Pertimbangkan Hal-Hal Ini Sebelum Kamu Mulai Bisnis Franchise!

Devi Lianovanda Jan 25, 2021 • 3 min read


SA_-_Franchise-01

Saat ini, banyak generasi milenial yang ingin memulai usaha, lho! Bahkan, berdasarkan data dari weforum.com, sebanyak 35,5% pemuda Indonesia ingin jadi pengusaha. Apakah kamu termasuk salah satunya? Mau mulai, tapi takut gagal dan belum punya pengalaman berbisnis. Mungkin kamu bisa coba dengan bisnis franchise

Franchise merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pemilik brand tertentu yang disebut Franchisor. Bisnis ini dinilai memiliki risiko gagal lebih rendah jika dibandingkan memulai bisnis dari nol. Namun, karena merupakan bisnis kemitraan, tentu ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Apa saja? Yuk, simak artikelnya!

1. Brand yang akan kamu pilih

Sebelum memulai bisnis, pastinya kamu harus menentukan dulu jenis usaha dan brand mana yang akan kamu pilih. Pilihlah bisnis franchise di bidang yang kamu senangi, dibutuhkan serta diminati banyak orang, dan memiliki reputasi brand yang baik. Kamu juga perlu memperhatikan riwayat brand, apakah pernah mengalami masalah dan bagaimana cara mereka menyelesaikan hal tersebut. 

Hal ini perlu kamu lakukan karena bisnis franchise saling berpengaruh antara satu mitra dengan mitra lainnya. Apabila salah satu franchise mengalami masalah, maka dapat mempengaruhi brand secara keseluruhan dan tentunya akan berdampak pada bisnis franchise yang kamu beli. Untuk itu, dalam pemilihan bidang, produk, dan brand, kamu harus melakukan riset mendalam dan pertimbangan yang kuat. 

(Sumber: giphy.com)

2. Modal awal yang besar

Salah satu kelebihan dari bisnis ini adalah kamu tidak perlu memulai dari awal. Biasanya brand sudah dikenal oleh masyarakat dan memiliki manajemen bisnis yang jelas. Namun, modal yang harus kamu siapkan untuk membeli bisnis ini tentu tidak sedikit. Ada beberapa biaya yang perlu kamu bayarkan seperti biaya kemitraan awal dengan pemilik brand dan biaya pelatihan. Kamu harus menyesuaikan jumlah modal yang kamu miliki dengan franchise yang ingin kamu beli. 

Hindari melakukan pinjaman untuk modal awal jika kamu tidak ingin memiliki utang dan tagihan yang harus rutin kamu bayarkan. Selain itu, kamu juga harus membagi beberapa persen keuntungan dengan Franchisor, meskipun tidak semua Franchisor menetapkan kebijakan ini. 

(Sumber: unsplash.com)

Baca juga: 5 Produk Google Ini Bisa Kembangkan Bisnismu Secara Gratis!

3. Kendali dipegang oleh Franchisor

Ketika kamu memutuskan untuk membeli bisnis franchise, berarti kamu akan menandatangani surat perjanjian kerja sama yang resmi dengan Franchisor. Biasanya perjanjian tersebut akan mengatur sistem kerja dan cara kamu dalam menjalankan bisnis. Karena Franchisor merupakan pemilik brand, maka biasanya kendali lebih banyak dipegang oleh mereka, kamu hanya perlu menjalankan dengan sistem dan manajemen yang ada. Mulai dari lokasi, pemasok yang akan digunakan, dan inovasi produk semuanya akan diatur oleh Franchisor. Jika kamu memiliki inovasi untuk bisnis, maka kemungkinan hal tersebut dapat diwujudkan sangat kecil. Kendali ini membuat ruang kreativitasmu sangat sempit dan terbatas

(Sumber: freepik.com)

Bisnis franchise memang terkesan menjanjikan karena kamu tidak perlu memulai dari awal, meski demikian, tetap ada hal-hal yang harus kamu pertimbangkan. Jika modal yang kamu miliki masih kurang untuk membeli sebuah franchise, maka kamu bisa memulai bisnis sendiri untuk mengumpulkan modal yang kamu perlukan.

Kamu dapat mempelajari cara memulai bisnis dengan strategi Lean Startup dari Skill Academy. 

 

Untuk informasi lebih lengkap seputar Skill Academy, kamu bisa klik CTA di bawah ini ya!

   #MUDAHUPGRADESKILL DI SKILL ACADEMY!

Beri Komentar