8 Cara Memulai Usaha Toko Kelontong Sederhana untuk Pemula!

Devi Lianovanda Sep 8, 2022 • 8 min read


toko kelontong adalah

Mau mulai bisnis toko kelontong sendiri? Yuk, ikuti 7 tips berikut ini!

Toko kelontong merupakan salah satu bisnis yang bisa kamu lakukan dari rumah. Jika kamu adalah ibu rumah tangga atau saat ini bekerja dari rumah (WFH), maka bisnis ini bisa jadi salah satu pilihan yang tepat. Apa itu toko kelontong? Sederhananya, toko kelontong adalah toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Misalnya, kebutuhan pokok, alat mandi, atau perabotan rumah tangga lainnya.

Toko kelontong sudah ada sejak dulu, pedagang toko kelontong diperkirakan sudah ada sejak abad ke 19. Toko ini menjual berbagai keperluan rumah tangga, misalnya sabun mandi, beras, bumbu dapur, dan lainya. Saat itu, barang-barang ini dijual oleh para pedagang Tionghoa dengan berkeliling membawa kelontongan. Hal ini tentu sangat memudahkan masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu, akhirnya banyak pedagang yang memilih untuk membuka tempat usaha di lokasi strategis dan berjualan secara menetap. 

Meskipun saat ini sudah banyak minimarket dan toko modern, tapi toko kelontong tetap bisa bertahan. Hal ini karena toko kelontong memiliki target marketnya sendiri. Jika kamu tertarik untuk memulai bisnis ini, berikut beberapa caranya:

  1. Tentukan lokasi yang tepat
  2. Kenali target pasar
  3. Lakukan analisis kompetitor
  4. Hitung modal usaha yang diperlukan
  5. Temukan distributor terpercaya
  6. Atur toko dengan rapi
  7. Berikan pelayanan yang ramah
  8. Kelola keuangan dengan bijak

Cara memulai bisnis toko kelontong sendiri

1. Tentukan lokasi yang tepat

Jika ingin memulai bisnis toko kelontong, maka kamu perlu menentukan lokasi yang tepat dan strategis. Memilih lokasi yang tepat dapat memengaruhi kesuksesan bisnis toko nantinya. Kalau kita perhatikan, kebanyakan toko kelontong dibuka di depan rumah. Umumnya, pemilik toko akan membangun ruko atau toko kecil untuk toko kelontong di depan rumah. Jika rumahmu terletak di lokasi yang strategis, maka kamu juga bisa membuka toko kelontong di bagian depan rumah. Namun jika tidak, maka kamu perlu mencari lokasi yang strategis dan memungkinkan banyak orang datang untuk mencari barang kebutuhan sehari-hari. 

Misalnya, kamu ingin membuka toko kelontong di area kampus. Maka kamu bisa mencari lokasi yang disekitarnya terdapat banyak kost mahasiswa. Mereka pasti akan sering mencari kebutuhan sehari-hari di toko kelontong terdekat. Misalnya, membeli galon isi ulang, air mineral, camilan, gas elpiji, atau alat mandi. Selain itu, pastikan toko kamu tidak berdekatan dengan toko kelontong lainnya untuk menekan persaingan.

2. Kenali target pasar

Setelah mencari dan menentukan lokasi yang strategis untuk toko, selanjutnya adalah mengenali target pasar. Meski termasuk bisnis rumahan, kamu tetap perlu mengenali target pasar. Hal ini bertujuan untuk mengetahui produk apa saja yang mereka butuhkan sehingga kamu bisa menjual barang yang tepat. Hal ini membantu perputaran bisnis menjadi lebih lancar.

Jika kamu membuka toko kelontong di area perumahan yang mayoritas berisi keluarga, maka kamu bisa menjual jajanan anak-anak, alat mandi, perabot rumah tangga, beras, galon isi ulang, bumbu-bumbu instan, dan lainnya.

apa itu toko kelontong

(Sumber: freepik.com)

Kamu tidak perlu melakukan riset mendalam untuk mengenali target pasar. Cukup dengan mengetahui siapa orang-orang yang ada disekitar toko kelontong, dan barang-barang apa yang kira-kira dibutuhkan oleh mereka. Kamu juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan diri sendiri. Misalnya, kamu adalah seorang ibu rumah tangga, tentu kamu tahu barang-barang apa saja yang akan dibutuhkan ibu rumah tangga lainnya.

3. Analisa kompetitor

Selain mengenali target market, kamu juga perlu melakukan analisa kompetitor. Kamu bisa melakukannya dengan datang berbelanja ke toko tersebut lalu memperhatikan bagaimana toko tersebut menata barang, pencahayaan, peletakan label harga, pelayanan, dan atribut lainnya. 

Misalnya, toko tersebut memasang spanduk atau banner di depan toko sebagai identitas sekaligus untuk menarik pelanggan, maka kamu juga bisa memasang spanduk di toko kelontong nantinya.

Selain itu, dengan melakukan analisa kompetitor, kamu dapat mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari kompetitor sehingga dapat mengambil peluang dari kekurangan toko pesaing. 

---Jika kamu tertarik memulai bisnis toko kelontong tapi bingung mau mulai dari mana, yuk ikuti kelas berikut! Di kelas ini kamu akan belajar merancang bisnis UMKM dari awal bersama ahlinya!---

kelas-bisnis-umkm

4. Hitung modal usaha yang diperlukan

Modal usaha merupakan hal penting ketika akan memulai bisnis. Bisnis yang kamu jalankan tentu harus mengikuti besaran modal yang kamu miliki. Jika kamu masih bingung bagaimana cara menghitung modal usaha, tenang, sebelumnya Skill Academy sudah pernah membahasnya dengan lengkap. Kamu bisa baca 3 Cara Mudah Menghitung Modal Usaha berikut ini untuk cari tahu lebih banyak!

Baca juga: 8 Cara Mudah Mendapatkan Modal Usaha bagi Pemula

 

5. Temukan distributor terpercaya

Selanjutnya, untuk mengisi toko kelontong, kamu tentu butuh distributor yang terpercaya. Saat ini sudah banyak pilihan distributor, bahkan ada juga yang online. Untuk memilih distributor yang tepat, kamu perlu menyiapkan beberapa list distributor lalu membandingkan semuanya untuk mendapatkan satu dengan harga yang paling sesuai, proses pengiriman lancar, barang-barangnya lengkap, mudah diajak berkomunikasi, dan lainnya.

distributor toko kelontong

(Sumber: freepik.com)

Kamu juga bisa meminta rekomendasi dari rekan, saudara, atau orang yang mungkin mengetahui distributor barang kebutuhan sehari-hari yang lengkap dan terpercaya.

6. Atur toko dengan rapi

Setelah semuanya siap, selanjutnya adalah menata peletakan barang di toko dengan rapi. Kamu bisa meletakkan barang yang paling banyak dicari di bagian depan toko. Misalnya, galon isi ulang, minuman kemasan, dan snack. Selain itu, pastikan toko tetap bersih dan barang-barangnya tidak terkena debu, ya. Produk yang berdebu membuat pelanggan berpikir bahwa barang yang kamu jual mungkin sudah lama atau bahkan kadaluarsa.

penataan toko kelontong

(Sumber: Pexels.com)

Selanjutnya, pastikan juga toko mendapat pencahayaan yang cukup. Jika tokomu gelap, maka pembeli akan kesulitan menemukan barang yang mereka cari. Sebaliknya, jika toko rapi dan terang, maka pelanggan bisa melihat semua barang yang dijual dan menemukan produk yang mereka cari dengan cepat.

7. Berikan pelayanan yang ramah

Untuk melancarkan bisnis toko kelontong, kamu juga perlu memberikan pelayanan yang ramah kepada semua pelanggan yang datang. Pelayanan yang ramah bisa membuat pelanggan senang dan ketika mereka perlu membeli sesuatu, mereka akan kembali lagi ke tokomu.

Hal ini bisa kamu tanyakan kepada diri sendiri, apabila petugas toko jutek atau tidak ramah, apakah kamu mau kembali membeli produk di toko tersebut? Rasanya lebih baik mencari toko lain yang menjual produk serupa dan memberikan pelayanan ramah. Bersikap ramah kepada pelanggan juga bisa dengan hal-hal kecil, misalnya memberikan senyum, menyapa, bersikap sopan, mengucapkan terima kasih saat transaksi selesai, dan lainnya.

8. Kelola keuangan dengan baik

Kamu perlu memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis toko kelontong agar tidak tercampur. Hal ini dilakukan agar kamu dapat mengelola hasil penjualan dengan lebih baik. Jika tercampur, mungkin kamu menggunakan uang hasil jualan untuk kebutuhan pribadi.

Kamu bisa membuat dua rekening berbeda untuk menyimpan uang pribadi dan uang hasil jualan. Kamu juga bisa menerima pembayaran digital seperti e-money atau QRIS. Apalagi bila target market kamu adalah anak-anak muda yang saat ini sudah cashless. Selain itu, dengan pembayaran digital, uang juga akan masuk ke dompet digital yang mana tidak tercampur dengan keuangan pribadi.

Itulah 8 cara memulai bisnis toko kelontong. Semoga bermanfaat dan membantu kamu, ya! Kamu bisa belajar berbagai hal terkait bisnis di Skill Academy. Mulai dari menyusun perencanaan bisnis, mengelola keuangan, hingga riset untuk pengembangan produk yang sesuai tren dan kebutuhan pasar. Semuanya ada! Selain itu, kamu juga akan belajar bersama praktisi andal dengan segudang pengalaman. Klik banner di bawah ini untuk beli kelasnya!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi:

Flanagan, Michael. 2019. ‘How to Start Up a Mini Grocery Store’ [daring]. Tautan: https://smallbusiness.chron.com/start-up-minigrocery-store-11889.html

Ray, Sudesha. 2022. ‘How to Start a Convenience Store’ [daring]. Tautan: https://upmetrics.co/blog/starting-a-convenience-store (Diakses 5 September 2022)

Agustin, Kendita. 2019. ‘Asal Muasal Hadirnya Nama Toko Kelontong’ [daring]. Tautan: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/07/10/asal-muasal-hadirnya-nama-toko-kelontong (Diakses 6 September 2022)

Sumber foto:

Foto sekumpulan mahasiswa sedang berjalan, by drobotdean. Tautan: https://www.freepik.com/free-photo/multiethnic-group-young-cheerful-students-walking_7570746.htm#query=student&position=37&from_view=search 

Foto orang menarik barang, by freepik. Tautan: https://www.freepik.com/free-photo/full-shot-man-carrying-packs_13757317.htm#query=distributor&position=21&from_view=search 

Foto barang-barang di toko, by Rene Amussen. Tautan: https://www.pexels.com/photo/household-items-on-brown-wooden-shelf-3167310/ 

Profile

Devi Lianovanda

Content Writer at Ruangguru. Terima kasih sudah baca sampai sini!

Beri Komentar