4 Alasan Mengapa HRD yang Melihat Profil LinkedIn Kamu Batal Merekrut

Gulman Azkiya Jan 22, 2021 • 3 min read


Alasan-HRD-Batal-Merekrut-LinkedIn-Kamu

Kamu pasti sering mendapatkan notifikasi bahwa profil LinkedIn mu telah dikunjungi oleh seseorang. Besar kemungkinan yang mengunjungi profil mu adalah seorang HRD atau recruiter. Jika kamu menggunakan akun premium, kamu juga bisa mengetahui orang yang mengunjungi profil mu tersebut.  Namun, yang terjadi adalah mereka hanya melihat dan tidak ada proses lanjutan. Dilansir dari Forbes.com berikut adalah 4 alasan mengapa HRD yang melihat profil LinkedIn mu batal merekrut.

1. Profil dan keahlian kamu sesuai dengan pencarian HRD, tetapi tidak dibutuhkan oleh perusahaan

HRD menemukan profil kamu bedasarkan keahlian yang mereka cari. Namun, ternyata ada beberapa aspek yang membuat kamu tidak masuk kepada kriteria yang dibutuhkan perusahaan. 

Pada dasarnya, HRD atau recruiter mencari calon karyawan bedasarkan kriteria keahlian yang mereka butuhkan. Kemudian mereka akan melihat masing-masing profil yang dirasa cocok menjadi kanidat. Pada tahapan ini lah kemungkinan HRD mengunjungi profil kamu.

Namun, ternyata berdasarkan profil yang tertera di LinkedIn mu, skill dan portofolio mu tidak masuk ke dalam kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Latar belakang, kemampuan, dan pengalaman, bisa jadi menjadi aspek yang membuat HRD tidak jadi menargetkan kamu menjadi calon kanidat. 

2. Kamu tidak merespon pesan dari HRD

Kesalahan ini bisa dilakukan oleh semua orang, baik dia seorang pemula ataupun profesional. HRD terkadang sudah mencoba menghubungi mu melalui LinkedIn ataupun email.

Namun, beberapa orang tidak memperdulikan notifikasi pada LinkedIn-nya dan ada juga yang tidak mengecek pemberitahuan pada email masuk.

Selain itu, ada juga yang menonaktifkan notifikasi atau tidak menyadari bahwa email yang terhubung ke LinkedIn mereka adalah sesuatu yang penting. Oleh karena itu, bagi kamu yang sedang mencari lowongan pekerjaan, cobalah untuk selalu mengecek notifikasi, email, dan jangan sekali-kali menonaktifkan notifikasi pada LinkedIn mu.

Tetapi, tetap cek dan perhatikan jika ada notifikasi atau email lowongan masuk. Kemungkinan tidak jarang email lowongan penipuan bisa tiba-tiba muncul. 

3. Profilmu cocok dengan keahlian yang dicari, tetapi LinkedIn mu tidak update 

Profil-LinkedIn

Beberapa perusahaan sudah menandai profil mu dalam database mereka untuk nantinya bisa diproses oleh HRD atau recruiter. Namun ketika HRD mengecek kembali profil LinkedIn mu, hal yang terjadi adalah kamu sudah lama tidak aktif dan tidak mengupdate LinkedIn mu.

Misalnya, kamu terakhir update sekitar 6 bulan atau bahkan beberapa tahun yang lalu. Kamu bisa saja meng-update LinkedIn dengan memposting beberapa hasil kerja mu. Tetapi jika itu sudah sekitar 1 tahun yang lalu, bisa saja recruiter menganggap kamu tidak lagi aktif.

Selain itu, ketika kamu mencantumkan sebuah keahlian pada profil LinkedIn, kamu malah tidak memasukan atau memposting salah satu karya mu yang berkaitan dengan keahlian tersebut. 

Misalnya kamu memiliki kehalian graphic designer, namun pada LinkedIn, kamu memposting atau membagikan hasil kerja mu yang tidak ada kaitannya dengan graphic designer.

Sehingga para recruiter menganggap kamu belum menggunakannya secara substansial dan membuat mereka mengurungkan niatnya untuk menghubungi mu. 

4. Kamu sudah ditandai, tetapi  dari HRD nya belum menghubungi mu

Hal ini terjadi ketika HRD ataupun recruiter sudah melihat profil mu dan memasukan profilmu dalam list (database) mereka. Namun, beberapa bulan kemudian mereka kembali mengecek profil mu dan ternyata tidak terjadi apapun atau pembaharuan di LinkedIn mu. Sehingga beberapa kemungkinan terjadi seperti, 

  1. HRD atau recruiter memberikan data mu kepada HRD dan recruiter lainya. 
  2. Posisi kamu pada list digeser dengan kanidat yang memiliki kemampuan yang lebih dari kamu. 

 

Apakah rasa penasaran mu sudah terjawab guys? Itulah 4 alasan mengapa HRD yang melihat profil LinkedIn kamu batal merekrut. Selalu perbarui dan update profil LinkedIn mu.

Beri Komentar