Karakter Gen Z Kayak Apa Sih? Benarkah Pemalas dan Mementingkan Diri Sendiri?

Ratu Kanaya Thalita Mirza Apr 6, 2021 • 6 min read


karakter gen z

Seperti apa karakter dari generasi Z? Apakah betul bahwa mereka tergolong pemalas dan suka mementingkan diri sendiri? Baca artikel ini biar tahu!

--

Generasi Z atau biasa disebut Gen Z adalah orang-orang yang lahir pada tahun 1995-2010. Tapi pernah nggak, sih, kamu mendengar bahwa generasi Z adalah generasi yang memiliki karakteristik malas, suka mementingkan diri sendiri, dan terobsesi pada layar?

Menariknya, Gen Z sering dicap malas karena pertumbuhan hidup dengan lebih banyak teknologi. Dikutip dari EHS Today, sebuah studi baru menemukan bahwa 32% responden Gen Z mengatakan bahwa mereka adalah generasi yang bekerja paling keras. Gen Z tidak seharusnya selalu dikaitkan dengan stereotip negatif hanya karena nilai-nilainya berbeda dengan generasi terdahulu. Karena nyatanya, banyak karakteristik dari generasi Z yang positif, lho! Selain itu, ada juga karakteristik positif lainnya yang bisa kita lihat dan ketahui dari generasi Z.

 

Generasi Z Memiliki Empati yang Tinggi

Ketika bermain Instagram, Tiktok, Twitter, atau Facebook, kamu pasti sering kan melihat teman-teman seumuran atau anak-anak yang usianya masuk dalam kategori Gen Z ini mengunggah konten-konten yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap suatu isu. Seperti lingkungan, pendidikan, atau masalah sosial lainnya. Dari situ kita bisa lihat bahwa Gen Z cukup tertarik untuk terlibat membuat perubahan. Terlihat pula dari keterlibatan mereka pada berbagai macam kegiatan volunteering. Survei yang dilakukan oleh tim Sparks and Honey menunjukkan bahwa 26% dari anak umur 16-19 tahun saat ini terlibat dalam kegiatan volunteering. 

 

Generasi Z Kompetitif


gen z kompetitif

Dikutip dari Indeed.com, Gen Z dibesarkan di salah satu lingkungan pendidikan paling kompetitif. Sehingga menjadikan Gen Z sangat fokus dan kompetitif pada banyak bidang. Mereka tidak cuma ingin mendapatkan nilai terbaik dan masuk ke sekolah terbaik, tetapi juga ingin memenangkan setiap lomba yang ada. Persaingan terus mendorong generasi Z ini. Persaingan bukan cuma melawan orang lain, tapi juga melawan diri mereka sendiri dan melawan waktu. Mereka ingin apa yang diinginkan sekarang tercapai, sehingga menjadi sangat fokus dan juga kompetitif.

Kabar baiknya, dengan memiliki sifat yang kompetitif, gen Z harus mempunyai banyak skill maupun kelebihan, agar bisa bersaing dengan gen Z lainnya. Berjiwa kompetitif merupakan hal yang baik karena banyak orang-orang sukses yang memiliki sifat ini. Tapi harus diingat, jangan berlebihan, ya. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu gak bagus, lho.

 

Gen Z Mahir Teknologi

Sejak anak Gen Z lahir, internet dan telepon seluler sudah menjadi hal yang biasa. Karena tumbuh di era digital, Gen Z lebih unggul dari generasi sebelumnya dalam bidang teknologi.  Mereka tahu jika mereka membutuhkan informasi, informasi itu dapat diakses dengan mudah. Mulai dari mencari pelajaran hingga hiburan bisa didapatkan dengan menggunakan internet.

Baca juga: Hustle Culture: Ciri, Penyebab, dan Dampaknya

Selain itu, karena sudah terbiasa menggunakan teknologi untuk berkomunikasi, gak heran jika anak gen Z punya teman di seluruh dunia. Tidak hanya untuk berkomunikasi, banyak juga anak Gen Z yang bisa menghasilkan sesuatu dari teknologi. Salah satunya adalah memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan penghasilan, contohnya dengan membuat konten-konten di YouTube dan media sosial lainnya. 

Gen Z Dapat Menerima Keberagaman


gen z cinta keberagaman

Gak dipungkiri bahwa banyak perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari ras maupun agama. Gen Z pun demikian, tumbuh dalam banyak perbedaan. Orang hanyalah orang bagi Gen Z, tidak peduli apa latar belakang-nya. Tapi, bukan berarti mereka tidak akan menghakimi. Gen Z lebih cenderung menilai seseorang apa adanya. Gen Z lebih terbuka untuk menerima perbedaan, sehingga memiliki sikap toleransi. Terlebih karena sering melihat media sosial, yang mana bisa melihat berbagai orang yang berbeda dari seluruh dunia, gen Z lebih bisa menghargai perbedaan dan menerima keberagaman yang ada.


Generasi Z Lebih Suka Bekerja Secara Mandiri


gen z karakternya mandiri

Dilansir dari artikel TTI Sucsess Insight, yang membedakan antara Gen Z dan generasi Milenial adalah Gen Z lebih memilih untuk bekerja secara mandiri. Sedangkan generasi Milenial lebih suka berkolaborasi. Kemajuan teknologi mendorong Gen Z untuk menjadi lebih mandiri. Kemandirian ini berarti mereka ingin dinilai berdasarkan kemampuan mereka sendiri, bukan berdasarkan kemampuan kelompok kolaboratif. Dikutip dari LinkedIn Talent Blog, bekerja secara mandiri sama pentingnya bagi Gen Z dengan mengatur jadwal mereka sendiri. 

Itulah beberapa karakteristik anak generasi Z, semoga kamu punya banyak karakteristik yang positif dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, ya! Kalau kamu anak generasi Z, dan ingin punya banyak skill sehingga bisa berkompetisi dengan anak generasi Z yang lainnya, kamu bisa belajar skill-skill baru dengan mengikuti kelas dari Skill Academy.

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

 

Referensi:

Sparks and Honey. 2014. Meet Generation Z: Forget Everything You Learned About Millennials, Linkedin.com. [daring]. Tautan:  https://www.slideshare.net/sparksandhoney/generation-z-final-june-17/5-A_generation_with_disposable_income5Gen (Diakses pada: 1 April 2021).

Clark, Dave. 2019. 10 Defining Characteristics of Generation Z, ttsi.com. [daring] https://blog.ttisi.com/10-defining-characteristics-of-generation-z  (Diakses pada: 1 April 2021).

Uche, Sharon. 2019. 5 ‘Negative’ Stereotypes About Gen Z That Will Actually Help Them in the Workplace, ripplematch.com. [daring] Tautan: https://ripplematch.com/journal/article/negative-stereotypes-about-gen-z-in-the-workplace-a2a02995/  (Diakses pada: 31 Maret 2021).

McLaren, Samantha. 2019. 6 Gen Z Traits You Need to Know to Attract, Hire, and Retain Them, linkedin.com. [daring]. Tautan: https://business.linkedin.com/talent-solutions/blog/hiring-generation-z/2019/how-to-hire-and-retain-generation-z (Diakses pada: 31 Maret 2021). 

 

Sumber foto:

 Foto Gen Z Kompetitif [daring] Tautan: https://www.freepik.com/free-vector/teams-competing-prize-people-playing-tug-war-pulling-rope-with-golden-cup-flat-vector-illustration-competition-contest-concept_10613684.htm

Foto Gen Z Menerima Keberagaman [daring] Tautan: https://www.freepik.com/free-vector/multiracial-raised-fists-illustration_8918905.htm (Diakses pada: 1 April 2021).

Foto Gen Z suka bekerjasama secara mandiri [daring] Tautan: https://www.freepik.com/free-vector/people-celebrating-together_6436476.htm (Diakses pada: 1 April 2021)

Profile

Ratu Kanaya Thalita Mirza

Beri Komentar