Pentingnya Personal Branding bagi Fresh Graduate dan Cara Mudah Membangunnya

Gulman Azkiya Apr 1, 2021 • 8 min read


cara-mudah-membangun-personal-branding

Artikel ini membahas mengenai pentingnya personal branding bagi fresh graduate  dan cara mudah membangunnya.

--

Sebagai seorang fresh graduate, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah personal branding. Beberapa CEO terkenal hingga publik figur sering menggunakan istilah ini ketika membagikan kunci sukses mereka. Jeff Bezos pendiri Amazon, pernah berkata, "Brand pribadi kamu adalah apa yang dikatakan orang tentang kamu saat kamu tidak berada di ruangan”. Lalu apa yang dimaksud dengan personal branding itu dan seberapa penting bagi seorang fresh graduate?

Apa itu personal branding ?

Secara sederhananya, personal branding adalah bagaimana kamu menunjukkan keahlian dan kepribadianmu kepada semua orang sehingga menjadi sebuah ciri khas. Sedangkan menurut Susan Gunelius, CEO perusahaan marketing communication, personal branding adalah bagaimana kamu membentuk persepsi seseorang terhadap dirimu dengan menawarkan keahlian yang dapat kamu gunakan secara profesional. 

Misalnya, Si A memiliki keahlian dalam mengedit video dan sering membantu teman-temanya. Pada suatu ketika ada orang yang bertanya mengenai siapa itu Si A. Lalu temannya Si A menjelaskan “itu loh, Si A yang jago ngedit video”. Ketika teman-teman Si A sudah dapat menjelaskan sosok Si A, maka personal branding Si A adalah orang yang ahli dalam mengedit video.

Personal branding juga bisa terlihat melalui cara kamu berpakaian, berkomunikasi, dan tingkah laku. Semua hal yang kamu tunjukkan kepada semua orang di luar sana adalah personal branding. Apa yang kamu tunjukkan tersebut akan membentuk cara pandang orang terhadap dirimu. 

Personal branding yang baik tidak bisa muncul secara otomatis. Kamu harus membangunnya sehingga dapat menjadi brand atau ciri khas dari dirimu. Contohnya seperti Elon Musk yang berhasil membangun personal branding-nya sebagai seorang jenius dan gemar akan teknologi. Kita dapat melihat hasil kerjanya seperti mobil listrik Tesla dan juga eksperimen luar angkasa dengan SpaceX.

Personal branding yang ditunjukkan Elon Musk tersebut bukan hal yang dapat diraih dalam waktu yang singkat, melainkan dibangun dari awal karir, melalui berbagai pengalaman, hingga menjadi sosok yang kita kenal seperti sekarang.

elon-musk

(Sumber: Wired.com/Michal Czerwonka/Redux)

 

Pentingnya personal branding bagi fresh graduate

Sebagai seorang fresh graduate, proses pencarian kerja bukan hal yang mudah. Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2020 adalah sebanyak 137,91 juta orang dengan pengangguran sebanyak 6,88 juta orang. Jumlah pengangguran tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 0,06 juta (60.000 orang). Hal ini menunjukkan bahwa persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin sulit. 

Namun, dengan memiliki personal branding yang baik, peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan semakin besar. Dikutip dari talentvis.com, pemberi kerja pada saat ini membutuhkan informasi selain dari CV dan portofolio-mu.

Mereka ingin mengenal dirimu lebih dalam seperti, keahlian apa yang membedakan kamu dari kandidat lainnya, bagaimana kepribadianmu di luar lingkungan kerja, dan juga bagaimana kamu menggunakan media sosial. Ketika kamu memiliki personal branding, maka mereka akan lebih tertarik kepada dirimu dari pada calon kandidat yang lain. 

Di samping itu, dengan memiliki personal branding kamu akan terlihat lebih berbeda. Penempatan citra diri yang kamu tampilkan ditambah dengan bukti portofolio, akan membuat kamu lebih menonjol dari yang lainya.

Misalnya, jika kamu memiliki keahlian dan minat pada sebuah bidang. Maka manfaatkan semua media yang ada untuk menunjukkan hasil karya yang telah kamu buat. Dengan melakukannya secara rutin, maka kamu telah membangun personal branding. 

Jika personal branding yang kamu bangun tersebut baik, maka dapat menjadi nilai tambah ketika pemberi kerja melihat dirimu. Tetapi, jika personal branding-mu biasa saja, seperti tidak ada keahlian yang dapat ditonjolkan, maka pemberi kerja akan menempatkan kamu di daftar prioritas bawah. Lalu bagaimana jika kamu belum mengetahui cara membangun personal branding tersebut? Tenang, berikut adalah tips yang dapat kamu coba. 

Cara membangun personal branding

1. Tentukan tujuan

Dengan menentukan tujuan, kamu akan memiliki fokus dan narasi yang jelas mengenai personal branding yang akan kamu bangun. Seperti, citra diri yang akan kamu tunjukkan, jenis pekerjaan yang kamu inginkan, dan juga karakter yang akan kamu tampilkan ketika sudah memasuki dunia kerja. 

Misalnya, kamu memiliki tujuan menjadi seorang manajer IT. Maka kamu akan mempelajari berbagai keahlian yang dibutuhkan dan cara seorang manajer dalam bersikap. Sehingga dengan tujuan tersebut, kamu akan memiliki panduan untuk membangun personal branding.

2. Pahami dirimu

Semakin kamu mengenal diri sendiri, kamu akan semakin mengetahui apa yang kemungkinan besar orang akan katakan tentang kamu. Salah satu cara untuk memahami diri sendiri adalah dengan mengidentifikasi nilai-nilai yang kamu percaya. Adapun seperti minat dan cara pandang kamu terhadap sebuah masalah. 

Pastikan terlebih dahulu apakah pekerjaan yang kamu inginkan sesuai dengan minatmu. Ketika sudah mengetahuinya, kamu akan dengan mudah membentuk personal branding yang sesuai dengan jenis pekerjaan tersebut. Selain itu, cara kamu memandang sebuah masalah juga turut membentuk karakter yang nantinya akan kamu tunjukkan kepada semua orang. 

Ketika kamu sudah memahami nilai-nilai tersebut, kamu akan dapat mengidentifikasi perusahaan yang tepat untuk bekerja. Di samping itu, kamu juga akan dengan mudah menemukan orang-orang yang dirasa cocok sebagai rekan kerja. Sehingga kamu nyaman dengan personal branding dari dirimu.

3. Hindari untuk membesar-besarkan diri

Ketika sedang membangun personal branding, coba hindari untuk menunjukkan dirimu secara berlebihan. Adapun maksudnya tidak bersikap sombong dan palsu. Misalnya, pada saat diminta untuk menceritakan dirimu, jangan sampai menyatakan tingkat pengalaman atau keterampilan secara berlebihan.

Hindari membesar-besarkan tentang pencapaian yang telah kamu dapatkan. Semua hal tersebut harus sesuai dengan bukti yang ada. Jika tidak, personal branding yang sedang kamu bangun malah tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

4. Manfaatkan media sosial

Penggunaan media sosial mungkin hal yang paling umum ketika membahas mengenai personal branding. Namun, nyatanya dengan media sosial kamu dapat membangun personal branding dengan cepat. Fitur-fitur yang ada pada media sosial membuat kamu dengan mudah menunjukkan hasil karya atau pencapaian yang telah kamu dapatkan.

Selain itu, kamu juga bisa membangun koneksi dengan para profesional di bidangnya. Memiliki koneksi yang bagus, biasanya akan membuat personal branding-mu menjadi lebih baik dan juga akan terlihat kompeten.

Menurut survei CareerBuilder 2018, 70% pemberi kerja menggunakan media sosial untuk menyaring kandidat selama proses perekrutan. Oleh karena itu, ketika kamu dapat membangun personal branding yang baik di media sosial, maka kamu akan lebih menarik perhatian para pemberi kerja dari kandidat lainnya.

5. Lakukan sekarang juga

Jangan sia-siakan waktumu dan lakukan sekarang. Kamu dapat memulainya dengan membuat portofolio sesuai dengan keahlian yang kamu miliki. Gunakan juga media sosial untuk menunjukkan hasil dari keahlianmu. 

Jangan malu untuk berkenalan dengan orang asing dan coba untuk menambah koneksi. Tunjukan citra dirimu dengan berkomunikasi dengan baik, bersikap sopan, empati, dan juga ramah. 

Selain itu, kamu juga dapat memperdalam keahlian yang kamu miliki dengan mengikuti kelas pelatihan online. Selain mendapatkan pengalaman baru, kamu juga akan mendapatkan sertifikat. Adapun hal tersebut dapat menambah bukti dan juga menunjukkan kamu adalah orang yang haus akan ilmu. 

 

Itulah penjelasan mengenai cara membangun personal branding bagi fresh graduate. Bagi kamu yang ingin memperdalam keahlian, langsung saja kunjungi Skill Academy. Dengan Skill Academy kamu dapat mengikuti berbagai kelas pelatihan yang menarik. Selain itu, setiap kelas yang ada akan dipandu oleh instruktur profesional dan berpengalaman. 

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

 

 

Referensi:

Gunelius, Susan (2010). Define Your Personal Brand. https://www.forbes.com/sites/work-in-progress/2010/03/12/define-your-personal-brand/?sh=2dd1c9cb49f4/ [Daring]. (Diakses 29 Maret 2021)

Prnewswire.com (2018). More Than Half of Employers Have Found Content on Social Media That Caused Them NOT to Hire a Candidate, According to Recent CareerBuilder Survey. https://www.prnewswire.com/news-releases/more-than-half-of-employers-have-found-content-on-social-media-that-caused-them-not-to-hire-a-candidate-according-to-recent-careerbuilder-survey-300694437.html/ [Daring]. (Diakses 30 Maret 2021)

Purkiss, Jhon (2012). How to build your personal brand. https://www.theguardian.com/careers/build-personal-brand/ [Daring]. (Diakses 29 Maret 2021)

Talentvis.com (2021). Importance of Personal Branding to Get Best Job Offers. https://talentvis.com/article/detail?id=Importance-of-Personal-Branding-to-Get-Best-Job-Offers/ [Daring]. (Diakses 30 Maret 2021)

Sumber Gambar: 

wired.com (2016). Inside OpenAI, Elon Musk's Wild Plan to Set Artificial Intelligence Free. https://www.wired.com/2016/04/openai-elon-musk-sam-altman-plan-to-set-artificial-intelligence-free/ [Daring]. (Diakses 1 April 2021)

freepik.com (2016). Photo by katemangostar.  (https://www.freepik.com/free-photo/woman-giving-lecture audience_982810.htm#page=1&query=public%20speaking&position=36) [Daring]. (Diakses 1 April 2021)

 

Beri Komentar