Apa itu Reksadana? Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Resiko

Gulman Azkiya Jan 26, 2021 • 7 min read


pengertian-reksa-dana

Apa kalian berniat berinvestasi seperti saham atau lainya? Tetapi tidak memiliki pengetahuan yang lebih. Salah satunya opsinya adalah mencoba berinvestasi di reksadana. Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu terakhir reksadana cukup populer di kalangan investor pemula. Namun, apa itu reksadana? Pada artikel ini kita akan membahas mengenai fakta reksadana, mulai dari penjelasan, jenis-jenisnya, keuntungan, hingga dengan risiko.

Apa itu reksadana?

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Manajer investasi secara ringkasanya adalah pihak yang mengelola investasi reksadana yang sudah disepakati dan bertanggungjawab atas kinerja reksadana. 

Dikutip dari idx.co.id, reksadana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Selain itu, reksadana memiliki beberapa jenis.

Jenis reksadana

jenis-reksa-dana

(Sumber: Unsplash.com)

1.Reksadana pasar uang (Money Market Funds)

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

Pada jenis ini alokasi dananya mencapai 100% yang berupa instrumen pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau Obligasi.

Jenis ini memiki keunggulan yaitu memliki hasil yang stabil sehingga cocok pada investasi di bawah 1 tahun. Selain itu, tidak ada biaya untuk pembelian ataupun penjulan dan juga memiliki risiko paling kecil.

Jenis reksadana ini paling cocok untuk kamu yang baru memulai investasi dan menjadi investor pemula. Namun, pada jenis ini perlu diperhatikan bahwa tujuan keuangannya adalah jangka pendek, yaitu 1—2 tahun.

2. Reksadana pendapatan tetap (Fixed Income Funds)

Reksadana Pendapatan Tetap adalah jenis reksadana yang melakukan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat utang.

Pada jenis ini bentuk investasi biasanya berbentuk obligasi atau surat utang. Obligasi tersebut dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan. Selain itu, bentuk investasi lainya yaitu surat berharga yang mana bersifat invetasi jangka menengah atau jangka panjang. 

Reksadana pendapatan tetap biasanya membutuhkan waktu investasi sekitar 1 sampai 3 tahun untuk menghasilkan return (tingkat pengembalian).

Pada jenis rekasadana ini, investor mendapatkan bunga dari penerbit surat utang atau instrumen investasi lainnya. Sehingga dalam upaya mengoptimalkan keuntungan, bunga yang diterima dari instrumen investasi tersebut akan diinvestasikan kembali oleh manajer investasi.

Reksadana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari reksadana Pasar Uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil

3. Reksadana saham (Equity Funds)

Reksadana Saham adalah jenis reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Pada jenis ini 80% dari dana investor akan diinvestasikan ke saham dengan sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang atau obligasi.

Reksadana saham biasanya diperuntukkan untuk bentuk invsetasi jangka panjang yang memiliki jangka waktu dari 5 hingga 10 tahun. 

Bentuk invsetasi yang lebih kepada saham, maka risiko pada reksadana ini tergolong tinggi, tetapi menghasilkan tingkat keuntungan yang tinggi (high risk high return).

4.Reksadana campuran (Discretionary Funds)

Reksadana Campuran adalah jenis reksadana yang menginvestasikan dana investor ke berbagai bentuk investasi (Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat Utang) atau dalam bentuk instrumen saham, obligasi, dan pasar uang.

Pada jenis reksadana ini, alokasi dana maksimal 79% untuk masing-masing instrumen. 

Reksadana campuran juga direkomendasikan dalam bentuk investasi jangka menengah yaitu 3 sampai 5 tahun. Sedangkan untuk risiko, jenis reksadana ini memiliki risiko lebih rendah dari reksadana saham, namun memberikan keuntungan (return) yang lebih tinggi dibandingkan jenis reksadana pendapatan tetap. 

Keuntungan investasi reksadana

keuntungan-reksa-dana

(Sumber: Pexels.com)

Adapun keuntungan paling utama dari investasi reksadana adalah dapat melakukan investasi dengan modal yang kecil dan risiko yang ditanggung tidak begitu besar. Sedangkan dikutip dari idx.co.id, ada beberapa keuntungan dari investasi reksadana yaitu sebagi berikut.

1.Bisa memiliki saham dengan jumlah dana yang kecil 

Investasi reksadana memiliki berbagai peluang keuntungan seperti, pemodal yang tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek.

Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi yang mana ebagai syarat untuk memiliki portoflio obligasi adalah memiliki dana yang besar. 

Namun, dengan reksadana maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.

2. Tidak memerlukan pengetahuan yang dalam

Melalui reksadana, pada pemodal dimudahkan untuk dapat malakukan investasi di pasar modal. Selain itu, melalui manajer investasi juga membantu menentukan saham-saham yang memliki nilai baik untuk dibeli. Hal ini dilakukan karena tidak semua pemodal memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup untuk masuk ke pasar modal. 

3. Efisiensi waktu

Berinvestasi dengan reksadana tentu saja dapat menghemat waktu kamu. Selain lebih efisien, dana investasi kamu dikelola oleh manajer investasi profesional. Kamu tidak perlu menyisihkan waktu untuk memantau perkembangan investasi mu.

Risiko invertasi reksadana

1. Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan

Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksadana tersebut.

2. Risiko Likuiditas

Manajer Investasi akan kesulitan ketika para pemegang unit yang mayoritas, melakukan penjualan kembali (redemption) unit-unit yang mereka pegang. Adapun kesulitan tersebut karena Manajer Investasi harus menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.

3. Risiko Wanprestasi

Dikutip dari mandiri-investasi.co.id, risiko wanprestasi atau risikio cidera janji adalah risiko yang timbul karena para pihak yang terlibat dalam suatu transaksi reksadana tidak dapat memenuhi kewajiban yang disebutkan di dalam kontrak kepada pihak lain yang terkait, sehingga berpotensi menyebabkan hilangnya nilai investasi. 

Adapun pihak yang dapat terlibat pada risiko ini adalah reksadana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam. Selain itu, risiko ini juga dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) reksadana.

 

Bagaimana guys? Apakah kamu tertarik berinfestasi reksadana? Itu lah penjelasan mengenai apa itu reksadana mulai dari penjelasan, jenis, keuntungan, dan resiko. Selain itu, kamu juga bisa belajar untuk dasar-dasar investasi reksadana di skill academy. Bagi kamu yang tertarik, kamu juga bisa klik banner di bawah ini. 

 

   #MUDAHUPGRADESKILL DI SKILL ACADEMY!

Beri Komentar