Mengenal Portofolio, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Dalam beberapa lowongan pekerjaan, portofolio menjadi salah satu persyaratan yang perlu dipenuhi. Tahukah kamu apa itu portofolio, fungsinya, serta jenis-jenisnya? Yuk, simak artikel ini agar kamu paham!

Secara terminologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiaportofolio memiliki makna ‘tas untuk surat-surat, sampul kulit, atau dompet’. Seiring perkembangan zaman, istilah portofolio berkembang jadi suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan beberapa dokumen (selayaknya fungsi tas) sehingga istilah ini kini digunakan sebagai kumpulan atau rangkuman dari karya, proyek, dan pencapaian seseorang dalam suatu bidang atau sektor tertentu.

Secara umum, portofolio digunakan untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, dan hasil karya seseorang dalam konteks pekerjaan, pendidikan, atau bidang lainnya. Portofolio juga dapat mencakup berbagai materi, seperti gambar, tulisan, desain, proyek, dan dokumen pendukung lainnya.

 

Jenis-Jenis Portofolio

Berdasarkan tujuannya, portofolio dibagi menjadi lima jenis. Kelima jenis portofolio tersebut adalah sebagai berikut:

1. Portofolio Pekerjaan (Professional Portfolio)

Portofolio pekerjaan adalah kumpulan dokumen, proyek, dan hasil kerja seseorang yang dibuat untuk memperlihatkan keterampilan, kemampuan, dan pengalaman dalam dunia kerja. Portofolio ini biasanya digunakan untuk mempresentasikan pencapaian dan kontribusi seseorang saat melamar pekerjaan. Elemen umum yang biasanya ada di dalam portofolio pekerjaan adalah sebagai berikut:

  1. resume atau curriculum vitae;
  2. deskripsi diri;
  3. contoh hasil pekerjaan;
  4. surat rekomendasi; dan
  5. sertifikat atau penghargaan.

Portofolio pekerjaan yang baik tidak hanya menunjukkan hard skills, tetapi juga soft skills meski sulit untuk diukur. Kesimpulannya, portofolio pekerjaan berfungsi sebagai alat pemasaran diri yang kuat untuk mencari pekerjaan atau pengembangan karier.

 

2. Portofolio Pendidikan

Portofolio pendidikan adalah kumpulan dokumen yang dibuat untuk mencerminkan perkembangan akademis seseorang. Tujuan dari portofolio pendidikan adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan dan potensi individu sebagai peserta didik. Portofolio pendidikan umumnya mencakup beberapa elemen utama:

  1. ijazah;
  2. transkrip akademis;
  3. karya ilmiah;
  4. rekomendasi dari guru atau dosen; dan
  5. sertifikat

Portofolio pendidikan memberikan peluang bagi seseorang untuk menunjukkan beragam keterampilan, kompetensi, dan nilai yang mereka peroleh selama perjalanan pendidikan mereka. Ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mencari pekerjaan.

 

3. Portofolio Desain

Portofolio desain adalah kumpulan karya yang dibuat untuk memperlihatkan kemampuan, kreativitas, dan gaya karya dari seorang desainer. Portofolio ini berfungsi sebagai alat utama untuk mempromosikan diri, mendemonstrasikan keterampilan desain, dan menarik perhatian klien potensial atau perekrut. Portofolio ini mencakup berbagai karya, seperti logo, desain grafis, ilustrasi, dan sebagainya.

Perlu diingat bahwa portofolio desain tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga proses pemikiran dan kreativitas di balik setiap karya. Desainer menggunakan portofolio ini untuk menarik perhatian klien, menciptakan kesan profesional, dan membangun reputasi mereka di industri desain.

 

4. Portofolio Investasi

Portofolio investasi adalah kumpulan investasi yang dimiliki oleh seorang investor atau lembaga keuangan. Portofolio ini mencakup berbagai instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, reksa dana, properti, dan instrumen investasi lainnya. Tujuan utama dari pembentukan portofolio investasi adalah untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti pertumbuhan modal, pendapatan pasif, atau diversifikasi risiko.

Portofolio investasi dapat disusun oleh investor individual, manajer keuangan, atau lembaga keuangan, seperti dana pensiun atau perusahaan asuransi. Pemahaman yang baik tentang tujuan, profil risiko, dan strategi investasi adalah kunci dalam membangun portofolio investasi yang sukses.

 

5. Portofolio Seni

Portofolio seni adalah kumpulan karya seni yang dimiliki atau dihasilkan oleh seorang seniman. Portofolio seni biasanya digunakan untuk tujuan pendaftaran ke sekolah seni, pameran seni, pencarian galeri, atau sebagai alat pemasaran untuk seniman independen.

Karya yang biasanya masuk ke dalam portofolio ini adalah karya seni semacam patung, lukisan, kerajinan tangan, hingga fotografi.

Portofolio memberikan pandangan menyeluruh tentang kemampuan dan potensi seseorang. Dalam konteks profesional atau akademis, portofolio dapat menjadi alat yang kuat untuk mempromosikan diri sendiri, mempresentasikan kemampuan, dan membuktikan hasil karya. Pemilihan jenis portofolio bergantung pada konteks dan tujuan penggunaannya.

Baca juga: 3 Cara Membuat Portofolio yang Menarik agar Mudah Diterima Kerja

Bagi kamu yang ingin memperdalam skill kamu, baik hard skill maupun soft skill, cek segera kelas di Skill Academy. Di Skill Academy, tersedia banyak kelas yang bisa kamu ikuti untuk menambah skill atau memperdalam skill yang sudah kamu miliki. Dengan menambah dan memperdalam skill kamu, kamu nantinya bisa mengisi portofolio kamu dengan lebih percaya diri dan perekrut pun akan makin melirik CV kamu. Ayo segera cek kelasnya dengan klik banner di bawah!

SKill Academy - CTA

Atqo