Mengenal Hybrid Working Dalam Dunia Kerja

Gulman Azkiya Okt 1, 2021 • 6 min read


hybrid-working-adalah

Artikel ini membahas mengenai hybrid working beserta kelebihan dan kekurangannya. 

--

Sejalan dengan mulai diberlakukan kembali kerja di kantor atau WFO, memunculkan kabar mengenai metode kerja baru yang dianggap dapat menjadi solusi permasalahan pandemi ini. Yap, kamu pasti pernah mendengarnya, yaitu hybrid working. Tapi apa itu? Kenapa banyak perusahaan tertarik menggunakanya? Lalu bagaimana dampaknya terhadap karyawan? Bagi kamu yang penasaran, yuk mari kita bahas apa itu hybrid working?

Apa itu hybrid working?

Sederhananya hybrid working adalah metode yang membuat karyawan dapat bekerja dari berbagai lokasi berbeda. Pada dasarnya hybrid working atau kerja hibrida menggabungkan pilihan bekerja dari rumah dengan pilihan bekerja di kantor atau ruang publik lainnya. Dalam bentuk praktiknya, hal ini berkaitan dengan hybrid workplace yang mana sebagian karyawan bekerja dari jarak jauh, dan sebagian lainnya bekerja di kantor.

Pada penerapan hybrid working, beberapa perusahaan mungkin memberikan fleksibilitas kepada setiap karyawan untuk bekerja di luar kantor. Sedangkan perusahaan lain mungkin menggunakan kombinasi keduanya dengan membagi antara karyawan yang bekerja dari jarak jauh dan di dalam kantor. 

“Lalu jika ada yang bekerja secara jarak jauh, apa bedanya dengan remote working?”

Pada remote working semua karyawan bekerja di luar lingkungan kantor, sedangkan hybrid work membuat karyawan/perusahaan dapat memutuskan apakah mereka ingin bekerja di lingkungan kantor atau jarak jauh. Di samping itu, meningkatnya tren hybrid working belakangan ini tidak lepas dari dampak dari pandemi covid-19. Dalam semua keterbatasan, perusahaan harus dapat mencari solusi agar produktivitas mereka tidak terganggu karena pandemi ini. 

Oleh sebab itu, beberapa perusahaan dunia seperti Google, Facebook, dan Microsoft telah menerapkan metode kerja ini agar tetap produktif sembari menghindari risiko penyebaran virus. Bahkan mereka sudah merencanakan akan menerapkannya ketika pandemi telah usai. 

Ikuti kelas: Kuasai Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 untuk Berkarier di Dunia Industri

Kelebihan dan kekurangan hybrid working

Walaupun hybrid working sudah digunakan jauh sebelum pandemi, metode kerja ini tentunya masih membutuhkan penyesuaian ketika ingin diterapkan. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin lebih tau, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hybrid working.

a. Kelebihan

  1. Karyawan dapat menentukan sendiri cara untuk lebih produktif
    Biasanya karyawan diharapkan berada di kantor dari 9 pagi hingga 5 sore. Hal ini cukup menguras energi ketika harus melakukan perjalan ke tempat kerja. Sedangkan dengan hybrid working, karyawan memiliki lebih banyak fleksibilitas dan energi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap tingkat produktivitas karyawan.
    Dikutip dari wework.com, metode kerja hibrida membuat karyawan dapat memanfaatkan waktu mereka dengan lebih baik. Mereka dapat memilih untuk menghindari perjalanan pada jam sibuk. Sehingga sepenuhnya bisa fokus pada tugas tanpa kebisingan dan gangguan dari lingkungan kantor. Selain itu, karyawan dapat menentukan waktu dan tempat paling nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Ketika karyawan lebih merasa nyaman dan bahagia maka akan berdampak positif bagi produktivitas mereka.

  2. Meningkatkan kebahagian
    Dalam studi SurveyMonkey tahun 2020 , karyawan yang bekerja dari jarak jauh dilaporkan merasa lebih bahagia daripada rekan kerja mereka yang tetap bekerja di kantor. Adapun hal ini tentu saja memiliki berbagai aspek seperti psikologis dan perkembangan karir. Di samping itu, dengan hybrid working, kamu memiliki kontrol penuh terhadap jam kerjamu. Kamu dapat menyesuaikan waktu kerja dengan situasi yang terjadi, misalnya dapat melakukan pekerjaan rumah seperti, menjemput anak sekolah. Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa mengganggu ketika kamu tidak bisa menemukan waktu dan tempat yang pas untuk menyelesaikan pekerjaan.

  3. Hemat biaya
    Adapun yang paling diuntungkan dari penerapan kerja hibrida ini adalah perusahaan. Hal ini karena mereka dapat menghemat biaya operasional seperti sewa kantor dan peralatan kerja. Sedangkan dari sisi karyawan kamu tentunya tidak perlu lagi harus mengeluarkan biaya transport. Namun, ada kemungkinan kamu akan memiliki banyak pengeluaran untuk menunjang pekerjaan di rumah seperti, listrik, AC, dan lainnya.

Baca juga: 7 Kemampuan Negosiasi yang Wajib Dikuasai agar Sukses di Tempat Kerja

b. Kekurangan

  1. Berpotensi meningkatnya kelelahan
    "Hmmm.. bukannya karyawan menjadi lebih bahagia ya?"
    Tunggu dulu guys. Memang benar hybrid working dapat membuat karyawan menjadi lebih bahagia. Namun sejalan dengan diterapkannya WFH, hal ini tidak selamanya menjadi hal yang positif. Salah satu kekurangan bekerja dari rumah yaitu tidak jelasnya jam kerja.
    Karyawan yang bekerja dari rumah atau jarak jauh biasanya memiliki waktu kerja yang lebih lama dan istirahat lebih pendek daripada rekan mereka di kantor. Hal biasanya terjadi karena ketidakjelasan waktu kerja. Selain itu, mereka khawatir dianggap malas karena tidak terlihat langsung saat bekerja. Sehingga mereka memiliki kecenderungan untuk menambah jam kerja mereka dengan begadang atau menyediakan diri di luar jam kerja.

  2. Masalah komunikasi
    Salah satu kekurangan dari metode hybrid working adalah setiap komunikasi harus dapat dilakukan dengan jelas. Hal ini tidak terlepas dari peran digital dalam setiap interaksi yang terjadi seperti, pemberian tugas, meeting, dan hal-hal penting lainnya. Beberapa karyawan mungkin tidak terbiasa dengan interaksi secara virtual. Mereka mungkin lebih suka untuk bertemu langsung secara tatap muka. Tak jarang pesan yang disampaikan bisa menjadi miskomunikasi. Sehingga dapat mempengaruhi produktivitas itu sendiri.

  3. Resiko permasalahan internal pada tim
    Penerapan metode kerja hibrida tentunya tidak dapat dilakukan dengan mudah. Tentunya dibutuhkan proses dan penyesuaian yang tidak sebentar. Selain itu, ketika metode ini tidak dapat dijalankan dengan baik, maka akan memunculkan berbagai masalah yang harus cepat diselesaikan seperti,
    • Keterbatasan manajer dalam mengelola tim, karena tidak dapat memantau kinerja timnya secara nyata. Sehingga sangat berkaitan dengan kepercayaan.
    • Dibutuhkan upaya untuk membangun budaya yang adil dan tidak berpihak pada karyawan yang bekerja di kantor ataupun karyawan yang bekerja dari rumah.

Namun, hal ini kembali dari perusahaan yang menerapkan kerja hibrida ini. Bagaimana mereka dapat menyesuaikan metode ini dengan cara kerja dari perusahaan itu sendiri.

 

Itulah penjelasan mengenai hybrid working yang sedang tren pada saat ini. Bagi kamu yang ingin meningkatkan skill bekerja, langsung saja ke Skill Academy. Karena kini di Skill Academy tersedia kelas pelatihan dengan materi mendalam yang siap membuat kamu bersaing di dunia kerja. Jadi tunggu apa lagi, ayo upgrade kemampuanmu. 

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi

Carruthers, Ryan. (2021). Hybrid Workplaces: The Pros and Cons Organizations Need To Know. https://www.togetherplatform.com/blog/hybrid-workplaces-pros-and-cons [Daring] (Diakses 30 September 2021)

Hogarty, Steve. (2021). Advantages and disadvantages of the hybrid workplace model. https://www.wework.com/en-GB/ideas/workspace-solutions/hybrid-workplace-advantages-disadvantages[Daring] (Diakses 30 September 2021)

Steward, Andy. (2021). What is hybrid working?. https://www.breathehr.com/en-gb/blog/topic/flexible-working/what-is-hybrid-working#Consider [Daring] (Diakses 30 September 2021)

Profile

Gulman Azkiya

Content Writer at Ruangguru | Kepengen punya EP Shoegaze/Ambient sendiri

Beri Komentar