Wajib Tahu! 5 Cara Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan

cara memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan

Artikel ini membahas mengenai cara memenuhi dan memahami kebutuhan pelanggan.

Kamu pastinya sudah sering menemui bahwa salah satu tips pemasaran ataupun bisnis adalah dengan memahami pelanggan. Biasanya hal ini juga berkaitan dengan cara kamu mengenal dan mengetahui kebutuhan mereka. Tapi sebenarnya kenapa sih hal ini penting untuk dilakukan? Lalu bagaimana caranya? Bagi kamu yang ingin menambah pengetahuan di bidang marketing, berikut beberapa cara memahami keinginan pelanggan.

  1. Riset untuk mendapatkan pandangan 360 derajat
  2. Kurangi asumsi dan mulai menggunakan data
  3. Buat buyer’s persona (persona pembeli)
  4. Carilah umpan balik dari pelanggan
  5. Analisis pesaing

Pentingnya memahami pelanggan

Bukan menjadi hal yang asing, bahwa pelanggan merupakan aspek penting dalam bisnis. Dengan mengenali mereka, bisa membuatmu mendapatkan lebih banyak prospek dan lebih banyak keuntungan. Tapi hubungannya apa?

Sederhananya, kamu dapat menarik perhatian pelanggan dengan memahami apa yang mereka mau dan butuhkan. Dari hal tersebut, kamu bisa menerapkannya pada strategi marketing dan juga produk. Dikutip dari Marketing Craft, berikut adalah beberapa manfaat memahami pelanggan.

  1. Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pelangganmu
  2. Bisa dengan mudah mengidentifikasi dan menindaklanjuti masalah yang terjadi pada layananmu
  3. Kamu bisa memberikan layanan dan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan
  4. Dapat menemukan inovasi dan peluang baru

Namun di samping itu, memahami pelanggan tidak mudah. Selain disebabkan perubahan yang bisa terjadi kapanpun, proses memahami pelanggan ini tidak bisa dilakukan sekali saja. Karena hal ini berkaitan dengan proses bisnis jangka panjang.

Cara memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan

1. Riset untuk mendapatkan pandangan 360 derajat

Riset ini lebih bertujuan untuk mendapatkan sumber data dari berbagai bentuk. Data ini dapat mencakup berbagai informasi pelanggan, seperti informasi kontak pelanggan, riwayat pembelian mereka, dan informasi tentang interaksi yang mereka lakukan dengan kontak bisnis dalam perjalanan transaksi mereka. 

Jika disederhanakan, maka pandangan 360 derajat (360 customer view) adalah gambaran tunggal dari ujung ke ujung tentang pengalaman dan perjalanan pelanggan dengan sebuah bisnis. Kalau kamu menggunakan channel marketing seperti website dan marketplace, maka kamu bisa mengidentifikasi keinginan pelanggan berdasarkan kedua channel tersebut.

Dikutip dari forbes.com salah satu data yang bisa kamu fokuskan untuk diidentifikasi adalah data transaksi. Melalui data tersebut kamu bisa mengetahui apa yang orang beli, berapa banyak mereka membayar untuk itu, dan memungkinkanmu untuk memahami tren konsumen.

Selain itu, data transaksi juga dapat membantumu untuk memahami demografis dari pelanggan. Untuk mendapatkan data ini, kamu mungkin bisa meminta mereka mengisi beberapa data diri saat mereka melakukan pembelian atas produkmu.

2. Kurangi asumsi dan mulai menggunakan data

Masih terkait dengan 360 customer view, kamu dapat mengurangi ketergantungan akan asumsi pribadi terkait aktivitas pelanggan. Memang bukan hal yang mudah, tapi yang kamu perlu untuk mendengarkan pelanggan dan bukan berpegang teguh dengan pendapat pribadimu. Kemudian pendapat pelanggan tersebut bisa kamu analisis menggunakan data dan hipotesis-hipotesis yang berhubungan.

Dalam memaksimalkan proses ini, kamu bisa mulai menggunakan data-data yang berasal dari pelangganmu.  Dengan data-data tersebut kamu bisa menganalisis loyalitas atau pelacakan perilaku pelangganmu.

data-pelanggan

(Sumber: Pexels.com – Lukas)

Misalnya, kamu memiliki data terkait jenis produk yang paling banyak dibeli dan komentar terkait produk tersebut. Berdasarkan data itu, kamu bisa menganalisis seberapa banyak yang membeli, siapa yang membeli, rata-rata usia, dan juga komentar tentang apa yang paling banyak terkait produk tersebut.

Dari data inilah kamu bisa menganalisisnya dan mendapatkan gambaran terkait produk tersebut. Apakah banyak respon positif atau malah negatif seperti keluhan. Sehingga kamu bisa menentukan langkah kedepannya untuk produk atau layanan dari bisnismu.

Baca juga: Pentingnya Riset Produk bagi Bisnis dan Cara Melakukannya

3. Buat buyer’s persona (persona pembeli)

Nah, yang satu ini sepertinya bukan hal yang asing lagi bagimu. Yap, yaitu membuat buyer persona. Buyer persona adalah sosok buatan yang menggambarkan calon pelanggan yang ideal bagi bisnismu. Dalam membuat buyer persona ini kamu perlu seolah-olah mereka tersebut nyata. Agar penggambaran buyer persona mu menjadi akurat, kamu perlu menentukan beberapa faktor berikut.

buyer-persona

(Sumber: Pexels.com – Porapak Apichodilok)

  • Demografi: Gender, usia, profesi, pemasukan, dan lokasi
  • Personality: Introvert/ekstrovert, hobi, dan gaya hidup
  • Goals: Tujuan dan motivasi
  • Fears: ketakutan dalam hidup
  • Problem: Masalah yang biasa mereka alami

Adapun manfaat buyer persona ini adalah membantumu menyesuaikan dan memfokuskan produkmu, sehingga secara strategis dapat menargetkan konsumen yang mungkin tertarik dengan produk tersebut. Dengan kata lain, memiliki buyer persona membuatmu mengetahui siapa yang akan ditargetkan sebagai pelanggan. Hal ini juga membantumu dalam menentukan strategi promosi kedepannya.

4. Carilah umpan balik dari pelanggan

Cara selanjutnya untuk  memahami kebutuhan pelanggan adalah dengan mendapatkan umpan balik dari mereka secara langsung. Kamu bisa mencari tahu atau bertanya kepada mereka apa yang mereka sukai dari produkmu, apa yang tidak mereka sukai, dan apa yang ingin mereka ubah.

Ada beberapa cara untuk melakukan ini, seperti mengirimkan survei, focus group discussion, dan melacak respon di media sosial. Namun di samping itu, jangan jangan lupa untuk mengajukan berbagai pertanyaan. Cobalah untuk belajar lebih banyak tentang kebutuhan fisik dan psikologis mereka.

Dilansir dari Indeed.com, saat mengumpulkan umpan balik ini, rangkum semua hasil dan berikan perubahan yang mungkin dapat diterapkan. Kemudian kamu dapat kembali ke pelanggan dan melihat apakah perubahan tersebut meningkatkan pengalaman mereka.

Salah satu cara yang bisa kamu coba adalah memanfaatkan media sosial. Kamu bisa membuat konten yang bersifat menanyakan secara langsung tanggapan mereka terhadap produk atau layananmu. Dengan memanfaatkan engagement tersebut kamu juga bisa menganalisis kemauan mereka atas bisnismu.

5. Analisis pesaing

Dari sekian cara yang sebelumnya telah dibahas, sebagai pebisnis ataupun marketer, kamu perlu juga menganalisis pesaing. Adapun hal ini terkait dengan penawaran yang mereka lakukan. Misalnya saja, ketika kompetitor menawarkan sesuatu yang baru berupa fitur ataupun layanan spesial, maka tidak menutup kemungkinan bahwa pelangganmu juga mengharapkan hal yang sama.

Contohnya, kamu memiliki usaha pakaian dan kompetitormu menawarkan layanan membership yang memungkinkan pelanggan yang terdaftar untuk mendapatkan diskon lebih besar dan mendapatkan bonus barang jika pakaian yang dibeli mengalami kerusakan. Nah, untuk mengetahui ini kamu bisa mengadakan FGD ataupun meminta tanggapan mereka melalui email marketing ataupun konten di media sosial.

Baca juga: Mengenal Apa itu Riset Pasar: Jenis, Metode, dan Langkah Melakukannya

Itulah beberapa cara memahami pelanggan yang bisa kamu coba. Selain itu, jika kamu tertarik dalam dunia marketing khususnya terhadap pasar dan pemahaman pelanggan, kamu bisa lho mengikuti kelasnya dengan mengklik banner di bawah ini. Karena Skill Academy selalu menyediakan kelas dengan materi yang mendalam dan juga spesifik. Jadi tunggu apa lagi? Ayo upgrade skill-mu.

[IDN] CTA Blog - Kelas Riset Pasar - Skill Academy

Referensi

Indeed.com. (2021). How To Understand Customer Needs in 4 Steps. https://www.indeed.com/career-advice/career-development/understand-the-customer-needs [Daring] (Diakses 23 September 2022)

Khorrami, Najma. (2022). Use These Tips to Understand Your Customer. https://www.entrepreneur.com/growing-a-business/how-to-understand-customer-needs/429343 [Daring] (Diakses 23 September 2022)

Marr, Bernard. (2022). How To Understand Your Customers And Their Needs With The Right Data. https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2022/02/03/how-to-understand-your-customers-and-their-needs-with-the-right-data/?sh=2d03243e2f68 [Daring] (Diakses 23 September 2022)

Schmidt, Sarah. (2018). 6 Tips for Understanding Your Customer and Your Business Competition. https://blog.marketresearch.com/6-tips-for-understanding-your-customer-and-your-business-competition [Daring] (Diakses 23 September 2022)

Gulman Azkiya