11 Cara Menjadi YouTuber untuk Pemula, Pasti Berhasil!

Devi Lianovanda Des 20, 2021 • 10 min read


cara menjadi youtuber

Artikel ini membahas 11 cara menjadi YouTuber untuk pemula yang bisa kamu coba!

--

“Hey guys, welcome back to my channel” adalah kalimat yang sering kita dengar kalau nonton YouTube.

YouTube adalah media sosial untuk berbagi dan menemukan berbagai video. Dilansir dari laporan We Are Social, pada tahun 2021, 94% penduduk Indonesia yang menggunakan internet mengakses YouTube. Ini membuktikan kalau YouTube merupakan media yang sangat digandrungi banyak orang.

Nggak heran, sih, YouTube memang menyediakan berbagai konten yang kita butuhkan. Mulai dari konten yang informatif, edukatif, sampai menghibur juga ada. Semakin hari, content creator di YouTube atau yang akrab disapa YouTuber juga makin banyak.

Sudah jadi rahasia umum kalau membuat konten di YouTube memang bisa menghasilkan uang. Karena itu, ada banyak orang yang mulai belajar menjadi YouTuber. Apakah kamu salah satunya? Jika iya, yuk kita simak bareng cara menjadi YouTuber berikut ini!

 

Cara menjadi YouTuber

Mau coba jadi YouTuber? Ini dia 11 cara yang bisa kamu coba, simak sampai habis, ya!

1. Pilih niche atau ceruk konten

Cara jadi YouTuber yang pertama adalah, memilih niche konten. Niche adalah ceruk atau konten yang spesifik dan fokus. Ada banyak banget kategori konten yang bisa dibuat oleh seorang YouTuber. Kamu bisa memilih niche sesuai apa yang kamu sukai atau kuasai. Pilih juga niche yang topiknya bisa jadi beragam atau nggak ada habisnya untuk dibahas.

Misalnya, fashion (haul, try on, mix and match), musik, gaming, teknologi, pendidikan, beauty (skincare, makeup), kesehatan, DIY, gaya hidup, dan lainnya.

Tahu channel YouTube GadgetIn nggak? Channel ini fokus ke niche teknologi lebih spesifik ke review gadget terbaru. Kalau kamu buka channelnya, isinya tentang review HP, PC, laptop, dan gadget lainnya.

contoh channel youtube

Contoh channel YouTube dengan niche teknologi. (Sumber: youtube.com)

Menentukan niche konten, bikin kamu jadi lebih fokus pada suatu topik atau bidang dan bisa menjaring audiens yang relevan. Selain itu, kamu jadi bisa fokus belajar lebih dalam lagi dan membuat konten yang lebih berkualitas lagi untuk para penonton.

Ikuti kelas: Menjadi YouTuber dan Content Creator Bersama Gita Savitri

 

2. Atur tujuan yang ingin dicapai

Menjadi YouTuber, tentu ada tujuan yang ingin dicapai. Contohnya, mau punya banyak subscriber, punya banyak viewers, bisa monetisasi konten, dan lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, bisa dimulai dengan mengatur target yang realistis.

Misalnya, dalam waktu 1 tahun, subscriber channel YouTube kamu harus mencapai 5000 orang. Atau video YouTube kamu mencapai 1000 viewers dalam 2 minggu, dan target lainnya.

Dengan menyusun target yang terukur ini, kamu bisa jadi lebih semangat untuk bikin konten dan mempromosikannya, karena ada ‘sesuatu’ yang ingin dicapai. Kalau targetnya nggak kesampaian juga bisa jadi bahan evaluasi. Mungkin ada yang kurang dari strategi promosinya, kontennya, penyampaian pesannya, atau aspek lainnya.

 

3. Membuat perencanaan ide konten

Setelah tahu niche konten yang mau digarap, selanjutnya adalah membuat perencanaan ide konten apa saja yang akan dibuat.

Untuk membantu proses perencanaan konten, kamu bisa melakukannya dengan:

  • Mengenali target audiens
  1. Siapa yang akan menonton video ini?
  2. Berapa umurnya?
  3. Apa jenis pekerjaan mereka?
  4. Kenapa mereka menonton video ini?
  5. Jam berapa biasanya mereka menontonnya?

Dan pertanyaan lainnya yang bisa membantu kamu menentukan persona audiens. Dengan tahu persona audiens, bisa mempermudah proses penentuan konten, cara menyampaikan, konsep, strategi promosi, dan lainnya.

  • Lihat kompetitor

Kamu bisa melihat kompetitor dengan niche serupa untuk mencari ide lalu terapkan prinsip ATM alias Amati, Tiru, dan Modifikasi. Meniru di sini maksudnya bukan plagiat, ya. Tapi membuat konten yang topiknya mungkin sama, tapi sudut pandang yang beda, dengan kualitas yang lebih baik, dengan konsep yang beda, dan modifikasi lainnya yang membuat konten tersebut menjadi sesuatu yang baru.

  • Riset kata kunci

Mencari ide juga bisa dilakukan dengan riset kata kunci atau melihat topik yang lagi banyak dicari. Kamu bisa pakai beberapa tools buat riset kata kunci seperti Google Trend, Ubersuggest, Semrush, dan lainnya.

 

4. Membuat channel YouTube

Langkah selanjutnya untuk menjadi YouTuber adalah membuat channel YouTube. Cara membuat akun dan channel YouTube nggak susah, kok. Cara lengkapnya sudah pernah dibahas sebelumnya, kamu bisa lihat di sini.

Kamu bisa menggunakan nama channel yang unik kayak Nihongo Mantappu, atau nama pribadi juga boleh. Jangan lupa untuk melengkapi semua section yang perlu diisi di YouTube. Seperti, foto profil, gambar banner, deskripsi, info kontak, dan lainnya.

 

5. Menyiapkan alat-alat untuk membuat konten

Untuk bikin video YouTube, kamu pasti perlu beberapa alat. Nggak harus langsung berinvestasi di alat-alat yang mahal atau profesional banget di awal. Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan alat yang ada misalnya, kamera HP, menggunakan ring light untuk pencahayaan, dan microphone.

Selain itu, jangan lupa untuk mengatur tempat syutingnya. Pastikan tempatnya rapi biar penonton nggak salah fokus, cukup cahaya, dan nggak berisik biar nggak terlalu banyak noise di videonya.

Jangan lupa untuk menginstal dan mempelajari aplikasi edit video, seperti Adobe Premiere, Sony Vegas, dan lainnya.

 

6. Buat jadwal upload video ke YouTube

Jadwal upload konten ke YouTube bisa membantu kamu jadi lebih konsisten dan teratur dalam memproduksi konten. Ada timeline jelas untuk mulai produksi, editing, dan mengunggah video. Selain itu, audiens juga jadi tahu kapan mereka akan mendapatkan konten informatif, menghibur, atau edukatif baru dari kanal YouTube kamu.

Kalau kamu baru mulai dan semuanya masih dilakukan sendiri, nggak usah memaksakan untuk mengunggah video setiap hari. Itu bisa sangat melelahkan, karena mulai dari mencari ide, bikin skrip, take video, editing, sampai promosi semuanya dikerjakan sendiri.

Kamu bisa coba jadwal mingguan, misalnya setiap minggu mengunggah 1 atau 2 video ke YouTube. Biar lebih teratur, kamu bisa membuat jadwalnya secara manual, atau menggunakan tools seperti Trello atau Notion.

Baca juga: 5 Strategi Social Media Marketing bagi Pemula

 

7. Produksi konten & editing

Proses produksi ini bisa dibagi menjadi 3 tahap yaitu pra produksi, produksi, dan post produksi.

  • Tahap pra produksi yang terdiri dari: menentukan ide, membuat skrip, outline video, mempersiapkan alat-alat untuk take video seperti kamera (kamera HP atau kamera profesional), lighting, mengatur tempat, microphone, dan lainnya.
  • Tahap produksi: proses syuting atau pengambilan video. Pastikan sesuai dengan outline yang dibuat, improvisasi boleh, asal semua informasi yang harus disampaikan tidak terlewat.
  • Tahap post produksi: mengedit video dan quality control. Memastikan konten video sudah bagus untuk dibagikan mulai dari audio, background music, footage, filter, dan lainnya.

 

8. Mempromosikan video YouTube

Menjadi YouTuber, berarti kamu juga harus menjadi marketer dari kontenmu. Promosi konten bisa dilakukan lewat media sosial yang kamu punya seperti Instagram, Tiktok, grup WhatsApp, dan teman-teman terdekat.

cara jadi youtuber

Mempromosikan konten memang nggak gampang, butuh konsistensi dan terus belajar agar orang-orang tahu kalau video YouTube yang kamu buat oke banget untuk ditonton.

 

Baca juga: 6 Cara Mempromosikan Video YouTube, Efektif Tingkatkan Jumlah Penonton

 

9. Bangun engagement dengan audiens

Nggak beda jauh sama media sosial lainnya, engagement dengan audiens di YouTube juga perlu dijaga. Beberapa caranya seperti konsisten upload video, berinteraksi lewat kolom komentar, pertimbangkan untuk membuat video yang banyak direquest audiens, live streaming, premiere, dan lainnya.

 

10. Optimasi dengan SEO YouTube

SEO YouTube adalah proses optimasi video dan channel YouTube untuk meningkatkan peringkatnya. Dengan SEO, audiens bisa dengan mudah menemukan video atau channel YouTube kamu di mesin pencarian YouTube, Google, dan mesin pencarian lainnya.

Dilansir dari brightedge.com, berikut beberapa tips optimasi SEO YouTube:

  • Optimalkan meta deskripsi dan deskripsi video
  • Tambahkan CTA untuk mempromosikan video YouTube kamu yang lainnya
  • Riset keyword untuk menentukan ide konten yang sedang banyak dicari audiens
  • Masukkan kata kunci di beberapa bagian seperti: judul, thumbnail, deskripsi, transkip, link, CTA, dan tag.

 

11. Analisis dan evaluasi

Setelah semua tahapan sudah kamu lewati dan video pertama berhasil diunggah, coba lakukan pengamatan dari video pertama tersebut.

Perhatikan bagaimana orang-orang merespons video kamu, cek komentar, ada feedback untuk diperbaiki atau tidak. Lihat apakah target views, like, dan peningkatan jumlah subscriber sudah tercapai atau belum. Setelah itu, coba amati kira-kira apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Mungkin dari sisi editingnya, penyampaian kontennya, atau promosinya.

Langkah pertama tentu jarang sempurna, karena itu perlu adanya proses belajar dan evaluasi. Kalau ada satu atau dua komentar jahat yang menjatuhkan, nggak apa-apa, jangan sampai mematahkan semangat kamu. Jadikan itu sebagai motivasi untuk membuat konten yang semakin baik lagi kedepannya. Semangat, ya!

---

Itu dia 11 cara menjadi YouTuber untuk pemula yang bisa kamu coba. Semoga membantu dan bermanfaat, ya! Untuk belajar lebih dalam lagi menjadi seorang Content Creator profesional, kamu bisa banget kepoin kelas-kelas yang ada di Skill Academy. Kamu bisa belajar cara membuat konten video, storytelling, podcast, dan masih banyak lagi. Yuk, belajar jadi Content Creator masa kini bersama Skill Academy!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

 

Referensi: 

Manners, Jodie. 2021. ‘How to Become a YouTuber and Get Paid: 10 Steps to Success’ [daring]. Tautan: https://blog.hootsuite.com/how-to-become-a-YouTuber/ 

Geyser, Werner. 2021. ‘How to Become a YouTuber - The Ultimate Checklist’ [daring]. Tautan: https://influencermarketinghub.com/how-to-become-a-YouTuber/ 

Bright Edge. ‘YouTube SEO Tips” Rank for Video Content in 2021’ [daring]. Tautan: https://www.brightedge.com/glossary/youtube-seo-and-search-trends 

Kemp, Simon. 2021. ‘Digital 2021: Indonesia’ [daring]. Tautan: https://datareportal.com/reports/digital-2021-indonesia 

(Diakses 14-16 Desember 2021)

Profile

Devi Lianovanda

Content Writer at Ruangguru. Terima kasih sudah baca sampai sini!

Beri Komentar