Mengenal Jabatan CEO: Definisi, Tugas, dan Kemampuan yang Harus Dimiliki

Intan Aulia Husnunnisa Nov 30, 2022 • 12 min read


Apa itu CEO dan Tugas Chief Executive Officer

Apakah kamu punya cita-cita untuk menjadi CEO di suatu perusahaan? Jika iya, pelajari dulu apa saja tugas dari CEO untuk menjalankan perusahaan dengan baik, yuk!

--

Siapa yang tak kenal dengan istilah CEO? Jabatan tersebut tentunya sudah tak asing bagi siapa pun yang bekerja di sebuah perusahaan. 

CEO adalah pemimpin yang akan menentukan sukses tidaknya suatu bisnis. Selain itu, seorang CEO memiliki pengaruh besar terhadap reputasi perusahaan. Makanya posisi ini harus diisi oleh orang-orang terpilih.

Tapi, sebetulnya apa itu CEO? Lalu, apa saja jobdesk dari CEO? Yuk, kenali lebih jauh tentang jabatan ini. Siapa tahu, one day kamu bisa weujudkan mimpi untuk jadi seorang CEO. Simak sampai akhir ya!

 

Apa Itu CEO?

CEO merupakan singkatan dari Chief Executive Officer. CEO adalah jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan. Dikutip dari Investopedia, CEO dipilih atas kesepakatan antara dewan direksi dan pemegang saham.

Selain memimpin perusahaan, CEO juga berperan aktif dalam pengambilan keputusan, serta bertindak sebagai titik komunikasi antara dewan direksi dan pemegang saham.

 

Apa Peran Utama CEO di Perusahaan?

Secara umum, CEO bertanggung jawab untuk mengawasi, memotivasi, dan mengembangkan tim agar bisnis berjalan sesuai strategi dan visi misi perusahaan. Namun, peran CEO di setiap perusahaan belum tentu sama. Hal ini akan disesuaikan dengan skala, budaya, dan struktur perusahaan.

Di company besar, CEO biasanya hanya berurusan dengan keputusan strategis tingkat tinggi dan semua hal terkait pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, merencanakan strategi bisnis dan menentukan keputusan operasional manajemen tingkat atas.

Sementara itu di perusahaan yang lebih kecil, CEO sering kali lebih aktif dan terlibat dengan fungsi sehari-hari. Misalnya ikut terjun dalam perekrutan staff, membuat jobdesk untuk tim, dan lain sebagainya.

Tahukah kamu? Pada dasarnya, CEO memang lebih banyak terlibat dalam hal-hal yang bersifat strategis seperti rapat dengan para direksi atau rapat lainnya.

Berdasarkan studi dari Harvard Business School, 72% waktu kerja dari CEO dihabiskan untuk rapat. Biasanya dari rapat inilah akan muncul berbagai plan dan strategi untuk terus mengembangkan dan menyesuaikan model bisnis mereka.

Seorang CEO juga dianggap sebagai wajah dari perusahaan yang dipimpinnya. Tak heran jika seorang CEO memiliki lingkungan sosial yang besar dan dikenal oleh banyak orang.

Sebagai contoh, Elon Musk adalah tokoh yang identik dengan Tesla. Seperti yang kamu lihat di media, Elon Musk sering melakukan wawancara, tampil di radio dan TV, serta menghadiri acara lokal (Seminar). Hal ini menunjukkan bahwa seorang CEO tidak hanya bekerja dalam lingkungan perusahaan, melainkan juga perlu membangun citra yang baik terhadap publik.

 

Apakah CEO Bisa 2 Orang?

Dalam akta perusahaan, CEO hanya bisa diisi oleh satu orang. Nama lain dari CEO adalah Direktur Utama atau biasa disingkat dengan Dirut. Tapi, sebagian orang juga tak jarang menyebutnya dengan tittle Presiden Direktur.

Jabatan di bawah CEO biasanya ditempati oleh Chief Operating Officer yang merupakan kepanjangan dari COO. Meskipun begitu, kedudukannya bisa jadi setara dengan CEO yang di bawahnya diisi oleh jajaran direktur.

Jika CEO atau Dirut hanya bisa diisi satu orang, maka posisi Direktur bisa diduduki oleh hampir 10 orang atau lebih (tergantung skala company). Pembagian jabatan akan diberi berdasarkan divisi, contohnya seperti direktur marketing, direktur strategi bisnis, dan lain sebagainya.

Ikuti kelas: Menguasai Skill dan Mindset Seorang Product Manager

 

Apa Jurusan Kuliah Seorang CEO?

Jurusan kuliah yang paling relevan dan kompatibel untuk menjalankan peran sebagai CEO adalah Bisnis (MBA)

Melalui jurusan tersebut, kamu akan belajar bagaimana cara untuk me-manage sebuah bisnis agar selalu berkembang, fit dengan market, dan tentunya sustain.

Namun, tak menutup kemungkinan CEO juga memiliki background yang berbeda seperti finance, politik, teknik, hukum, dan lain-lain asalkan memiliki pemahaman mendalam tentang cara menjalankan dan mengelola sebuah bisnis, plus memiliki skill kepemimpinan yang baik.

 

Apa Perbedaan Antara CEO, Owner, dan Founder?

CEO merupakan kepala eksekutif perusahaan yang fokus pada strategi dan pengembangan bisnis, sedangkan owner adalah pemilik usaha yang menanamkan modal dan investasi untuk menjalankan sebuah bisnis. Sementara itu, founder adalah pendiri awal yang menemukan ide, merancang model bisnis, serta membuat business plan

Sebagian besar tugas owner adalah menyediakan dana untuk keberlangsungan perusahaan yang akan dikelola oleh sang CEO.

Jadi, apakah CEO sama dengan owner dan founder? Secara struktur jabatan tentu berbeda. Namun, untuk kasus bisnis model startup, umumnya seorang CEO bisa merangkap owner dan juga founder.

Jika seorang founder melepaskan saham kepemilikan perusahaan, maka status "founder" akan tetap melekat, karena ia merupakan perintis sebuah bisnis.

 

Siapa yang Menggaji CEO?

Jika seorang CEO di perusahaan rintisan ikut menjadi pemegang saham, umumnya ia akan bekerja penuh tanpa menerima gaji. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesan bahwa CEO tersebut mendapatkan gaji dari investasi para pemegang saham lainnya (yang seharusnya dari profit operasional perusahaan).

CEO memang jabatan tertinggi di perusahaan. Namun, di luar struktur perusahaan, yang posisinya paling tinggi adalah pemilik bisnis dan para pemegang saham. Maka dari itu, jika bisnis sudah menghasilkan profit, seorang CEO akan digaji oleh pemilik bisnis atau pemegang saham tersebut.

 

Berapa Gaji CEO?

Di Amerika Serikat, rata-rata gaji seorang CEO adalah $805.200 per 27 Oktober 2022, tetapi kisarannya biasanya berada di antara $608.600 dan $1.037.400. Angka tersebut tentu akan disesuaikan lagi dengan faktor lain seperti pendidikan, skill, beban kerja, dan lain-lain.

Secara umum, gaji posisi Chief Executive Officer di Indonesia ada pada range Rp27.300.000 per bulan. Tapi, tentunya ini bukan angka mutlak. Lagi-lagi gaji CEO akan disesuaikan dengan skala, valuation, dan juga profit yang sudah dihasilkan perusahaan.

Sebagai informasi, CEO bisa diangkat dan diberhentikan sewaktu-waktu oleh pemilik saham melalui forum RUPS (rapat umum pemegang saham), atau dalam RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa).

Ikuti kelas: Menguasai Skill dan Mindset Seorang Product Manager

 

Tugas dan Tanggung Jawab CEO

Dikutip Corporate Finance Institute, tidak ada batas standar dari tugas seorang Chief Executive Officer. Namun, biasanya CEO memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Berkomunikasi atas nama perusahaan, dengan pemegang saham, pihak pemerintah, dan publik.
  2. Memimpin pengembangan strategi jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.
  3. Menciptakan dan mengimplementasikan visi dan misi perusahaan atau organisasi.
  4. Mengevaluasi pekerjaan para pemimpin eksekutif lainnya di dalam perusahaan, termasuk direktur, wakil presiden, dan presiden.
  5. Menjaga performa perusahaan terhadap situasi pasar yang kompetitif, peluang ekspansi, perkembangan industri, dan lain-lain.
  6. Memastikan bahwa perusahaan mempertahankan tanggung jawab sosial yang tinggi di mana pun ia melakukan bisnis.
  7. Menilai risiko terhadap perencanaan perusahaan dan memastikannya dipantau dengan baik.
  8. Menetapkan tujuan strategis bisnis untuk jangka panjang. 

     

Kemampuan yang Harus Dimiliki Chief Executive Office

Jika kamu ingin menjadi seorang CEO, pastikan untuk mengantongi 7 skill yang harus dimiliki seorang Chief Executive Officer berikut ini:

1. Kepemimpinan (leadership)

Kepemimpinan adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap CEO, bahkan untuk sekelas manager. Adapun kemampuan kepemimpinan ini sangat erat kaitannya dengan posisi CEO sebagai pemimpin perusahaan.

Kepemimpinan seorang CEO akan terlihat dari keyakinannya dalam setiap keputusan yang diambil. Selain itu, kemampuan untuk menangani konflik manajemen juga dapat merepresentasikan jiwa kepemimpinan seorang CEO. Sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap kepercayaan karyawan dan para stakeholder

Baca juga: Stakeholder: Arti, Jenis, Contoh, Beserta Peran dan Tugasnya dalam Bisnis

2. Tegas dan dapat mengambil keputusan yang cepat 

Dikutip dari Harvard Business Review, CEO yang berkinerja tinggi tidak selalu menonjol karena membuat keputusan besar sepanjang waktu. Sebaliknya, ia menonjol karena lebih tegas. Dia dapat membuat keputusan lebih awal, lebih cepat, dan dengan keyakinan yang lebih besar.

CEO juga dituntut untuk dapat mengambil keputusan secara konsisten, bahkan di tengah ambiguitas, dengan informasi yang tidak lengkap, dan dalam lingkungan yang tidak dikenal. Selain itu, seorang CEO harus siap menerima risiko atas keputusannya. Sehingga orang-orang yang memiliki sikap "tegas" dalam setiap keputusannya, 12 kali lebih mungkin menjadi CEO dengan kinerja yang baik.

 

Skill-yang-harus-dimiliki-oleh-CEO

 

3. Komunikasi yang baik

Seorang CEO wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Hal ini tidak terlepas dengan aktivitasnya yang akan sering bertemu dengan banyak orang. Komunikasi tersebut tidak semata-mata menyampaikan pesan dengan baik.

Namun, seorang CEO harus dapat berkomunikasi sesuai dengan konteks dan lawan bicaranya. Misalnya, ketika berbicara dengan karyawan, ia harus bisa menggunakan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami. Dengan hal tersebut, karyawan dapat memahami alasan CEO membuat sebuah keputusan tertentu. 

4. Kreativitas dan inovasi

Seperti yang kamu ketahui, sebuah bisnis akan sulit bertahan lama ketika tidak bisa melakukan inovasi. Oleh sebab itu, sebagai orang pertama dalam sebuah bisnis, seorang CEO harus memiliki kreativitas dan mampu berinovasi agar mampu beradaptasi dengan tren yang terjadi.

CEO harus berpikir kreatif dan menyambut ide-ide baru yang inovatif untuk menjaga bisnis mereka tetap relevan dan progresif. CEO yang menghargai perubahan dengan pikiran terbuka akan dengan mudah untuk menentukan arah bisnis kedepannya. 

5. Etika

Seorang CEO tidak hanya bertanggung jawab kepada urusan internalnya (perusahaan) saja, melainkan juga memiliki tanggung jawab terkait pandangan publik terhadap dirinya. Semakin suksesnya sebuah bisnis, maka akan semakin tinggi pula perhatian publik terhadap CEO dari perusahaan tersebut.

Hal tersebut menunjukkan, bahwa penting bagi para pemimpin untuk memiliki rasa etika yang kuat, dan bertanggung jawab ketika terjadi kesalahan. Penanaman budaya yang jujur dan bertanggung jawab ini akan berpengaruh terhadap kinerja dari perusahaan yang dipimpinnya. 

6. Kolaborasi

CEO tidak akan terlepas dengan yang namanya interaksi. Dalam mengelola sebuah perusahaan, nantinya CEO akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari manager, kepala departemen, dewan direksi, hingga dengan koleganya.

Oleh sebab itu, seorang CEO harus memiliki berbagai perencanaan dan ide terbaik untuk memajukan perusahaan. Dengan bekerja sama dengan karyawan dan kolega, tentunya dapat memunculkan ide-ide dan solusi baru yang kreatif.

Menurut Stacey Hanke dari Forbes, dengan mengizinkan karyawan terlibat untuk berkolaborasi dan berbagi ide bisa menciptakan rasa memiliki. Ini dapat mendorong karyawan untuk lebih terlibat dalam kesuksesannya yang berasal dari ide-ide mereka sendiri.

7. Transparansi

Dilansir dari forbes.com salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan karyawan dan eksekutif yaitu transparansi atau keterbukaan. Ketika karyawan meyakini bahwa CEO mereka menyembunyikan informasi atau gagal bertindak secara terbuka, mereka mulai mempertanyakan keputusan yang dibuat.

CEO yang sukses menyadari bahwa transparansi sangat penting bagi karyawan untuk melihat kinerja dan memahami motif di balik setiap keputusan yang ia buat.

 

Sekarang kamu sudah tau kan arti dari CEO? Ternyata bukan hanya sekedar singkatan ataupun istilah umum. Mungkin bagi kamu yang sedang meniti karier, tidak ada salahnya bermimpi untuk menjadi seorang CEO. Semoga yaa! Amiiin.

Tapi untuk mencapainya, kamu harus terus melatih dan mengembangkan kemampuanmu. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuanmu melalui Skill Academy. Selain tersedia berbagai kelas pelatihan yang seru, kamu juga akan belajar bersama para instruktur profesional. Jadi tunggu apa lagi, yuk upgrade skill-mu sekarang!

 

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

 

Referensi:

Botelho, Elena Lytkina, dkk. (2017). What Sets Successful CEOs Apart. https://hbr.org/2017/05/what-sets-successful-ceos-apart [Daring] (Diakses 22 November 2021)

Corporatefinanceinstitute.com. (2018). CEO. https://corporatefinanceinstitute.com/resources/careers/jobs/what-is-a-ceo-chief-executive-officer/ [Daring] (Diakses 22 November 2021)

Hanke, Stacey. (2018). Five Top Skills For CEOs To Maintain Influence. https://www.forbes.com/sites/forbescoachescouncil/2018/05/30/five-top-skills-for-ceos-to-maintain-influence/ [Daring] (Diakses 22 November 2021)

Hayes, Adam. (2021). Chief Executive Officer (CEO). https://www.investopedia.com/terms/c/ceo.asp [Daring] (Diakses 22 November 2021)

Indeed.com. (2021). What Skills Should a CEO Have?. https://www.indeed.com/career-advice/resumes-cover-letters/skills-for-ceo  [Daring] (Diakses 22 November 2021) 

Kiger, David. (2018). A Strong Sense of Ethics is Vital for CEOs to Lead a Successful Business. https://www.business2community.com/leadership/a-strong-sense-of-ethics-is-vital-for-ceos-to-lead-a-successful-business-02086824  [Daring] (Diakses 22 November 2021)

 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Gulman Azkiya, lalu diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 01 Desember 2022.

Profile

Intan Aulia Husnunnisa

Hai! Aku Intan Aulia Husnunnisa, aku masih belajar nulis di Ruangguru. Terima kasih sudah baca tulisanku ya!

Beri Komentar