Mengenal Affiliate Marketing, Cara Kerja dan Tips Menjalankannya

affiliate marketing adalah

Apa itu affiliate marketing? Simak pengertian, cara kerja, contoh affiliate marketing, dan tips memulainya!

Affiliate marketing sepertinya bukan istilah asing lagi ya buat sebagian dari kita. Apalagi bila kamu berkecimpung di dunia bisnis online. Strategi pemasaran yang satu ini memang terkenal dan memiliki banyak peminat. Affiliate marketing atau pemasaran afiliasi ini tidak hanya menguntungkan para pengusaha atau pelaku bisnis tapi juga affiliate marketer. Melalui program ini, kamu memiliki kesempatan menghasilkan uang dari internet. Program ini cocok banget untuk kamu yang aktif di media sosial dan punya kemampuan untuk membuat konten. Ngonten bisa dapat cuan, lumayan kan?

Bagi kamu yang ingin menjadi affiliate marketer tapi belum mengetahui tentang affiliate marketing, tenang. Kita akan bahas bareng di artikel berikut ini. Simak, ya!

Affiliate marketing itu apa?

Affiliate marketing adalah program yang mana kamu mempromosikan produk atau jasa dari sebuah perusahaan atau brand, dan mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang terjadi. Besaran komisi yang kamu terima bervariasi, tergantung pada persentase dan harga jual produk. Biasanya komisi dihitung dari penjualan, tapi ada juga yang menghitungnya dari leads, klik ke website, pengguna free trial, dan download aplikasi.

Strategi ini dikenal efektif untuk meningkatkan sales atau penjualan produk. Berdasarkan data dari Rakuten Advertising, 80% brand menggunakan affiliate marketing ini. Banyak banget ya berarti. Kalau kamu cek di mesin pencari, kamu akan menemukan banyak brand yang membuka program afiliasi, baik brand kecil maupun besar. Peminatnya juga banyak, karena bisa memberikan penghasilan tambahan apabila terjadi pembelian menggunakan link afiliasi yang kamu bagikan.

Siapa saja bisa bergabung atau mendaftar sebagai affiliate marketing , tidak harus influencer, selebgram, seleb TikTok atau selebtwit. Umumnya program ini juga tidak mengharuskan kamu memiliki banyak followers di media sosial dan gratis. Jadi kamu tidak perlu khawatir mengeluarkan biaya pendaftaran atau biaya lainnya.

Baca juga: Belajar Internet Marketing: Pengertian, Manfaat, dan Strateginya

 

Cara kerja Affiliate Marketing

Bagaimana cara kerja affiliate marketing? Sederhananya, kamu membagikan link produk, lalu akan mendapatkan keuntungan atau komisi apabila ada pembelian menggunakan link tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini!

1. Daftar ke program affiliate marketing

Apabila kamu ingin bergabung sebagai afiliator, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mendaftar program affiliate marketing. Kamu bisa mendaftar melalui website masing-masing perusahaan. Caranya mudah, cukup ketik “affiliate marketing [brand atau perusahaan]’, maka akan muncul tautan yang mengarah ke halaman pendaftaran affiliate. Misalnya, kamu ingin mendaftar program affiliate Shopee, maka kamu cukup mengetik di Google dengan keyword tersebut, dan kamu akan menemukan website untuk melakukan pendaftaran.

Setelah mendaftar pada program afiliasi ini, kamu akan mendapatkan link afiliasi. Pada link tersebut, terdapat ID affiliate yang berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang berasal dari ID tersebut. Jadi komisinya bisa masuk ke akun afiliasi kamu.

2. Bagikan linknya afiliasi

Setelah mendapatkan link afiliasi, kamu bisa membagikan link tersebut di website atau blog, TikTok, Instagram, Twitter, atau media sosial lain yang kamu miliki. Link tersebut juga bisa kamu sebarkan kepada orang-orang terdekat.

Di TikTok biasanya berseliweran orang-orang dengan konten menarik dan memberikan link produk yang mengarah ke e-commerce tertentu atau ke TikTok shop itu sendiri. Misalnya, konten tentang OOTD, lalu di akhir video, pemilik konten membagikan link pembelian celana, tas, kemeja, atau sepatu. Kamu bisa membagikan link dengan cara seperti ini.

Kamu juga bisa membagikan link afiliasi melalui kolom komentar. Misalnya, di beberapa akun TikTok yang mengunggah konten menarik dan mendapat banyak perhatian dari audiens, biasanya ada yang komen “kak, izin spill tasnya, ya” lalu memberikan link pembelian produk tersebut.

 

--- Bagi kamu yang tertarik menjadi affiliate marketer tapi bingung cara membuat konten yang unik dan berkualitas, kamu bisa ikut kelas Berkarier sebagai Content Creator bersama Yoga Arizona berikut ini! ---

New call-to-action

 

3. Orang mengeklik link dan membeli produk

Setelah membagikan link di berbagai platform, orang dapat mengklik link tersebut dan akan mengarah ke halaman produk untuk melakukan pembelian.

4. Transaksi masuk - dicatat oleh affiliate network

Setiap konsumen yang mengeklik link dan melakukan pembelian produk, maka transaksinya akan tercatat oleh jaringan afiliasi melalui link afiliasi yang kamu bagikan.

5. Pembelian dikonfirmasi oleh penjual

Setelah itu, penjual akan mengkonfirmasi pembelian dan memproses produk untuk dikirim ke customer

6. Mendapatkan komisi

Jika semua proses di atas sudah selesai, kamu akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Komisi yang kamu terima, jumlahnya berbeda-beda. Tergantung harga produk yang terjual dan besar persentase yang kamu dapatkan. Persentase komisi yang kamu terima dari setiap produk juga berbeda-beda, ada yang menawarkan 5% per produk, ada juga yang menawarkan komisinya hingga 20% per produk. Semua tergantung dari program afiliasi yang kamu ikuti.

cara kerja affiliate marketing

Komisi ini bisa dicairkan ke rekening kamu dalam bentuk uang. Namun, di beberapa perusahaan/brand, ada jumlah minimal yang harus tercapai agar komisi tersebut bisa dikirimkan ke rekening kamu. Misalnya, komisi akan dikirimkan apabila kamu sudah mencapai minimal Rp 20.000, apabila jumlah tersebut belum tercapai, maka pengiriman akan ditunda dan digabungkan dengan komisi selanjutnya hingga mencapai Rp 20.000.

 

Kelebihan dan kekurangan affiliate marketing

Kelebihan dan kekurangan dari affiliate marketing adalah sebagai berikut:

Kelebihan affiliate marketing:

  1. Mudah untuk dijalankan, kamu hanya fokus pada kegiatan memasarkan produk dan tidak perlu terlibat ke proses pengiriman barang.
  2. Membutuhkan modal kecil atau bahkan bisa tanpa modal atau biaya sama sekali.
  3. Bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
  4. Banyak produk yang bisa kamu tawarkan. Misalnya, kamu mempromosikan produk celana pada konten A. Lalu membuat konten dan mempromosikan produk lain, link yang ada di konten A masih bisa di-klik untuk pembelian. Sehingga kamu bisa mendapatkan komisi dari produk yang berbeda. Karena itu banyak yang mengatakan affiliate marketing adalah bisnis yang bisa menjadi sumber penghasilan pasif. 
  5. Waktu yang fleksibel. Kelebihan lainnya dengan menjadi affiliate marketing adalah waktu yang fleksibel untuk bekerja dan bisa bekerja dari mana saja. 

 

Kekurangan affiliate marketing:

  1. Salah satu kelemahan affiliate marketing adalah besaran komisi tergantung penjualan dan persentase. Dengan kata lain, kamu tidak memiliki pendapatan tetap.
  2. Bersaing dengan affiliate marketing yang lainnya. Harus kreatif agar bisa bersaing dengan afiliator yang lain, terlebih sebuah produk tidak hanya mengandalkan satu afiliator saja.
  3. Butuh kesabaran, waktu, dan kerja keras agar bisa membangun hubungan dengan audiens dan mendapatkan kepercayaan yang berujung klik atau pembelian.

 

Tips menjadi Affiliate Marketer yang sukses

Berikut ada beberapa tips untuk menjadi seorang affiliate marketer atau afiliator yang sukses dan bisa kamu coba!

1. Pilih dan daftar program afiliasi terbaik

Ada banyak brand atau perusahaan yang menawarkan program afiliasi. Pastikan kamu memilih program yang terbaik. Perhatikan kesesuaian produk yang mereka tawarkan dengan niche dan audiens kamu, persentase komisi yang ditawarkan, pencairan komisi, dan detail lainnya. Setiap brand atau perusahaan bisa berbeda-beda syarat dan ketentuannya. Kamu bisa membandingkan program yang satu dengan yang lainnya lalu pilih dan daftar ke satu yang terbaik.

2. Pahami target audiens & bangun hubungan positif

Memahami target audiens merupakan hal yang penting. Dengan begitu, kamu bisa memilih produk yang tepat untuk dipromosikan, sesuai kebutuhan mereka dan yang bisa menjawab permasalahan yang mereka alami.

Kamu bisa memahami audiens dengan melakukan riset atau mengikuti forum-forum tertentu untuk mencari tahu apa yang sering mereka pertanyakan terkait produk yang akan kamu rekomendasikan. Dengan begitu, kamu bisa membuat konten dan rekomendasi produk yang sesuai dengan pertanyaan mereka. Membuat konten dan merekomendasikan produk yang tepat juga dapat meningkatkan engagement dengan mereka.

3. Review produk atau jasa dengan menarik

Agar audiens yakin dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan, maka kamu perlu membuat review tersebut semenarik dan sejelas mungkin. Kamu bisa menceritakan pengalaman menggunakan produk atau jasa tersebut. Misalnya, kamu membuat review dengan membandingkan dua produk setipe dari brand yang berbeda lalu memberikan link pembelian. Atau mereview dengan first impression terhadap produk makeup, haul fashion dan membandingkan gambar dengan produk aslinya, dan lainnya. Review produk bisa memudahkan konsumen untuk memilih produk yang paling cocok untuk mereka. 

4. Buat konten yang berkualitas

Selanjutnya adalah, buat konten yang berkualitas. Sebagai seorang affiliate marketer, tentu kamu ingin mendapatkan komisi. Namun, jangan hanya fokus untuk dapat komisi saja. Buatlah konten yang menarik dan berkualitas. Setelah itu, promosikan kontenmu ke semua channel yang kamu miliki atau orang-orang terdekat. Dengan konten yang baik, audiens akan lebih tertarik menonton dan melihat produk yang kamu promosikan. Selain itu, usahakan platform yang kamu punya juga memiliki konten berkualitas lainnya, bukan hanya promosi produk.

5. Fokus pada niche tertentu

Kamu bisa fokus merekomendasikan produk atau jasa dalam satu niche. Misalnya, kamu mengambil niche fashion. Maka kamu bisa membuat konten seputar fashion, OOTD, mix & match. Maka produk yang dipromosikan adalah tas, sepatu, baju, celana, jilbab, dan lainnya. 

Sekarang kan lagi ramai outfit cewek kue, cewek bumi, atau cewek mamba. Kamu bisa membuat thread di Twitter atau video di TikTok dan merekomendasikan produk yang sesuai. Apabila kamu sudah memiliki platform dan konten, kamu dapat menyesuaikan produk dengan niche. Misalnya, kamu mengelola sebuah blog, maka pilihlah produk yang sesuai dengan niche/tema blog tersebut.

7. Gunakan beberapa platform

Untuk bisa menjangkau semakin banyak orang yang melihat konten dan link yang kamu bagikan, kamu bisa memanfaatkan beberapa platform sekaligus. Misalnya membuat video TikTok lalu di-repost ke Reels Instagram, atau Instagram Stories, atau sebaliknya. Atau membuat konten serupa tapi diubah menjadi teks untuk diunggah di Twitter. Jika kamu masih bingung hendak menggunakan platform apa, kamu bisa menanyakan dua hal ini kepada diri sendiri: 

  1. Apa platform yang paling sering kamu gunakan?
  2. Apa platform yang paling kamu mengerti?


8. Berikan Call to Action (CTA)

Jangan lupa memberikan Call to Action (CTA) agar audiens tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Misalnya, yang sedang ramai saat ini “klik keranjang kuning untuk beli produknya”, atau “link produk ada di bio nomo 99” yang biasanya ada di TikTok dan Instagram. CTA ini bisa kamu sesuaikan dengan media yang kamu pakai. Misalnya di Instagram, kamu bisa menggunakan link produk yang bisa langsung di-tap atau di blog menggunakan CTA button seperti “Beli sekarang”, “Lihat produk”, atau “Download gratis!”.

Baca juga: 5 Tips dan Langkah Dasar Membuat Copywriting dengan Baik

 

9. Mengikuti perkembangan trend

Sebagai affiliate marketer, tentu kamu bersaing dengan afiliator lainnya yang merekomendasikan produk dari niche yang sama. Oleh karena itu, kamu perlu mengikuti perkembangan trend agar bisa tetap bersaing. Misalnya, mengikuti perkembangan konten yang sedang diminati audiens, atau strategi pemasaran yang baru, dan lainnya. 

Contoh program affiliate marketing

Jika kamu ingin mengikuti program affiliate, ada banyak banget pilihan yang bisa kamu temukan. Berikut merupakan contoh program afiliasi dari beberapa perusahaan di Indonesia:

  1. Shopee affiliate
  2. Tokopedia affiliate
  3. TikTok shop affiliate
  4. Lazada affiliate
  5. Blibli affiliate
  6. Amazon affiliate
  7. Bukalapak affiliate

Nah, itu dia pembahasan tentang affiliate marketing atau afiliasi pemasaran, semoga membantu, ya. Apakah kamu tertarik untuk mencoba peluang bisnis yang satu ini? Affiliate marketing memang menawarkan keuntungan yang terbilang besar. Namun hal tersebut tentu tidak bisa dicapai secara instan. Kamu harus konsisten dan juga sabar.

Agar kemampuan kamu dalam membuat konten yang berkualitas semakin meningkat, kamu bisa belajar bareng instruktur-instruktur kompeten dan berpengalaman di Skill Academy. Mau belajar bareng Yoga Arizona, Raditya Dika, atau Gita Savitri? Bisa dong! Semuanya ada di Skill Academy. Klik banner berikut untuk kepoin kelasnya. Lagi banyak promo menarik lho, jangan sampai kehabisan!

Tingkatkan kualitas dengan ikut kelas di skill academy!

Referensi:

Hayes, Mark. 2022. ‘What Is Affiliate Marketing and How to Get Started’ [daring]. Tautan: https://www.shopify.co.id/blog/affiliate-marketing#2 (Diakses 6 Juli 2022)

Si Quan Ong. Affiliate Marketing For Beginners: What It Is & How to Succeed’ [daring]. Tautan: https://ahrefs.com/blog/affiliate-marketing/ (Diakses 5 Juli 2022)

Bigcommerce. ‘Affiliate Marketing 101: What it is and How to Get Started’ [daring]. Tautan: https://www.bigcommerce.com/articles/ecommerce/affiliate-marketing/#tips-to-help-you-become-a-successful-affiliate-marketer (Diakses 6 Juli 2022)

Profile

Devi Lianovanda

Content Writer at Ruangguru. Terima kasih sudah baca sampai sini!

Beri Komentar