7 Cara Mudah Membangun Brand Bagi Kamu yang Baru Memulai Bisnis

Cara-membangun-brand-bagi-pemula

Artikel ini membahas mengenai cara membangun brand bagi yang baru memulai bisnis.

Hal apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata brand? Apakah logo makanan? Atau merek mie instan seperti Indomie? Yap, semuanya benar. Tapi tahukah kamu? Ternyata brand bukan hanya sekedar merek, melainkan hal yang penting dalam sebuah bisnis. Brand dapat mempengaruhi bagaimana orang melihat bisnis yang kamu jalani. Apakah terpercaya atau tidak? Tetapi, apa itu brand? Kenapa penting untuk membangunnya bagi bisnis? Bagi kamu yang penasaran, berikut jawabannya.

Apa itu brand?

Sederhananya brand adalah bagian dari bisnis yang membuat orang dapat dengan mudah mengenali identitas dari sebuah perusahaan atau produk. Bahkan brand besar dapat dikenali hanya dengan melihat warna logo, mendengar jingle iklan, dan juga slogan.  Misalnya, ketika kita membahas produk makanan, brand apa yang kamu bayangkan ketika melihat warna merah?

Apakah KFC, McDonald’s, atau Coca-Cola?

Jika kamu membayangkan brand di atas? Berarti perusahaan dari brand tersebut telah berhasil membangun brand sehingga kamu dengan mudah mengingat brand mereka hanya dengan warna.

Lalu bagaimana dengan bisnis kecil atau yang baru saja didirikan? Apakah brand juga penting? Jawabannya “penting”. Dikutip dari deluxe.com, brand lebih dari sekadar logo yang mudah diingat, membangun brand dapat meningkatkan nilai bisnis dan membuat kamu mudah untuk mendapatkan pelanggan. Selain itu,  dilansir dari forbes, brand yang ditampilkan secara konsisten pada semua platform (situs web, media sosial, toko online) dapat meningkatkan pendapatan hingga 23%.  Oleh karena itu, bagi kamu yang baru memulai bisnis, berikut adalah beberapa cara untuk membangun brand.

1. Riset dan tentukan tujuan bisnismu

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan ketika ingin membangun brand bisnismu yaitu riset, riset, dan riset. Kenapa riset ini penting? Terlepas dari segala urusan finansial seperti modal awal, kamu perlu mencari tahu bagaimana bentuk dasar dan tujuan utama dari bisnismu. Hal ini terkadang memang terlihat rumit. Karena mengharuskan kamu untuk memikirkan apa yang belum dilakukan. Namun jangan bingung dulu, kamu dapat melakukan riset berdasarkan pertanyaan berikut agar menjadi lebih mudah.

  • Bisnis seperti apa yang ingin kamu jalankan kedepannya?
  • Apakah kamu nyaman dengan bentuk bisnis yang ingin dijalani?
  • Produk apa yang ingin dijual?
  • Apakah produk yang ingin dijual memiliki kemungkinan disukai pelanggan?
  • Apakah sudah banyak kompetitor?
  • Seperti apa calon pelanggan yang kamu targetkan?

2. Tentukan calon pelanggan

Setelah melakukan riset dan menentukan tujuan bisnismu, maka selanjutnya kita akan membahas mengenai pentingnya menentukan calon pelanggan dari bisnismu. Mengidentifikasi siapa audience atau calon pelanggan, dapat membuat kamu dengan mudah mengembangkan strategi untuk memasarkan produk nantinya.

Bagi kamu yang masih bingung dalam menentukan calon pelanggan, kamu dapat menjawab pertanyaan berikut.

  • Siapa orang yang akan membeli layanan atau produk saya (usia dan gender)?
  • Mengapa mereka membutuhkannya?
  • Apa yang mereka sukai (hobi)?

Di samping itu, dengan menentukan calon pelanggan, dapat memudahkan kamu untuk menyesuaikan bentuk brand yang ingin kamu bangun. Misalnya, kamu menargetkan pelanggan yang suka travelling atau hiking, maka nantinya kamu bisa membangun brand bisnis yang erat kaitannya dengan alam seperti warna hijau, pohon/gunung, dan lainnya. Semua unsur tersebut dapat kamu terapkan di situs web, media sosial, dan logo dari brand-mu.

Ikuti kelas: Merancang Memasarkan Brand dan Logo untuk Manajer Pemasaran

3. Jadilah yang paling unik

Mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi itulah kenyataannya. Terkadang dengan memberikan sesuatu yang berbeda malah dapat menarik perhatian pelanggan. Produk atau layanan yang kamu tawarkan harus cukup unik untuk memancing keheranan dan keingintahuan. Kamu dapat membuat brand dengan identitas yang tidak biasa.

Misalnya, membuat produk makanan berbentuk gorengan dengan bahan-bahan organik dan higienis. Kamu pasti tahu bahwa gorengan bukan makanan yang sehat, namun dengan menggunakan bahan-bahan yang alami tanpa penyedap atau unsur kimia dapat menjadi sesuatu hal yang baru. Namun, yang terpenting kamu harus secara konsisten melakukan promosi hingga brand-mu dapat dikenali oleh konsumen.

4. Tentukan nama brand

Sebagai pemilik usaha, menentukan nama dari bisnismu merupakan hal yang penting. Ini akan memengaruhi bentuk logo, tampilan produk, cara pemasaran, dan pendaftaran merek dagang. Kamu pasti menginginkan nama toko yang sulit untuk ditiru dan bahkan menjadi ikon dari produk yang kamu jual. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu gunakan untuk menentukan nama dari brand kamu.

  • Buat kata baru , contohnya Pepsi
  • Membingkai ulang kata yang tidak terkait , seperti Apple untuk komputer.
  • Gunakan kata sugestif, Kopiko
  • Buat akronim dari nama yang lebih panjang , seperti CFC (California Fried Chicken)
  • Gabungkan dua kata: Gojek (Go+Ojek) atau Bukalapak (Buka+Lapak)

5. Tentukan slogan

Kamu pasti tahu dengan slogan ini,

“Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro”

Atau

“Orang Pintar Minum Tolak Angin”

Walaupun terdengar biasa saja, namun slogan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun sebuah brand. Slogan dapat menguatkan identitas dari bisnis yang kamu jalankan. Selain itu, slogan juga bisa menjadi alat deskripsi dari brand itu sendiri. Sehingga dapat menarik perhatian dari konsumen.

Contohnya saja kata “Apapun Makanannya” pada slogan Teh Botol Sosro. Secara tidak langsung slogan tersebut menjelaskan bahwa apapun makanan yang kamu makan, pilihan terbaik untuk minumannya adalah Teh Botol Sosro.

Dalam menentukan slogan, kamu tidak usah terlalu pusing. Jangan membuat slogan yang terlalu memaksa. Seperti menambahkan kata-kata ajakan untuk membeli produkmu. Misalnya “Ayo beli/Hanya Produk Ini yang cocok”.

Kamu bisa membuatnya lebih menarik dengan menambahkan kata-kata yang bersifat personal. Misalnya, “Temukan ketenangan harimu dengan kopi A”. Selain, kesesuain produk, kata-kata “temukan ketenangan” tersebut dapat menunjukkan hubungan baik antara brand-mu dengan pelanggan.

6. Desain logo brand

Dikutip dari canva.com, sebuah logo dari brand umumnya terdiri dari sejumlah isyarat visual, seperti bentuk, simbol, angka, dan kata-kata. Dengan memiliki logo, kamu dapat membuat orang dengan mudah untuk mengenali bahkan mengingat brand dari bisnismu.

Apakah kamu pernah membatalkan untuk membeli suatu produk, karena melihat logo dari tokonya kurang meyakinkan atau terkesan asal-asalan? Nah, itu merupakan salah satu dampak dari pemilihan logo yang buruk dalam upaya membangun brand. Oleh karena itu, logo dalam sebuah brand merupakan hal yang penting. Berikut adalah cara yang dapat kamu terapkan dalam membuat desain logo yang sesuai dengan brand yang kamu inginkan.

a. Memilih warna

Mengetahui arti warna akan sangat membantu kamu untuk dapat membuat identitas dari bisnis. Misalnya, jika kamu memilih warna putih dan hitam untuk brand bisnis makanan, biasanya akan terlihat kurang menarik dari tampilan visual. Untuk memudahkan dalam memilih warna, kamu dapat melihat gambar di bawah sebagai contoh.

warna-pada-logo

(Sumber: thelogocompany.net)

  • Kuning, melambangkan percaya diri dan kehangatan.
  • Jingga, melambangkan friendly dan kenyamanan.
  • Merah, melambangkan kegembiraan dan energi .
  • Ungu, melambangkan sesuatu yang kreatif dan kualitas tinggi.
  • Biru, melambangkan kepercayaan dan kekuatan.
  • Hijau, melambangkan pertumbuhan dan kesehatan.
  • Abu-abu/putih, melambangkan keseimbangan dan kedamaian.

Warna tidak hanya menentukan tampilan logo kamu, tetapi juga menyampaikan perasaan yang ingin dikomunikasikan dan membantu kamu membuatnya konsisten di semua hal yang kamu lakukan. Salah satu contohnya, kamu dapat melihat beberapa iklan dari Telkomsel. Umumnya iklan-iklan tersebut secara konsisten menggunakan warna merah. Sehingga warna merah telah menjadi salah satu identitas dari brand perusahaan tersebut.

b. Memilih bentuk logo

Bentuk logo merupakan salah satu hal yang paling mudah diperhatikan oleh pelanggan ketika menyangkut sebuah brand. Oleh karena itu, pemilihan bentuk yang tepat dan sesuai dapat membuat kamu berhasil untuk membangun brand. Berikut merupakan beberapa jenis logo dan contohnya.

Cara-menentukan-logo-pada-brand

  • Logo abtraks biasanya tidak memiliki bentuk yang terikat dengan apapun. Dikutip dari shopify, manfaat dari logo abstrak adalah tidak memiliki makna khusus. Sehingga kamu dapat membuatnya sendiri dan menghidupkannya di benak pelangganmu.
  • Logo lettermark biasanya menggunakan inisial dari nama lengkap brand menjadi logo.
  • Logo icon biasanya berkaitan dengan hal yang menjadi identitas dari suatu brand, misalnya produk unggulan.
  • Logo lambang biasanya berbentuk gabungan dari sebuah simbol dan tulisan yang menjadi identitas brand
  • Logo woomark umumnya berbentuk gabungan nama brand, warna, dan tulisan dengan font yang dipilih.
  • Logo maskot umumnya berbentuk manusia atau binatang yang dapat menampilkan identitas dari brand.

Masing-masing logo di atas, telah menjadi ikon di bidangnya masing-masing. Misalnya, Starbuck yang telah menjadi salah satu brand dari cafe dengan produk utama kopi. Ketika kamu dapat memilih bentuk logo yang sesuai dengan pelanggan, maka tidak menutup kemungkinan logo dari brand-mu bisa menjadi sebuah ikon yang terkenal.

c. Memilih font

Selain warna, pemilihan font atau jenis huruf yang kamu gunakan juga mempengaruhi logo dari brand-mu. Ini dapat menguatkan pesan yang ingin kamu sampaikan pada logo-mu. Ketika kamu ingin membangun brand yang serius maka pilih font yang terlihat tegas dan jelas, misalnya Helvetica. Jika ingin membangun brand yang santai, kamu dapat memilih font yang terlihat fleksibel dan friendly, misalnya Bowlist.

font-pada-logo

7. Terapkan brand pada semua saluran bisnis

Ketika kamu sudah melakukan langkah-langkah di atas, maka selanjutnya adalah menerapkan brand yang telah kamu buat pada semua saluran bisnis-mu. Mulai dari situs web, tampilan media sosial, dan foto setiap produk. Dengan melakukan hal ini, kamu  akan mudah melakukan promosi dan pendekatan kepada pelanggan. Selain itu,  logo yang ditempel pada setiap produk juga bisa membuat pelanggan dengan mudah mengenali brand dari bisnismu.

Semua jenis bisnis dapat berjalan dengan baik ketika kamu dapat membangun brand dengan baik. Bagi kamu yang masih ingin meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran, langsung saja menuju Skill Academy. Terdapat Kelas Sukses Kerja yang bisa membantu kamu belajar tentang bidang usaha atau pekerjaan tertentu secara spesifik dengan instruktur terbaik. Materi belajar di Kelas Sukses Kerja disusun berdasarkan standar kompetensi yang berlaku dan telah diverifikasi secara optimal.

Kelas Sukses Kerja - Skill Academy

Referensi

Kenton, Will (2020). Brand. https://www.investopedia.com/terms/b/brand.asp [Daring] (Diakses 9 Juli 2021)

Kumar, Braveen (2020). How to Start Your Own Brand From Scratch in 7 Steps. https://www.shopify.com/blog/how-to-build-a-brand#name [Daring] (Diakses 9 Juli 2021)

Thelogocompany (2020). Psychology Of Color In Logo Design. https://thelogocompany.net/psychology-of-color-in-logo-design/  [Daring] (Diakses 9 Juli 2021)

Gulman Azkiya