham, hingga pengerjaan dari pihak manajerial dan karyawan.

Sedangkan, stakeholder yang tidak terlibat langsung (eksternal) tetap dapat mempengaruhi bisnis. Seperti, pelanggan dapat mengubah kebiasaan membeli mereka, pemasok dapat mengubah praktik distribusi, dan pemerintah dapat mengubah undang-undang/peraturan. Pada akhirnya, mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal adalah kunci keberhasilan bisnis jangka panjang.

Contoh dan Jenis stakeholder

Dikutip dari Investopedia, secara umum stakeholder dibagi menjadi dua bagian yaitu internal dan eksternal. Mereka memiliki peranan yang berbeda dalam bisnis. Jadi siapa saja mereka? Berikut penjelasan mengenai jenis stakeholder beserta contohnya:

contoh-stakeholder

1. Stakeholder internal

Stakeholder internal adalah pihak yang memiliki kepentingan langsung dalam perusahaan, seperti pekerjaan, kepemilikan, atau investasi.

  1. Pemilik perusahaan (owner)
    Peran  pemilik perusahaan sebagai stakeholder utama dari sebuah bisnis tidak dapat dibantah lagi. Mereka umumnya penanam modal utama untuk bisnis dan memiliki suara dalam bagaimana perusahaan berjalan. Saran dan keputusan mereka biasanya sangat penting terhadap arah kebijakan bisnis yang ingin dijalankan.
  2. Pemegang saham
    Dalam aktivitas bisnis, pemegang saham, kepala eksekutif dan dewan direksi termasuk ke dalam internal stakeholder dari sebuah perusahaan. Biasanya mereka akan menjadi bagian penting terkait proyek besar yang dilakukan perusahaan seperti, pengawasan, pemberi saran, dan pengambilan keputusan. Sehingga dengan kata lain, pihak yang memiliki pengaruh tinggi selain pemilik perusahaan adalah pemegang saham itu sendiri.
  3. Karyawan
    Karyawan juga termasuk dalam stakeholder internal. Adapun karena mereka berinteraksi dengan pelanggan, mendapatkan uang untuk menghidupi diri , dan memberikan dukungan untuk operasi bisnis. Karyawan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi manajerial, pengawasan atau fungsi lainnya. Sehingga dari usaha yang telah dilakukan, mereka mengharapkan manfaat seperti insentif, pertumbuhan karir dan kepuasan kerja.

Ikuti kelas: Menyusun Model Bisnis untuk Memulai Bisnis Sebagai Pemilik Usaha

2. Stakeholder eksternal

Stakeholder eksternal adalah mereka yang tidak secara langsung bekerja dalam perusahaan, tetapi mempengaruhi tindakan dan hasil bisnis dari perusahaan..

  1. Pelanggan
    Sederhananya pelanggan adalah pihak yang membeli produk bisnis. Produk yang didapatkan, membuat mereka tertarik dengan kinerja dari sebuah bisnis. Pelanggan mengharapkan bisnis untuk menyediakan produk dan layanan yang efisien dan berkualitas tinggi. Sehingga memperhatikan kebutuhan pelanggan merupakan hal penting dari keberhasilan bisnis.
  2. Suppliers/Vendor
    Suppliers atau pemasok adalah pihak yang menjual barang kebutuhan dari sebuah bisnis. Mereka mengandalkan penjualan yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan. Tanpa pemasok, bisnis tidak akan bisa berproduksi. Oleh karena itu,  penting bagi perusahaan untuk menjaga hubungan dengan para pemasok maupun vendor. Sehingga mereka juga merupakan stakeholder khususnya pada bagian eksternal.
  3. Pemerintah
    Pemerintah juga dapat dianggap sebagai stakeholder dalam bisnis. Karena mereka menghasilkan undang-undang yang dapat mempengaruhi bisnis dan perusahaan. Misalnya saja, mengenai pajak penghasilan perusahaan serta dari semua orang yang dipekerjakan. Selain itu, pemerintah juga mendapat manfaat dari Produk Domestik Bruto (PDB) keseluruhan yang disumbangkan oleh perusahaan.
  4. Masyarakat umum
    Masyarakat umum juga merupakan  stakeholder dalam bisnis. Walaupun tidak terlibat langsung, tapi mereka dipengaruhi oleh berbagai hal terkait aktivitas bisnis. Mulai dari penciptaan lapangan kerja, pembangunan ekonomi, kesehatan, hingga keselamatan. Ketika sebuah perusahaan besar masuk atau keluar dari komunitas kecil, ada dampak langsung dan signifikan terhadap pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran di daerah tersebut. Di beberapa industri, ada potensi dampak kesehatan juga, karena perusahaan dapat mengubah lingkungan. Karena hal tersebut, membuat perusahaan memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat umum. 

Peran dan tugas stakeholder

1. Mengarahkan manajemen

Para pemangku kepentingan seperti, dewan direksi dapat membantu perusahaan dalam mengambil tindakan. Mereka dapat memberikan rekomendasi atau keputusan tertentu terhadap operasional sebuah departemen seperti layanan, sumber daya manusia atau penelitian-pengembangan untuk dikelola agar bisa memastikan kesuksesannya. 

2. Mendukung keuangan 

Stakeholder seperti, investor utama bisa kapan saja membawa atau mengambil uang mereka dari perusahaan. Sehingga keputusan mereka akan tergantung pada kinerja perusahaan khususnya mengenai keuangan. Oleh karena itu, mereka dapat menekan kinerja perusahaan dan bahkan mengubah strategi bisnis jika perlu. 

Baca juga: Mengenal Sistem Outsourcing Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

3. Bantuan dalam pengambilan keputusan

Stakeholder utama seperti pemilik perusahaan atau dewan direksi memiliki kekuatan untuk mengambil dan mempengaruhi keputusan anggota dewan lainnya mengenai jalannya bisnis. Para pemangku kepentingan ini juga memiliki kekuasaan untuk menunjuk manajemen tingkat senior. Oleh karena itu, mereka ada di semua bidang pengambilan keputusan utama. Misalnya pengambilan keputusan mengenai likuidasi dan juga akuisisi. 

owner

(Sumber: Pexels - Sora Shimazaki)

4. Menjalankan operasional perusahaan

Seperti yang telah kamu ketahui, stakeholder seperti manajemen dan karyawan memiliki peranan penting untuk menjalankan semua rencana bisnis. Setelah disetujui oleh dewan direksi. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap jalannya sebuah proyek bisnis. 

5. Tanggung jawab sosial

Stakeholder bisa disebut juga berperan sebagai hati nurani dari perusahaan.  Mereka dapat membuat perusahaan mematuhi undang-undang hak asasi manusia dan lingkungan. Mereka juga memantau dan bisa menentang keputusan yang diambil oleh bisnis, jika itu merugikan tujuan jangka panjang perusahaan. Selain itu, tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) ini dapat dilakukan kepada para stakeholder lainnya seperti, karyawan, konsumen, pemasok, pemegang saham, hingga masyarakat dan lingkungan.

 

Itulah penjelasan mengenai apa itu stakeholder, khususnya dalam dunia bisnis. Bagi kamu yang ingin meningkatkan kemampuan untuk berkarir, langsung saja menuju Skill Academy. Karena di Skill Academy tersedia berbagai kelas pelatihan yang menarik lho. Jadi ayo cepat buruan upgrade skill-mu. 

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi

Corporatefinanceinstitute.com. (2020). Stakeholder. https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/finance/stakeholder/ [Daring] (Diakses 15 November 2021)

Fernando, Jason. (2021). Stakeholder. https://www.investopedia.com/terms/s/stakeholder.asp [Daring] (Diakses 15 November 2021)

Minning, Lauren. (2021). The 10 Types of Stakeholders That You Meet in Business. https://www.activecampaign.com/blog/types-of-stakeholders? [Daring] (Diakses 15 November 2021)

Complianceprime.com. (2019). Role of Stakeholders in Business Organization. https://www.complianceprime.com/blog/2019/10/17/role-of-stakeholders-in-business-organization/ [Daring] (Diakses 15 November 2021)

Profile

Gulman Azkiya

Content Writer at Ruangguru | Masih dalam tahapan mempelajari SEO dan Digital Marketing

Beri Komentar