Mau Bisnis Franchise? Yuk, Ketahui Tips, Kelebihan, dan Kekurangannya!

franchise adalah

Ingin mulai berbisnis, tapi takut bangun brand mulai dari 0? Kamu bisa bisnis franchise atau waralaba! Yuk, kupas tuntas tentang franchise mulai dari pengertian, cara kerja, contoh, dan kelebihan serta kekurangannya!

Berdasarkan data dari weforum.com, sebanyak 35,5% pemuda di Indonesia ingin jadi pengusaha atau pelaku bisnis. Angka ini merupakan yang terbesar dibandingkan Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Wah, berarti banyak juga ya pemuda Indonesia yang mau jadi pengusaha.

Apakah kamu salah satunya? Mau mulai, tapi takut gagal karena belum punya pengalaman berbisnis? Tenang, kamu bisa memulainya dengan membeli franchise atau bisnis waralaba.

Pernah dengar istilah bisnis franchise? Bisnis yang satu ini dinilai cocok untuk kamu yang mau memulai bisnis, tapi belum punya pengalaman. Selain itu, bisnis ini juga memiliki risiko gagal yang lebih rendah dibandingkan memulai bisnis dari nol.

Wow, sounds legit, ya? Mau coba peluang usaha ini? Sebelumnya, pahami dulu model bisnis yang satu ini supaya kamu tidak salah pilih!

Apa itu Franchise?

Menurut International Franchise Association (IFA), franchise adalah sistem pendistribusian barang atau jasa yang melibatkan franchisor (pemilik waralaba) dan franchisee atau pembeli waralaba.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba, franchise adalah hak khusus yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan/ digunakan oleh pihak lain dengan imbalan berdasarkan perjanjian waralaba.

Sederhananya, franchise adalah metode menjalankan sebuah bisnis dengan merek dagang, nama dagang, produk, dan sistem operasional yang sudah ada.

Skema Bisnis Franchise

Bisnis ini terjadi antara franchisor (pemilik waralaba) dan franchisee (pembeli waralaba). Pemilik waralaba memberikan izin untuk menggunakan merek dagang, produk, dan lainnya kepada franchisee.

Untuk bisa mendapatkan hak waralaba, pembeli waralaba harus membayarkan sejumlah biaya seperti biaya kemitraan di awal, biaya administrasi, biaya pelatihan, dan biaya lainnya. Hal terkait biaya yang harus dibayarkan ini bisa kamu tanyakan secara detail kepada pemilik franchise sebelum memutuskan untuk membelinya.

Misalnya, kamu membeli bisnis Es Teh Poci. Bisnis ini sudah memiliki produk, merek dagang, nama dagang, dan sistem bisnisnya sendiri. Lalu, kamu membayarkan sejumlah biaya sesuai kesepakatan agar bisa menjalankan franchise tersebut.

Nah, biasanya, pemilik waralaba akan memberikan pelatihan agar kamu bisa menjalankan bisnis sesuai dengan standar operasional yang sudah ditentukan.

Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis franchise mulai dari makanan, minuman, jasa pengiriman dan lainnya. Untuk biayanya sendiri juga bervariasi, ada yang kisaran 5 juta, di bawah 5 juta, puluhan juta, atau ratusan juta. Apa saja? Berikut beberapa contoh bisnis franchise:

  1. Waralaba JNE
  2. Sabana Fried Chicken
  3. Pecel Lele Lela
  4. Ngikan Yuk
  5. Kopi Kulo
  6. Eatlah
  7. Es Teh Poci
  8. Kopi Kenangan
  9. Bakso Benhil
  10. Menantea
  11. Warunk Upnormal
  12. Martabak San Fransisco
  13. Corn Dog Master
  14. Warmindo
  15. Nyapii
  16. Bebek Goreng Bikin Tajir
  17. Janji jiwa
  18. Dan daftar bisnis franchise lainnya.

Baca Juga: Analisis SWOT dalam Bisnis: Pengertian, Tips, dan Contohnya

Kelebihan Bisnis Franchise

Berikut adalah beberapa kelebihan atau keuntungan membeli sebuah bisnis waralaba atau franchise:

1. Brand sudah memiliki reputasi

Salah satu keuntungan membeli bisnis franchise adalah brand dari bisnis yang akan kamu jalankan sudah memiliki nama dan reputasi di masyarakat. Masyarakat sudah mengetahui brand kamu dan produk atau jasa apa yang ditawarkan.

Misalnya, kamu ingin membeli franchise Lion Parcel dari Lion Group. Banyak orang yang sudah mengetahui bahwa LionParcel merupakan salah satu jasa pengiriman barang di Indonesia. Bisnis ini sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2013, sehingga sudah banyak orang yang tahu bahkan menggunakan jasa brand tersebut.

2. Tidak perlu melakukan branding

Masih berhubungan dengan poin di atas, karena brand sudah dikenal oleh masyarakat dan sudah memiliki reputasi, tentu kamu tidak perlu melakukan terlalu banyak branding atau kegiatan pemasaran.

Berbeda apabila kamu memulai bisnis dari nol, yang mana orang-orang belum mengetahui brand kamu, apa yang kamu tawarkan atau jual, keunggulan, dan lain sebagainya. Jadi, kamu perlu fokus mengoperasikan atau menjalankan bisnis tersebut.

3. Risiko gagal bisnis lebih kecil

Keuntungan selanjutnya adalah, risiko gagal dalam bisnis franchise lebih kecil dibandingkan memulai bisnis dari 0. Tentu saja, semua bisnis memiliki resiko gagal.

Namun, bisnis franchise sudah berjalan selama beberapa waktu dan sudah memiliki sistem bisnis dan sistem keuangan yang jelas dan terbukti berhasil. Selain itu, bisnismu juga akan mendapatkan dukungan dari perusahaan induk seperti pelatihan, operasional, hingga pengelolaan keuangan.

4. Mendapat pelatihan untuk mengoperasikan bisnis

Apabila kamu ingin membuka usaha tapi belum punya pengalaman, jangan khawatir. Jika kamu membeli bisnis franchise, kamu akan mendapatkan dukungan pelatihan dari pemilik franchise. Kamu akan dilatih untuk mengoperasikan bisnis sesuai dengan standar operasional yang dimiliki pihak brand.

kelebihan dan kekurangan bisnis franchise

Dengan pelatihan ini, tentu kamu bisa banyak belajar tentang bisnis. Selain itu, bukan hanya teori, kamu bahkan memiliki pengalaman terjun langsung mengelola bisnis tersebut. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang kamu dapat, mungkin kamu bisa menjalankan bisnismu sendiri di masa depan.

5. Sistem operasional sudah jelas

Kamu tidak perlu menyusun dan melakukan percobaan sistem bisnis atau operasional karena umumnya brand-brand tersebut sudah memiliki sistem bisnis yang jelas dan terbukti berhasil. Dengan sistem operasional yang jelas, membuat bisnis ini memiliki risiko kegagalan yang lebih rendah.

Kekurangan Bisnis Franchise

Berikut merupakan beberapa kekurangan atau kerugian membeli bisnis franchise:

1. Kendali dipegang penuh oleh franchisor

Apabila kamu membeli bisnis franchise, kendali tetap dipegang oleh pemilik usaha waralaba. Mereka akan mengatur bagaimana bisnis tersebut dioperasikan.

Mulai dari jenis produk yang dijual, dimana saja produk tersebut dijual, resep, pemasok, dan hal lainnya sudah diatur oleh franchisor. Jadi, apabila kamu ingin melakukan perubahan terkait bisnis atau produk, mungkin akan sulit.

2. Pembagian keuntungan

Salah satu kekurangan bisnis franchise adalah adanya pembagian keuntungan dengan franchisor. Ini tentu membuat kamu merasa rugi karena harus membagi sekian persen keuntungan yang kamu dapatkan kepada pemilik waralaba.

Tapi, nggak semua franchisor menerapkan sistem pembagian keuntungan. Jadi, jangan lupa untuk menanyakan hal ini saat kamu sedang berdiskusi dengan pemilik waralabanya ya.

3. Free franchisor

Di awal membeli bisnis franchise, kamu perlu membayar beberapa biaya seperti biaya administrasi, biaya pelatihan, dan biaya lainnya. Biaya yang diperlukan bervariasi, tergantung waralaba yang ingin kamu beli.

Oleh karena itu, apabila kamu memiliki modal terbatas, kamu bisa mencari usaha waralaba dengan harga yang sesuai dengan modal yang kamu miliki.

4. Reputasi bisnis mudah terpengaruh

Umumnya, bisnis waralaba sudah memiliki banyak cabang di berbagai daerah. Hal ini baik, tapi bisa saja memengaruhi cabang lainnya.

Misalnya, bisnis waralaba X di cabang A memiliki rasa makanan dan pelayanan yang buruk.  Tentunya ini akan membuat pelanggan berasumsi bahwa brand X di cabang manapun memiliki rasa makanan dan pelayanan yang buruk.

Atau, jika salah satu cabang menyebabkan masalah yang membuat reputasi brand turun, hal ini juga akan mempengaruhi bisnis yang kamu kelola.

5. Ruang untuk berinovasi terbatas

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bisnis waralaba kendalinya dipegang oleh franchisor atau pemilik waralaba. Biasanya, mereka mengatur hampir semua hal termasuk pemasok. Mereka sudah memiliki sistem yang tersusun dan sudah terbukti berhasil. Maka dari itu, apabila kamu ingin berinovasi, akan lebih sulit dibandingkan menjalankan bisnis sendiri.

Misalnya, kamu ingin menambah menu minuman baru, maka hal ini harus melalui persetujuan pemilik waralaba. Atau, biasanya pemilik bisnis waralaba sudah memiliki pemasok bahan bakunya sendiri, apabila kamu menemukan pemasok lebih murah dengan kualitas yang sama dan ingin beralih, maka tidak bisa. Karena hal ini sudah diatur oleh pemilik waralaba.

Pertimbangan Memulai Bisnis Franchise

Sebelum memulai bisnis waralaba, amati dulu beberapa elemen di bawah ini:

1. Model bisnis sebuah brand

Ini adalah elemen penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis waralaba. Model bisnis brand perlu dipelajari secara detail untuk menentukan apakah model cocok dengan kondisi pasar atau tidak.

Pasalnya, tidak semua brand bisa dibangun dan bertahan di lokasi yang berbeda. Selain itu, pastikan juga model bisnis brand tersebut masih relevan dengan kebutuhan di era modern saat ini.

Idealnya, sebuah brand yang baik memiliki model bisnis yang sudah teruji dan terbukti sukses dalam membuka peluang usaha baru.

2. Track record

Seperti penjelasan sebelumnya, reputasi bisnis franchise sangat mudah terpengaruh. Maka dari itu, make sure bahwa bisnis pilihanmu memiliki track record yang bagus, baik dalam aspek finansial, pelayanan pelanggan, inovasi produk, dan lain sebagainya.

Seperti yang kita tahu, di era digital saat ini jejak digital sangat mudah ditemukan. Jadi, jangan sampai brand yang bermitra denganmu memiliki citra yang buruk di mata masyarakat, serta memiliki rekam finansial yang bisa merugikanmu.

3. Competitiveness

Pertimbangkan juga tingkat daya saing brand tersebut di pasar. Sebuah brand yang bersaing secara positif dengan brand lain di pasar memiliki kesempatan yang lebih besar untuk sukses dalam bisnis waralaba.

Lihat bagaimana ketentuan mereka, apakah memperbolehkan “kanibalisme” atau tidak, dan lain sebagainya. Contoh, brand Mixue tidak membatasi jarak setiap franchisor untuk membuka bisnis di area yang sama. Hal ini bisa menyebabkan sistem kanibal karena lokasi antar bangunan yang terlalu dekat.

4. Royalty fee

Royalty fee adalah biaya yang harus dibayarkan oleh mitra waralaba kepada pemilik brand. Biaya ini biasanya diberikan dalam bentuk persentase dari omset yang diperoleh oleh mitra waralaba.

Pertimbangkan juga besaran royalti fee yang harus dibayarkan, apakah masih terjangkau atau sudah terlalu besar sehingga mengurangi keuntungan yang diperoleh olehmu selaki franchisee.

Tips Memilih Bisnis Franchise

Jika kamu berminat menjalankan peluang bisnis yang satu ini, ada beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Lakukan riset terkait brand

Sebelum memulai usaha, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah riset tentang brand. Pastinya kamu harus menentukan dulu jenis usaha dan brand mana yang akan kamu pilih. Pilihlah bisnis franchise di bidang yang kamu senangi, dibutuhkan serta diminati banyak orang, dan memiliki reputasi brand yang baik.

Kamu juga perlu memperhatikan riwayat brand, apakah pernah mengalami masalah dan bagaimana cara mereka menyelesaikan hal tersebut. Jangan lupa untuk melakukan riset terkait perkembangan bisnis dan trend saat ini.

2. Sesuaikan dengan modal yang kamu miliki

Dalam memulai bisnis, tentu kamu memerlukan modal, baik itu dalam jumlah besar ataupun kecil. Bisnis waralaba memiliki harga yang bervariasi, ada yang harganya sampai ratusan juta, ada juga yang dibawah 10 juta. Kamu bisa melakukan riset tentang bisnis yang memiliki reputasi dan perkembangan yang baik, namun harganya juga sesuai dengan modalmu.

Kamu bisa mencari di Google dengan keyword ‘bisnis franchise murah’, ‘bisnis franchise dibawah 10 juta’ atau ‘bisnis franchise di bawah 5 juta’. Nantinya, kamu bisa melihat daftar brand dengan harga yang sesuai, selanjutnya lakukan riset tentang reputasi, history, barang atau jasa yang dihasilkan, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan brand yang akan kamu pilih. Tuliskan daftar brand yang potensial dan pilih yang terbaik.

3. Lihat tren pasar

Kamu juga perlu melakukan riset pasar dan melihat trend yang ada. Mengikuti trend memang penting, tapi trend terus berubah. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah sebuah trend akan berlangsung dalam jangka waktu panjang atau pendek. Kamu jadi bisa menentukan bisnis mana yang mampu bertahan dalam trend yang cukup panjang.

4. Minta saran dari penerima waralaba yang sudah ada

Kamu bisa coba meminta saran dari franchisee yang sudah ada. Kamu memang akan mendapat informasi lengkap dari brand atau perusahaan induk, akan tetapi, kamu perlu mencari informasi dari dua sisi. Dari sisi perusahaan, dan franchisee. Kamu bisa datang ke salah satu toko terdekat untuk bertanya sambil mengamati toko. Apakah ramai pengunjung atau tidak.

Bisnis franchise memang terkesan menjanjikan karena kamu tidak perlu memulai dari awal, meski demikian, tetap ada hal-hal yang harus kamu pertimbangkan. Pilih brand yang menarik minat masyarakat dan bisa bertahan jangka panjang. Jangan lupa untuk memilih brand dengan SOP yang jelas dan sederhana, yaa.

Meskipun menjalankan bisnis franchise sudah mendapat pelatihan dari franchisor, nggak ada salahnya untuk belajar lebih dalam tentang bisnis di Skill Academy. Terdapat ratusan kelas bersertifikat yang diajar oleh instruktur berpengalaman. Klik banner di bawah ini untuk kepoin dan beli kelasnya. Lagi banyak promo menarik, lho. Yuk, serbu!

SKill Academy - CTA

Referensi:

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba [daring]. tautan: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/128632/permendag-no-71-tahun-2019 (Diakses 1 Juli 2022)

Luckner, Sally. 2020. ‘Advantages and Disadvantages of Franchising’ [daring]. Tautan: https://www.nerdwallet.com/article/small-business/advantages-of-franchising (Diakses pada: 30 Juni 2022)

Wood, Johnny. 2019. ‘In Indonesia, Over a Third of Young People Want to be Entrepreneur’ [daring]. Tautan: https://www.weforum.org/agenda/2019/08/indonesia-young-people-entrepreneur/ (Diakses 30 Juni 2022)

Advantages and Disadvantages of Franchising [daring]. Tautan: https://www.nibusinessinfo.co.uk/content/advantages-and-disadvantages-franchising (Diakses 30 Juni 2022)

International Franchise Association. ‘What is a Franchise’ [daring]. Tautan: https://www.franchise.org/faqs/basics/what-is-a-franchise (Diakses 1 Juli 2022)

The Young Entrepreneur Council. 2021. ‘11 Important Factors to Consider Before You Buy a Franchise’ [daring]. Tautan: https://smallbiztrends.com/2013/07/factors-before-buy-a-franchise.html (Diakses 1 Juli 2022)

Artikel ini teelah diperbarui oleh Intan Aulia Husnunnisa pada tanggal 17 Februari 2023.

Devi Lianovanda